Persiapan Pernikahan E♡R: The Honeymoon Plan

Honeymoon alias bulan madu setelah acara pernikahan tentunya bukan hal yang mesti ada, tergantung ketersediaan waktu dan biaya dari kedua pengantin. Namun jika memang pengen berbulan madu, apalagi ke tempat yang jauh, maka perencanaannya perlu dilakukan sebelum pernikahan. Tipsnya bisa dibaca di sini.

Evan dan saya geli juga sih nyebut-nyebut hanimun atau bulan madu ini. Kami prefer nyebutnya pergi traveling aja. Dari sebelum nikah, Evan memang udah pengen bawa saya traveling. Sebelumnya kan jauh-jauhan terus, jadi ini waktunya juga pergi berdua saja dan menghabiskan waktu bersama sepuasnya #asek. Dari segi waktu, Evan alhamdulillah bisa off sampai 31 Januari 2014, begitu pula saya cuti penuh selama bulan Januari (cerita cuti panjang ini menyusul ya :P). Setelah acara di Padang (18 Januari 2014), amannya ada 10 hari untuk kami traveling.

Sebelum bikin plan, tentunya putuskan dulu mau ke mana. Luar negeri vs. dalam negeri, Evan pilih dalam negeri aja walau sebenarnya dari lama Evan pengen ke Thailand. Katanya, di Indonesia ini ada banyak banget tempat-tempat yang bagus, kenapa kita ga eksplor negara sendiri dulu. ♥ Indonesia 🙂

Untuk Indonesia sendiri, kami ga mau ke pilihan mainstream sejuta umat: Bali. Saya pernah ke Bali tahun 2008, Evan pernah tahun 2011, walaupun pastinya masih banyak tempat di Bali yang belum kami kunjungi. Bali keren, tapi menurut kami udah terlalu ramai. Pengennya yang lebih tenang gitu. Lombok pengen juga karena saya belum pernah, tapi Evan udah pernah dan katanya kalo memang ke Lombok, sekalian aja mendaki Rinjani. Wah, ga dulu deh.

Trus Evan kepikiran Dieng. Saya sepakat, soalnya banyak yang bilang Dieng bagus. Kalo memang ke Dieng, saya pikir sekalian aja ke Karimunjawa. Jadi Tour de Jateng gitu nanti ceritanya. Huehe. Sampai suatu hari Evan dapat info promo dari Traveloka. 12 Desember 2013 adalah Hari Belanja Online Nasional, kebetulan Traveloka bikin Promo Jelajah Nusantara. Akhirnya Evan nyuruh saya untuk pilih salah satu.

Ada 12 destinasi yang ditawarkan di sana: Pulau Komodo, Raja Ampat, Derawan, Bunaken, Kelimutu, Merauke, Danau Toba, Pulau Alor, Wakatobi, Ambon, Pulau Nias, dan Tanjung Puting. Bingung juga milihnya karena semuanya baguuus dan pengen didatangin, haha. Saya coba eliminasi satu per satu dulu. Yang di Pulau Sumatra dan Pulau Kalimantan kami eliminasi, karena kami berasal dari Sumatra dan akan tinggal di Kalimantan, jadi bisa lah kapan-kapan aja. Trus Raja Ampat dieliminasi juga karena saya belum bisa renang, kuatir ga puas ntar di sana, secara katanya itu the best di Indonesia untuk dunia bawah air.

Sempat kepikiran bikin Tour de Nusa Tenggara, jadi ke Kelimutu, lalu Pulau Komodo, ditutup dengan Lombok *maruk*. Tapi tiket pesawat di Nusa Tenggara sana mahaaal walau jaraknya ga gitu jauh. Setelah dipertimbangkan akhirnya kami sepakat ke Pulau Komodo. Pilihan anti mainstream banget untuk bulan madu, haha.

Karena waktu ada 10 hari dan rasanya terlalu lama waktu segitu hanya dihabiskan di satu tempat, kami putuskan untuk tetap eksekusi rencana ke Dieng. Bikin itinerary-nya jadinya dikebut juga karena promo Traveloka tadi cuma berlangsung sehari dan keputusan ke Pulau Komodonya baru ada di hari promo itu, haha. Kami tetapkan dulu ke Komodo-nya dari kapan sampai kapan, dan langsung beli tiketnya. Setelah itu bikin jadwal lengkap, yakni mulai dari Padang hingga kami selesai traveling. Kemudian kami cari tiket lain yang dibutuhkan serta hotel untuk menginap via Agoda.

