Perbandingan Lengkap Platform Blogger vs. WordPress.org vs. WordPress.com

Awal tahun ini saya menjanjikan topik blogging di blog ini, tapi baru kesampaian sekarang nulisnya, heuheu. Baiklah, sebelum kita bahas hal-hal teknis terkait blogging, ada baiknya kita kenalan dulu sama platform blogging.

Baca juga: Halo, 2019! Halo, Kategori Baru!

Platform blogging sebenarnya ada banyak sekali, mulai dari WordPress, Blogger, Squarespace, Tumblr, Medium, Wix, Joomla, Ghost, Weebly, dll. Tapi di Indonesia yang banyak dipakai oleh para blogger adalah:

  • Blogger. Banyak juga yang menyebutnya dengan Blogspot, mungkin karena by default domain blognya pake “blogspot”. Dirilis pada tahun 1999 oleh Pyra Labs lalu diakuisisi Google tahun 2003.
  • WordPress.org. Biasa disebut juga dengan WordPress self-hosted karena untuk pakai ini harus punya hosting sendiri. Dirilis pada tahun 2003 oleh Mike Little dan Matt Mullenweg.
  • WordPress.com. Kadang saya sebut WordPress gratisan, hehe. Dirilis pada tahun 2005 oleh Automattic, perusahaan milik Matt Mullenweg. Jadi ini entitas yang berbeda ya dengan WordPress.org.

Itu dari pengamatan aja dan urutannya berdasarkan umur ya, bukan statistik pengguna, karena saya ga punya dan malas cari datanya, wkwk.

Kali ini saya akan fokus membahas perbandingan dari ketiga platform di atas dari 14 aspek. Aspek yang sama sih ga usah dibahas ya, hehe. Oh iya ini lumayan panjang, kalau mau membandingkan side-by-side enakan baca di laptop ketimbang HP, hehe.

1. Getting Started

Bagaimana cara membuat blog atau memulai blogging di masing-masing platform?

  • Jika sudah punya akun GMail, caranya mudah sekali. Tinggal login lalu buka www.blogger.com. Selanjutnya tinggal klik button “Create New Blog”, isikan judul dan alamat blog serta pilih theme blog. Selesai.
  • Setelah blog dibuat, kita langsung masuk ke halaman Dashboard. Blog sudah bisa dilihat tapi masih kosong.
  • Buat orang awam, bisa tetap blogging tanpa mempelajari hal-hal teknis atau utak-atik kode.
  • Pembuatan blog agak ribet karena harus punya hosting dan domain dulu, lalu install WordPress-nya sendiri. Tapi kebanyakan hosting sudah menyediakaninstaller otomatis seperti Softaculous sehingga instalasi WordPress cukup dilakukan dengan beberapa klik saja.
  • Setelah blog dibuat sudah bisa langsung dilihat, biasanya sudah ada sedikit content dummy dari WordPress.
  • Buat orang awam pada awalnya bakal terasa ribet, jadi sebaiknya mengalokasikan waktu untuk explore supaya bisa memaksimalkan blognya. Ga perlu sampai utak-atik kode juga sih sebenarnya.
  • Pembuatan blog mudah sekali, tinggal buka wordpress.com, klik “Get Started”, lalu isikan data untuk akun WordPress, ikuti saja langkah-langkah selanjutnya hingga selesai. Saat memilih domain, kita tidak harus pilih yang berbayar, bisa pilih yang free saja.
  • Setelah blog dibuat sudah bisa langsung dilihat, biasanya sudah ada sedikit content dummy dari WordPress.
  • Buat orang awam, bisa tetap blogging tanpa mempelajari hal-hal teknis atau utak-atik kode.

2. Domain

Domain adalah alamat yang digunakan untuk mengakses blog kita. Domain pada dasarnya adalah penyederhanaan dari IP address yang terdiri dari deretan angka-angka. Misal nih IP address 216.58.212.142, susah diingat kan. Bandingkan dengan google.com saja. Contoh tadi itu emang IP address Google btw, coba deh masukin ke browser, hehe.

