Mengganti Paspor Sebelum Masa Habis Berlaku di Kantor Imigrasi Bandung

Mengganti atau memperpanjang paspor biasanya dilakukan dalam waktu 6 bulan sebelum tanggal habis berlaku yang tertera pada paspor. Tapi bisakah kita perpanjang paspor dalam waktu lebih dari 6 bulan sebelum masa habis berlakunya? Jawabannya bisa, tapi harus jelas keperluannya apa.

Ceritanya paspor saya yang sebelumnya bakal expired pada tanggal 6 November 2019, sementara saya bakal ikut suami ke Auckland, dan suami bakal kuliah sampai pertengahan tahun 2020.

Baca juga: New Chapter: Pindah ke Auckland

Dulu saya kira saya bisa berangkat dulu aja, lalu nanti perpanjang paspornya di NZ. Saya pun menghubungi Syva yang dulu tinggal lama di Wellington. Tadinya saya mau nanya gimana prosedur perpanjang paspor di NZ. Tapi setelah ngobrol, saya pun disarankan Syva untuk perpanjang paspor di Indonesia saja, karena kalau tidak diperpanjang, bisa-bisa saya cuma dapat visa sampai batas akhir berlakunya paspor saya. Duh rempong juga ya kalau begitu.

Dulu waktu saya urus paspor Akas, enaknya sekalian aja ya perpanjang paspor saya. Tapi saat itu masih 1 tahun sebelum masa habis berlaku paspor saya, pun suami saya belum dapat Scholarship Offer Letter (SOL), jadi saya merasa belum ada alasan kuat untuk perpanjang paspor saat itu. Ya sudah saya tunda aja. Barulah setelah ada segala berkas dari suami, saya pun mencoba mengurus paspor saya.

Baca juga: Membuat Paspor Akas di Kantor Imigrasi Agam

Pengalaman Penggantian Paspor Lebih dari 6 Bulan Sebelum Masa Habis Berlaku

Waktu itu saya ngurus perpanjangan ini tanpa cari info dulu, jadinya ada beberapa bagian yang miss sehingga makan waktu lebih lama. Kalau lancar sedari awal mah harusnya lebih cepat prosesnya, hehe. Berikut langkah-langkah yang dilakukan. Nanti semua tipsnya saya kumpulkan di akhir tulisan yaa.

Mendaftar Antrean Online

Saat itu posisi saya di Bandung. Di Bandung sendiri ada dua tempat pelayanan paspor, yakni di Kantor Imigrasi Kelas I Bandung di Jl. Surapati serta Unit Layanan Paspor di Jl. Soekarno-Hatta. Nomor antrean bisa didapat dengan mendaftar antrean online di website antrian.imigrasi.go.id atau lewat aplikasi. Untuk aplikasi, saat itu masih pakai aplikasi yang bernama “Antrian Paspor” di Google Play (tapi saat ini sudah ganti jadi aplikasi “Layanan Paspor Online”).

Dari dulu sering banget dengar cerita kalau di Bandung itu susah banget dapat antrean paspor. Selalu saja kuotanya sudah penuh. Tak jarang ada yang memilih mengurus paspor ke kota sebelah seperti Cirebon, Sukabumi, atau Tasikmalaya. Walah deg-degan juga. Saya berharapnya ya cukup ngurus di Bandung saja.

Baca-baca obrolan di grup soal kuota antrean ini, ada yang menyarankan pantengin aja akun Instagram @kantorimigrasibandung, di sana biasanya ada postingan kalau kuota sudah dibuka. Ya sudah, saya turn on notifications deh akun itu. Dan begitu muncul info kuota, langsung gercep buka aplikasi untuk daftar.

Lancar kah? Oh tentu tidak, wkwk. Error mulu berkali-kali. Di aplikasi susah, di web apalagi. Beberapa kali kena PHP, udah isi NIK, tapi pas submit malah error. Argh. Tapi itu dulu masih aplikasi versi lama ya. Kalau diceritain lebih lanjut bisa panjang, tapi udah ga relevan rasanya karena sekarang sudah pakai aplikasi baru.

