Persiapan dan Perjalanan MPASI Akas

Cerita perjalanan ASI Akas belum selesai saya tulis, sekarang saya kasih intermezzo dulu ya ke cerita MPASI, hehe. Sesungguhnya MPASI ini sangat membantu saya hingga akhirnya Akas bisa lepas dari sufor. Ini sebenarnya rekapan aja sih, karena cerita lengkapnya udah pernah saya tulis dulu. Sekalian saya merangkum beberapa poin yang sering ditanyakan orang, terutama terkait porsi, frekuensi, dan tekstur MPASI di tiap bulan usia bayi.

Persiapan MPASI

Kegagalan memberikan ASI eksklusif buat Akas menjadi pelajaran berharga dan memberi motivasi besar buat saya untuk sukses dalam MPASI. Saya lebih prepare untuk MPASI. Persiapannya apa aja? Menurut saya yang terpenting itu persiapan ilmunya dulu. Saya baca beberapa buku dan artikel tentang MPASI. Saya juga gabung dengan grup-grup MPASI dan banyak-banyak membaca dokumen dan diskusi di dalam grup-grup itu.

Setelah banyak baca, saya bisa dengan mantap menentukan panduan mana yang saya pilih untuk MPASI Akas. Saya ga bingung lagi sebaiknya kasih Akas makan apa, cara membuatnya gimana, dsb.

MPASI 6m+

Akas mulai MPASI tanggal 18 Desember 2015, sehari sebelum berusia 6 bulan. 2 minggu pertama Akas diberi menu tunggal, menunya berbeda tiap kali makan.

  • Porsi: 2-3 sdm tiap makan
  • Frekuensi: 2x sehari (pagi dan sore)
  • Tekstur: semi kental, kadang finger food

Oia belakangan ada yang memperdebatkan soal menu tunggal ini, karena sesungguhnya di panduan WHO itu justru ga ada menu tunggal, malah langsung ke menu lengkap alias menu 4★. Bener sih memang di panduan WHO langsung menu 4★. Tapi saya baca latar belakang kenapa ada yang menganjurkan menu tunggal itu juga masuk akal sih, terutama untuk memudahkan mengetahui bahan makanan mana yang menimbulkan alergi.

Usai dengan menu tunggal, MPASI Akas masuk ke menu 4★.

  • Porsi: 3-4 sdm tiap makan
  • Frekuensi: 2x makanan utama (menu 4★; pagi dan sore) plus 1x makanan selingan (buah; siang)
  • Tekstur: semi kental, kadang finger food

MPASI 7m+

Alhamdulillah makannya masih lancar terus.

  • Porsi: dinaikkan bertahap dari 4-6 sdm (dimulai dari 4 sdm lalu ditambah 0.5 sdm tiap minggunya)
  • Frekuensi: 3x makanan utama (menu 4★; pagi, siang, dan malam) plus 1x makanan selingan (buah; sore)
  • Tekstur: dinaikkan bertahap dari semi kental hingga tanpa disaring (diparut aja, atau ditumbuk aja), kadang finger food

MPASI 8m+

Sebenarnya finger food itu disarankan dari umur 8 bulan, tapi sayanya udah curi start, hehe. Tapi di usia 8 bulan ini saya mulai rutinkan pemberian finger food.

  • Porsi: dinaikkan bertahap dari 6 sdm hingga 125 mL (dimulai dari 6 sdm lalu ditambah 0.5 sdm tiap minggunya)
  • Frekuensi: 3x makanan utama (menu 4★; pagi, siang, dan malam) plus 2x makanan selingan (buah; siang dan sore)
  • Tekstur: dinaikkan bertahap dari tanpa disaring hingga bisa makan nasi tim/lembek di usia 9 bulan, combo dengan finger food

MPASI 9m+

Usia 9 bulan, saatnya naik tingkat ke makanan yang dicincang.

