Diari Kehamilan Pertama: Kontrol Kandungan Ke-12 (Trimester 3)

8 Juni 2015, akhirnya suami pulang kampung, yay. Alhamdulillah si kecil pengertian banget, nurutin permintaan saya agar nungguin ayahnya pulang dulu. Makasih ya nak. Dari kontrol sebelumnya hingga suami pulang kampung, belum ada tanda-tanda persalinan yang saya rasakan. Keesokan harinya berhubung ada jadwal praktik dr. D di Yarsi, saya pun pergi untuk kontrol lagi. Baru 6 hari sih dari kontrol sebelumnya, tapi ga apa-apa lah.

Baca juga: Diari Kehamilan Pertama: Kontrol Kandungan Ke-11 (Trimester 3)

Kontrol Ke-12, 9 Juni 2015

Akhirnya kontrol ke dokter lagi dengan ditemani suami, hehe. Waktu kontrol sebelumnya, dr. D bilang akan melakukan periksa dalam kalau memang saya belum merasakan tanda-tanda akan melahirkan. Sejujurnya saat itu saya masih agak takut untuk periksa dalam, tapi saya coba agar siap. Sialnya, waktu lagi nunggu antrean saya blogwalking baca-baca pengalaman orang melahirkan, dan salah satunya bilang dia mpe berdarah-darah setelah periksa dalam. Makin ciut deh nyali saya, kok kayaknya serem banget, heuu.

Tampaknya dr. D sudah mulai hafal dengan saya. Saat masuk ke ruangan dr. D, beliau langsung nanya ke saya “Gimana Reisha, masih belum ada kerasa tanda-tandanya?”. Setelah itu dr. D langsung melakukan USG. USG yang beliau lakukan mirip dengan USG saat kontrol sebelumnya, di mana beliau mengecek kondisi plasenta terlebih dahulu. Seingat saya kondisi plasentanya masih mirip dengan sebelumnya (ada yang putih-putih), penjelasan beliau pun sama.

Saat ditanya kapan perkiraan lahir, saya jawab aja sebelum tanggal 20 Juni, sesuai penjelasan dr. D saat kontrol sebelumnya. Mungkin karena hari itu masih tanggal 9 Juni, dr. D bilang untuk tunggu 1 minggu lagi. Kalau sampai minggu depan masih belum ada tanda-tanda, saya disuruh kembali kontrol dan dr. D akan melakukan periksa dalam. Tampaknya beliau lupa bahwa minggu lalu beliau bilang bakal periksa dalam hari itu. Saya pun karena masih belum siap untuk periksa dalam, memilih untuk tidak mengingatkan dr. D akan perkataan beliau minggu lalu, hihi. Selamat deh kali ini ^^v.

Selain soal periksa dalam, dr. D juga bilang kalo kelamaan ga kunjung datang si tanda-tanda persalinan, kemungkinan saya bakal diinduksi aja. Katanya ga baik juga kalo bayinya kelamaan di dalam. Hmm. Mendengar ada kemungkinan induksi, jujur saya agak kuatir, huhu. Default-nya jelas saya ingin persalinan normal tanpa ada campur tangan induksi.

Kontrol hari itu berlangsung cepat. Saya juga ga kepikiran buat nanya-nanya. Yang penting buat saya saat itu saya tau kondisi si kecil masih sehat, dan saya masih punya waktu untuk menunggu datangnya tanda-tanda persalinan itu.

Resume Kontrol Ke-12

image

Catatan kontrol dan USG:

  • Tanggal: 9 Juni 2015
  • Tempat: RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi (dr. D)
  • Tensi Ibu: 110/?
  • Berat Ibu: 69.5 kg (naik 0.5 kg dalam 1 minggu)
  • Hasil USG
    FL (panjang tulang paha): 77mm, 39W3D ± 22D, 13-06-15
    BPD (diameter kepala): 96mm, 39W1D ± 21D, 15-06-15
  • Suplemen: Folamil Genio & Ossoral 200 (masih pakai yang sebelumnya)

Biaya pemeriksaan kehamilan:

  • Seperti biasa, ga ada print out billing. Biaya konsultasi dengan dokter Rp60.000. Biaya prosedur USG ga tahu berapa.

Eniwei tentang kondisi plasenta yang terlihat putih-putih di layar USG, dr. D ga pernah nyebutin ke saya istilahnya apa. Tapi setelah browsing dan cari info, mungkin yang dimaksud pengapuran plasenta (silakan googling untuk penjelasan lebih detail 😛 ). Temen saya yang dokter emang pernah bilang kalo di layar USG itu, warna hitam menandakan zat cair, sementara warna putih menandakan zat padat *CMIIW*.

Salam,

signature

Leave your comment