Singkat cerita, ada sekitar 2 jam kayaknya saya bolak-balik klak-klik itu aplikasi, dan alhamdulillah akhirnya dapet juga nomor antrean itu.

Menyiapkan Persyaratan Penggantian Paspor

Dulu saya pernah baca kalau untuk memperpanjang paspor itu cukup bawa paspor lama dan e-KTP. Kalau belum punya e-KTP bisa diganti dengan Suket. Tapi buat jaga-jaga, saya bawa juga dokumen-dokumen lain, seperti Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, buku nikah, ijazah, serta SOL suami. Tak lupa masing-masing difotokopi di kertas A4.

Tapi untuk kasus perpanjangan sebelum masa habis berlaku ternyata itu saja tidak cukup. Kurangnya apa? Nanti lanjut ceritanya di bawah ya, huehe.

Datang ke Kantor Imigrasi

Saya dapat antrean di Kantor Imigrasi Kelas I Bandung tanggal 11 Januari 2019 jam 8.30-9.30. Saat datang saya menunjukkan antrean saya dari aplikasi kepada petugas, lalu saya disuruh menuliskan nama di buku yang ada di meja petugas. Lalu saya disuruh menunggu.

Gedung Kantor Imigrasi Bandung di Jl. Surapati

Setelah dipanggil, saya diarahkan ke meja petugas untuk mengecek berkas-berkas yang saya bawa. Karena masa berlaku saya masih lebih dari 6 bulan, petugasnya bilang kalau berkas-berkas itu saja tidak cukup. Bisa-bisa pengajuan paspor saya ditolak, uang yang udah dibayar ga bakal balik. Wew.

Saya kira SOL itu saja cukup. Ternyata saya juga disuruh untuk membuat surat permohonan dan info aturan dari negara tujuan terkait masa berlaku paspor (googling aja katanya), sehingga saya punya alasan kuat untuk perpanjang paspor saya saat itu.

Untuk info aturan, saya bingung juga, gimana yaa. Akhirnya saya coba website imigrasi NZ dan mencari info persyaratan pembuatan visa. Untunglah ketemu info ini, horeee. Saya print juga deh halaman ini.

Your passport must be valid for at least 3 months after you plan to leave New Zealand.” Kami di NZ insya Allah sampai Juli 2020, jadi harusnya paspor saya berlaku minimal sampai Oktober 2020.

Untuk surat permohonan, untungnya dikasih contoh, saya disuruh fotoin contoh suratnya pakai HP, jadi tinggal salin. Suratnya boleh diketik, boleh tulis tangan. Saya sih malas nulis, wkwk. Akhirnya saya melipir saja ke warnet di sebelah kantor imigrasi untuk ngetik suratnya. Ini isi surat permohonan yang saya ketik. Surat ini mesti ditandatangani di atas meterai.

Setelah syarat tambahan ini beres, saya pun kembali ke petugas tadi. Berkas sudah OK, saya dikasih formulir data diri serta surat pernyataan bahwa sudah pernah punya paspor.

Formulir yang harus diisi

Semua data sudah diisi, berikutnya saya melapor ke petugas untuk scan QR code antrean. Scan-nya bisa dari HP aja ternyata. Berikutnya saya disuruh menunggu untuk foto.

Wawancara dan Foto

Saya masih ingat banget, saya dulu pertama kali bikin paspor tahun 2009 di Kantor Imigrasi Bandung ini juga. Tapi kondisinya saat ini sudah sangat jauh berbeda. Dulu itu kantornya masih lebih kecil, trus di dalamnya rameee banget orang. Sumpek, panas, semua tempat duduk penuh, nunggunya lama pula. Tapi sekarang udah beda. Kantornya lebih besar, di dalamnya adem, dan ga padat orang lagi karena sistem antreannya sudah lebih baik.

Info antrean untuk foto dan wawancara

Saya kira saya bakal lama nunggu giliran foto, eh ternyata cepet. Di ruangan petugasnya, saya serahin semua berkas. Ada dua petugas saat itu, yang satu meng-input data saya di komputer, yang satu lagi nangangin foto dan wawancara. Ngobrol-ngobrol deh ditanya mau ke mana dll. Ngobrol santai aja sih.