  • Alamat blog by default [namablog].blogspot.com. Kalau nemu belakangnya .blogspot.co.id, itu sama aja, karena Google me-redirect alamat blognya ke country-specific domains (.co.id untuk lokasi Indonesia).
  • Bisa diganti pakai domain sendiri (TLD – top-level domain). Ada dua cara: beli domainnya langsung di dashboard, atau beli domain di tempat lain lalu mapping DNS-nya supaya mengarah ke Blogger.
  • Alamat blog bisa sesuka kita dan sudah TLD, biasanya dibeli sepaket dengan hosting. Extension domain juga beragam sekali saat ini, tidak hanya .com, .net, dan .org. Tapi kebanyakan orang memang memilih .com.
  • Biasanya alamat blog by default [namablog].wordpress.com. Tapi tadi saat saya coba, alamat yang ditawarkan gratis adalah [namablog].video.blog, [namablog].home.blog, dll. Jika menemukan ini, pilih dulu saja, nanti masih bisa diubah jadi [namablog].wordpress.com dari dashboard kalau mau.
  • Bisa diganti pakai domain sendiri (TLD). Ada dua cara juga seperti halnya pada blogspot.

3. Hosting

Hosting adalah tempat untuk menampung file dan data yang diperlukan oleh blog kita sehingga bisa diakses lewat internet. Simpelnya, itu rumah untuk blog kita.

  • Rumahnya ada di Google, ibaratnya kita numpang di sana, jadi kita harus tunduk pada peraturannya Google.
  • Dapat kapasitas storage gratis 15 GB.
  • Rumahnya ada di hosting yang kita beli, dan kita tunduk pada peraturan penyedia hosting. Ibaratnya kita beli rumah dan penyedia hosting itu yang punya kompleknya.
  • Kapasitas storage tergantung hosting yang kita beli. Biasanya hosting dijual dalam bentuk paket-paket dengan harga dan fasilitas yang bervariasi. Coba deh lihat paket web hosting selengkapnya di Hostinger ini.
  • Rumahnya ada di WordPress, ibaratnya kita numpang di sana, jadi kita harus tunduk pada peraturannya WordPress.
  • Dapat kapasitas storage gratis 3 GB, masih bisa di-upgrade tapi mesti bayar.

4. Cost

Blogging itu bisa ga keluar biaya sama sekali alias gratis, hingga keluar biaya berjuta-juta. Apa saja biaya yang biasa dikeluarkan untuk blogging?

  • GRATIS!
  • Jika ingin pakai TLD, kita hanya perlu keluar biaya untuk beli domain. Harga domain bervariasi sekali, mulai dari belasan ribu rupiah per tahun ada. Domain .com saat ini harganya ada di kisaran Rp125.000/tahun atau lebih.
  • Membutuhkan biaya untuk membeli hosting dan domain. Harganya juga bervariasi, tergantung penyedia dan paket yang kita ambil. Biaya ini biasanya dibayarkan per tahun. Bisa juga sih per bulan, tapi bayar per tahun lebih hemat. Biayanya di kisaran ratusan ribu rupiah per tahun hingga berjuta-juta.
  • GRATIS!
  • Jika ingin pakai TLD, kita harus upgrade paket. Dan di WordPress jatohnya seperti beli hosting dan domain juga, tapi hosting-nya di WordPress. Biaya paketnya paling murah $3/bulan, dengan kurs saat ini berarti sekitar Rp42.000/bulan. Dari sisi biaya menurut saya ini kemahalan dibandingkan beli hosting sendiri.

5. Dashboard

Dashboard adalah area kerja di mana kita menuliskan content, mempercantik theme, dan mengatur hal-hal lainnya. Ibaratnya dashboard itu dapur kita, dan blog adalah makanan yang sudah siap saji.

  • Diakses dari www.blogger.com.
  • Menu-menu di dashboard-nya lebih sedikit dibanding WordPress, jadi terasa lebih simpel.
  • Ini mungkin agak subjektif. User interface atau tampilan dashboard blogspot itu masih jadul, jauh banget dibanding website zaman sekarang. Dari dulu kayaknya ga pernah di-update sama Google, hmm.
  • Biasanya diakses dari [domain]/wp-admin, tapi masih mungkin dibuat berbeda.
  • Menu-menu di dashboard-nya lebih banyak. Default-nya sebagian besar sama dengan WordPress.com, tapi bisa bertambah kalau meng-install plugin.
  • Tampilan dashboard-nya lebih modern dibanding blogspot. WordPress terus meng-update fiturnya, bahkan saat ini sudah ada editor baru bernama Gutenberg, dengan konsep block editor.
  • Diakses dari [domain]/wp-admin.
  • Menu-menu di dashboard-nya lebih banyak dibanding blogspot. Ada menu yang ada di WordPress.com tapi tidak ada di WordPress.org dan sebaliknya.
  • Tampilan dashboard-nya lebih modern dibanding blogspot.