Itinerary-nya setelah nikah sempat direvisi beberapa kali. Tapi catatan terakhir di card Trello kami garis besarnya seperti berikut.

Baca juga: Persiapan Pernikahan E♡R: Menggunakan Trello untuk Wedding Planning

  1. 21 Januari 2014
    Berangkat dari Padang ke Jakarta (pesawat), lanjut ke Bandung (travel), nginap di Bandung.
  2. 22 Januari 2014
    Berangkat dari Bandung ke Solo (kereta), nginap di Solo.
  3. 23-24 Januari 2014
    Ambil Paket 2 Hari 1 Malam Dieng Plateau Tour. Berangkat ke Dieng 23/1, kembali ke Solo 24/1.
  4. 25 Januari 2014
    Berangkat dari Solo ke Jakarta (pesawat), dilanjutkan dari Jakarta ke Denpasar (pesawat).
  5. 26 Januari 2014
    Perjalanan lanjutan dari Denpasar ke Labuan Bajo (pesawat), lanjut ke Pulau Kanawa (kapal).
  6. 27-28 Januari 2014
    Stay di Pulau Kanawa, ambil paket tour yang disediakan Kanawa Beach Bungalows Resort untuk ketemu komodo.
  7. 29 Januari 2014
    Kembali ke Labuan Bajo (kapal), jalan-jalan ke Cunca Wulang di Labuan Bajo, nginap di Labuan Bajo.
  8. 30 Januari 2014
    Berangkat dari Labuan Bajo ke Denpasar (pesawat), dilanjutkan dari Denpasar ke Jakarta (pesawat), terus ke Bandung (travel).
  9. 31 Januari 2014
    Reisha stay dulu di Bandung (beberes untuk pindahan ke Balikpapan), Evan kembali ke Balikpapan.

Kalau diperhatikan dan digambar rutenya di peta, ini bolak-balik banget deh. Setelah nikah dan ngecek itinerary tersebut, kami juga mikir, ini seriusan rutenya kayak gini? Ga gila apa, haha. Tapi dulu ada alasannya.

Jadi dari Padang kami ke Bandung dulu karena sebelum nikah saya ga langsung bawa pakaian untuk traveling. Koper saya udah penuh di undangan soalnya. Jadi saya butuh packing pakaian saya yang ada di kosan di Bandung.

Baca juga: Persiapan Pernikahan E♡R: Undangan Versi Cetak (2), Printing

Trus untuk menuju Dieng dari Bandung sebenarnya ada bus, dan busnya langsung ke Wonosobo, which is lebih dekat ke Dieng. Tapi Evan ga mau pakai bus, akhirnya dipilihlah kereta ke Solo. Di Dieng kami sengaja ambil paket tour. Lebih mahal tentunya daripada pergi sendiri ala backpacker gitu, tapi yaa baru nikah pengennya jalan-jalan yang nyaman dulu.

Dari Solo kami terbang ke Jakarta dulu karena tiket promo dari Traveloka itu hanya ada untuk penerbangan dari Jakarta. Dan dengan bodohnya saya ga kepikiran untuk bandingin kalau tiketnya dari Solo. Ambil promo tapi kurang perhitungan, haha. Maklum aja beli tiketnya mepet-mepet.

Walau tujuan utamanya Pulau Komodo, biasanya orang-orang menginap di pulau lain. Kami pilih Pulau Kanawa dari rekomendasi teman Evan. Pengelola pulau ini kebetulan juga menyediakan paket tour untuk ke Pulau Komodo atau Pulau Rinca jika ingin melihat komodo.

Plan memang sudah disusun sedemikian rupa, tapi ga selamanya juga semua berjalan lancar sesuai rencana. Ada destinasi yang jadinya kami skip, sempat juga bermasalah dengan penerbangan. Kami ga nyangka Dieng itu duingiiin banget, lalu setelahnya malah ke pulau yang pastinya panas. Evan sempat sakit jadinya. Tapi overall traveling-nya memuaskan. Alhamdulillah. Ceritanya menyusul kapan-kapan yaa. 😀

Salam,

signature

Leave your comment