Lalu foto dan scan sidik jari. Dan karena saat itu saya perpanjang paspornya karena mau nyusul suami, petugasnya juga minta fotokopi KK saya sebagai bukti bahwa nama yang ada di SOL itu memang suami saya.

Membayar Biaya Pembuatan Paspor

Selesai wawancara dan foto, saya diberikan lembar Bukti Pengantar Pembayaran. Biayanya sama dengan biaya pembuatan paspor baru, dengan rincian sebagai berikut:

Biaya Paspor: Rp300.000
Jasa TI Biometrik: Rp55.000
Total: Rp355.000

Pengalaman saat buat paspor Akas di Kantor Imigrasi Agam, di sana ada mobil pos. Di Bandung juga ada posnya ternyata, tapi di bangunan kecil di dekat gerbang masuk.

Pos di Kantor Imigrasi Bandung

Saya segera melakukan pembayaran di sana. Paspornya selesai dalam waktu 4 hari kerja katanya. Lembar Bukti Pengantar Pembayaran serta lembar bukti pembayaran dari posnya jangan hilang, karena dibutuhkan saat pengambilan paspor.

Mengambil Paspor

Paspor itu bisa diambil sendiri atau minta dikirim lewat pos. Berhubung saya mau ambil paspor lama saya juga, maka saya memilih mengambil sendiri paspor saya. Toh masih di Bandung ini dan searah dengan jalan ke kantor.

Saya ke kantor imigrasi lagi tanggal 17 Januari 2019. Saya langsung menuju loket antrean pengambilan paspor lalu disuruh menunggu dipanggil di bagian pengambilan paspor.

Loket pengambilan paspor

Setelah dipanggil, saya menunjukkan bukti pembayaran dan bilang kalau saya mau minta paspor lama juga. Untuk mengambil paspor lama ini, saya disuruh mengisi surat permohonan lagi.

Permohonan untuk mengambil paspor lama

Setelah menunggu, saya dipanggil petugas lagi. Paspor saya sudah jadi, paspor lama saya dikasih. Alhamdulillah selesai juga urusan paspor ini.

Catatan dan Tips Mengganti Paspor Sebelum Masa Habis Berlaku

Seperti halnya pengalaman saya saat bikin paspor Akas, saya puas deh dengan pelayanan di kantor imigrasi. Cepat dan mudah. Yang bikin saya rada lama waktu itu karena kurang prepare aja dengan surat permohonan dkk. Hehe.

Biar ga jadi rempong kayak saya, buat yang mau perpanjang paspor sebelum masa habis berlaku, berikut sedikit tips dari saya:

  • Dapat antrean paspor di Bandung lumayan juga persaingannya. Saran saya, install dan bikin akun dulu aja di aplikasinya, biar siap sedia digunakan kapan saja. Lalu follow dan turn on notifications untuk akun Instagram @kantorimigrasibandung. Begitu adminnya posting sudah buka kuota, langsung deh segera daftar di aplikasi.
  • Siapkan surat permohonan penggantian paspor serta print out website yang mendukung bahwa paspor kita mesti diperpanjang segera. Surat permohonan bisa contek surat saya di atas. Itu saya salin aja kok dari contoh yang dikasih, ganti data sama informasi penunjang aja. Trus print out website itu bisa ambil dari website imigrasi negara tujuan.
  • Untuk jaga-jaga, bawalah semua dokumen asli yang kira-kira diperlukan beserta fotokopinya. Fotokopinya harus di kertas ukuran A4 ya, jangan dipotong.
  • Datanglah ke kantor imigrasi sesuai jadwal yang diberikan. Bawalah pulpen hitam untuk memudahkan mengisi formulir.
  • QR code antrean kalau mau di-print boleh, ga di-print pun ga apa-apa. Scanner di imigrasi Bandung bisa scan QR code-nya dari HP. Tapi kalau ngandalin HP, saran saya jangan lupa simpan screenshot QR code-nya. Buat jaga-jaga aja, soalnya waktu itu di aplikasi saya loading terus sehingga saya tidak bisa buka QR code saya dari aplikasi. Untung udah ada screenshot-nya.
  • Bawalah beberapa meterai. Kalau tidak salah yang butuh meterai itu surat permohonan penggantian paspor serta surat pernyataan bahwa sudah pernah punya paspor.
  • Siapkan uang tunai jika ingin melakukan pembayaran paspor di pos. Di posnya ga bisa bayar pakai kartu debit, hehe.
  • Paspor lama boleh diminta lagi, harus isi surat permohonan. Surat permohonan ini pakai meterai juga.