6. Theme and Customization

Theme atau template termasuk bagian penting dari blog, karena menentukan seperti apakah blog kita akan dilihat oleh pembaca. Theme yang gratis ada banyak, yang berbayar juga ada.

  • Pilihan theme default yang tersedia sedikit sekali, sepertinya tidak pernah ditambah. Tapi kita masih bisa meng-upload theme lain.
  • Theme bisa di-customize secara keseluruhan. Kita punya akses ke kode HTML theme-nya, dan kita bisa menambahkan kode CSS dan Javascript.
  • Bisa diset untuk mengaktifkan mobile theme blogspot. (Mobile theme ini maksudnya template standar Blogger saat blog dibuka di mobile device, bukan responsive theme.)
  • Tidak support Accelerated Mobile Pages (AMP). Bisa saja “dipaksakan” dengan menambahkan script, tapi katanya lebih banyak kerugiannya, jadi mending ga usah.
  • Tidak bisa menggunakan page (halaman statis) untuk front page (halaman depan) blog. Jadi halaman depan blog selalu berisi daftar tulisan terbaru di blog.
  • Saat baru di-install, biasanya cuma ada 1 theme default. Tapi kita masih bisa meng-install theme lain, pilihannya buanyak sekali.
  • Theme bisa di-customize secara keseluruhan karena kita punya akses ke semua file. Mau ubah HTML, CSS, Javascript, hingga file PHP-nya bisa. Ada fitur untuk menambahkan custom CSS juga di pengaturan theme.
  • Tidak ada pilihan mobile theme default-nya WordPress. Jadi pilihan terbaik adalah memilih theme yang responsive.
  • Bisa mengaktifkan AMP dengan menggunakan plugin.
  • Bisa menggunakan page untuk halaman depan blog, bahkan bisa di-customize lebih jauh lagi, misalnya bikin landing page kekinian ituh.
  • Pilihan theme default yang tersedia ada banyak, dan rutin ditambah oleh WordPress. Tapi kita tidak bisa meng-install theme lain.
  • Customization theme terbatas sekali, biasanya cuma bisa ganti gambar header, warna background, dan font. Sekalipun di-upgrade ke versi berbayar, kita tetap tidak bisa meng-customize theme secara keseluruhan seperti kalau menggunakan WordPress self-hosted. Paling banter cuma edit CSS.
  • Bisa diset untuk mengaktifkan mobile theme WordPress. (Mobile theme ini maksudnya template standar WordPress saat blog dibuka di mobile device, bukan responsive theme.)
  • Sudah support AMP.
  • Bisa menggunakan halaman statis untuk front page, tapi tidak bisa di-customize seperti pada WordPress.org.

7. Contents

Content blog biasanya terdiri dari post dan page. Post adalah tulisan-tulisan yang rutin kita publish di blog, terurut berdasarkan waktu publish. Sementara page adalah halaman statis yang biasanya digunakan untuk halaman about, disclaimer, privacy policy, dll.