  • Porsi: dinaikkan bertahap dari 125 mL hingga 170 mL (dimulai dari 125 mL lalu ditambah 10-15 mL tiap minggunya)
  • Frekuensi: 3x makanan utama (menu 4★; pagi, siang, dan malam) plus 2x makanan selingan (buah, pancake, atau puding; siang dan sore)
  • Tekstur: nasi lembek dengan lauk dicincang halus hingga kasar, combo dengan finger food

MPASI 10m+

Usia 10 bulan Akas sudah mulai makan nasi biasa, awalnya karena ga sengaja. Tapi karena ga ada masalah jadi saya lanjutkan saja, hehe.

  • Porsi: dinaikkan bertahap dari 170 mL hingga 210 mL (dimulai dari 170 mL lalu ditambah 10 mL tiap minggunya)
  • Frekuensi: 3x makanan utama (menu 4★; pagi, siang, dan malam) plus 2x makanan selingan (buah, kue, atau puding; siang dan sore)
  • Tekstur: nasi biasa dengan lauk dicincang kasar, combo dengan finger food

MPASI 11m+

Usia 11 bulan, makin mendekati tahap makan menu keluarga, hoho.

  • Porsi: dinaikkan bertahap dari 210 mL hingga 250 mL (dimulai dari 210 mL lalu ditambah 10 mL tiap minggunya)
  • Frekuensi: 3x makanan utama (menu 4★; pagi, siang, dan malam) plus 2x makanan selingan (buah, kue, atau kolak; siang dan sore)
  • Tekstur: nasi biasa dengan lauk dipotong-potong, combo dengan finger food

Catatan dan Pelajaran

Perjalanan MPASI Akas dari umur 6-12 bulan adalah pengalaman yang sangat membahagiakan buat saya. Ga ada drama GTM, dan semua berjalan sesuai teori. Hal ini sangat membantu saya untuk menuntaskan relaktasi saya, bye bye sufor. Saya bahagia, di samping memang frekuensi bayi menyusu akan berkurang setelah MPASI.

Setelah 1 tahun, Akas sudah ikut menu keluarga, walau dia belum bisa makan makanan pedas. Menyiapkan makanan Akas ga seribet dulu lagi. Hanya saya cerita indah tinggal kenangan. Akas sempat GTM. Trus makan mulai ogah-ogahan, ga bisa makan dengan duduk tenang di kursi makan, makan sambil main, dsb. Tapi ya udahlah yaa, disyukuri aja selama anaknya mau makan. Sungguh anak mau makan itu ialah nikmat tiada terkira buat emak-emak.

Sekian rekapannya. Abis ini saya lanjut nulis cerita relaktasi saya. Kudu nulis dari awal nih, kalau tulisan-tulisan sebelumnya cuma merapikan tulisan lama dan menambal dikit-dikit, hehe. Ada yang bayinya lagi MPASI? Semoga lancar yaa.

Salam,

signature

4 tanggapan untuk “Persiapan dan Perjalanan MPASI Akas

  • 26 April 2018 pada 09:40
    Permalink

    Wah senangnya kalau masa MPASI nggak sering gtm ya, mbak anaknya. Saya kemarin juga pakai metode who tapi anaknya sempat gtm pas umur 8-10 bulan. Heu

    Balas
    • 22 Mei 2018 pada 10:01
      Permalink

      Alhamdulillah mbak 🙂 Tapi bagaimanapun kayaknya setiap anak itu pasti bakal ngalami fase GTM ya, hehe

      Balas
  • 27 April 2018 pada 13:03
    Permalink

    Jadi inget pas punya anak pertama. Istri bekerja, jadi saya harus jadi Kurir Asi: jemput asi ke kantor tempat istri bekerja terus pulang ke rumah agar bisa langsung diminum oleh si anak. Perjuangan agar anak bisa dapat asi selama 6 bulan #fiuh

    Balas
    • 22 Mei 2018 pada 10:02
      Permalink

      Wah ada ayah ASI. Membantu banget itu bang perjuangannya. ASI itu mesti dperjuangkan sama-sama ya 🙂

      Balas

Leave your comment