Oia, terakhir, say no to calo yaa, karena proses penggantian paspor itu sebenarnya mudah. Pakai calo juga biayanya lumayan, bisa 2-4x lipat dari biaya urus paspor sendiri.

Tips untuk menghindari calo: perpanjanglah paspor dari jauh-jauh hari, jangan mepet. Biasanya kalau udah mepet, kita jadi rada panik, ga dapet-dapet nomor antrean, ga punya cukup waktu untuk urus paspor. Kalau dari jauh-jauh hari kan kita bisa santai. Ga dapat kuota minggu ini, masih ada waktu minggu depan.

Jadi buat yang udah punya paspor, diingat-ingat ya expiry date paspornya kapan. Trus kalau sudah tinggal 6 bulan lagi, segera saja diperpanjang. Kalaupun belum ada rencana ke luar negeri, ga apa-apa, anggap aja investasi. Mana tahu tiba-tiba ada rezeki ke luar negeri kan, hehe.

Sekian dulu, semoga bermanfaat. 🙂

Salam,

Reisha Humaira

8 tanggapan untuk “Mengganti Paspor Sebelum Masa Habis Berlaku di Kantor Imigrasi Bandung

  • 25 Mei 2019 pada 21:15
    Permalink

    Samma dong ama aku, minggu yl urus paspor. Sebulan nih klak-klik aplikasi tiap Jumat, engga dapet² no antri. Akhirnya ngabolang ke Cianjur.

    Balas
    • 31 Mei 2019 pada 05:44
      Permalink

      ibuuu niat banget memang sampai cianjur, hehe.

      Balas
  • 26 Mei 2019 pada 16:46
    Permalink

    sebetulnya istilahnya bukan perpanjang tapi penggantian paspor.
    karena nomor paspor itu selalu berbeda ketika kita mengganti paspor, makanya istilahnya penggantian.
    kalau KTP dan SIM istilahnya perpanjang karena nomornya tetap sama, hanya memperpanjang masa berlakunya saja.

    Balas
    • 26 Mei 2019 pada 18:26
      Permalink

      Yup betul sekali, di surat permohonannya pun ditulis penggantian paspor. Cuma judul tulisannya pake istilah yang sering digunakan orang aja, hehe.

      Balas
  • 30 Mei 2019 pada 10:53
    Permalink

    Saya punya sodara yang kerja di kantor Imigrasi, sepertinya saya bakal minta bantuan dia deh, kalau mau bikin SUFOR, eee…paspor, Maksudnya, hehehe…..#maaf bawaan perut keroncongan. 🙂

    Balas
    • 31 Mei 2019 pada 05:48
      Permalink

      Enak tuh kang kalo ada sodara dan bisa dibantuin, hehe. Tapi kalo aturannya udah makin ketat ya salaam, hahaha.

      Balas
  • 30 Mei 2019 pada 22:28
    Permalink

    Waktu mau ke Jepang dulu juga aku mesti lamar paspor di atas masa berlakunya mba. Ih ribet bgt waktu itu, suratnya mesti bolak balik ganti padahal kurang dikit aja.

    Balas
  • 3 Juni 2019 pada 17:37
    Permalink

    aku bakal perpanjang pasportku akhir dec nih, barengan mau bikinin utk di bungsu. seneng sih skr bikin pasport gampang dan cepet. kalo dulu inget banget, aku slalu minta tlg ama temen yg kerja di imigrasi :D. jd lbh mahal, tp mau gmn lagi. setelah sistemnya bgs gini, aku ga prnh minta bantuan temen lg

    Balas

Leave your comment