  • Post bisa diberi label atau tidak. Label biasanya digunakan untuk mengorganisasikan tulisan dalam blog.
  • Permalink page menggunakan format [alamatblog]/p/[judulpage].html
  • Permalink post menggunakan format [alamatblog]/[tahun]/[bulan]/[judulpost].html. Jika dibuka di HP maka akan ada tambahan ?m=1 di akhir link.
  • [judulpost]pada permalink bisa kita customize sebelum post dipublikasikan, namun tidak bisa diubah setelahnya. Bisa diakali sih dengan setup redirect.
  • Post tidak bisa diberi featured image. Biasanya theme blogspot yang menyediakan “featured image” di halaman depan blog itu mengambil gambar pertama yang ada di dalam post, sehingga kalau post tidak punya gambar sama sekali, maka tidak akan ada “featured image” yang muncul.
  • Post bisa diberi category atau tag untuk mengorganisasikan tulisan. Post harus punya category, tapi boleh tidak punya tag. Tag di WordPress sama dengan label di blogspot.
  • Permalink page default-nya menggunakan format [alamatblog]/?page_id=[idpage]. Tapi masih bisa diubah di pengaturan permalink.
  • Permalink post default-nya menggunakan format [alamatblog]/?p=[idpost]. Tapi format ini masih bisa diubah di pengaturan permalink. Pilihannya banyak, bisa kita atur sendiri formatnya, apakah mau menambahkan tahun, bulan, tanggal, judul post, dll. Jika dibuka di HP, linknya tetap sama.
  • [judulpost] (pada WordPress disebut slug) bisa kita customize, sebelum ataupun setelah post dipublikasikan.
  • Post bisa diberi featured image. Featured image tidak harus gambar pertama yang ada dalam post, bahkan kita juga bisa kasih featured image walaupun di dalam post tidak ada gambarnya.
  • Post bisa diberi category atau tag untuk mengorganisasikan tulisan. Post harus punya category, tapi boleh tidak punya tag. Tag di WordPress sama dengan label di blogspot.
  • Permalink page default-nya menggunakan format [alamatblog]/[judulpage].
  • Permalink post default-nya menggunakan format [alamatblog]/[tahun]/[bulan]/[tanggal]/[judulpost]. Format permalink ini tidak bisa diubah. Jika dibuka di HP, linknya tetap sama.
  • [judulpost](pada WordPress disebut slug) bisa kita customize, sebelum ataupun setelah post dipublikasikan.
  • Post bisa diberi featured image. Featured image tidak harus gambar pertama yang ada dalam post, bahkan kita juga bisa kasih featured image walaupun di dalam post tidak ada gambarnya.

8. Gadgets/Widgets/Plugins

Gadget (pada blogspot) dan widget (pada WordPress) pada dasarnya sama, biasanya digunakan untuk menambahkan sesuatu pada sidebar atau footer blog. Sementara plugin itu semacam extension yang bisa digunakan untuk menambahkan fungsionalitas tertentu.

  • Ada banyak pilihan gadget yang bisa ditambahkan, bahkan kita juga bisa menambahkan gadget yang mengandung kode CSS dan Javascript.
  • Tidak support penambahan plugin.
  • Ada banyak pilihan widget default yang bisa ditambahkan, dan bisa bertambah pilihannya kalau kita meng-install plugin atau theme tertentu.
  • Kita bisa menambahkan plugin dengan berbagai macam fungsionalitas sepuasnya.
  • Ada banyak pilihan widget yang bisa ditambahkan, tapi kita tidak bisa pasang widget yang mengandung kode CSS dan Javascript.
  • Tidak support penambahan plugin, kecuali upgrade ke Business Plan yang biayanya $25/bulan alias mahal banget, wew.

9. Discussion/Comments

Komentar pada blog adalah sarana interaksi pembaca dengan si empunya blog. Ini penting agar blog tidak terkesan satu arah saja.

  • Ada form default untuk komentar. Pembaca bisa berkomentar dengan identitas akun Google, nama dan URL, hingga anonim (tapi untuk anonim tetap harus login ke akun Google); tergantung pengaturan komentar.
  • Bisa menambahkan reCAPTCHA lewat pengaturan komentar. Biasanya dipakai untuk memverifikasi komentar demi menghindari spam.
  • Kita bisa menambahkan form komentar dari layanan lain seperti Facebook Comment atau Disqus.
  • Avatar penulis komentar hanya ada jika yang berkomentar menggunakan identitas akun Google.
  • Komentar tidak bisa diedit oleh pemilik blog, hanya bisa dihapus.
  • Ada form default untuk komentar dengan mengisikan identitas nama, email, dan URL (opsional).
  • Jika memasang plugin Jetpack, pembaca juga bisa berkomentar dengan identitas akun WordPress, Google, Twitter, atau Facebook.
  • Tidak ada pengaturan untuk menambahkan reCAPTCHA, tapi bisa ditambahkan dengan meng-install plugin. Dan masih banyak opsi plugin lain kalau tujuannya untuk menghindari spam.
  • Kita bisa menambahkan form komentar dari layanan lain seperti Facebook Comment atau Disqus.
  • Avatar penulis komentar ada semua, bisa diset avatar default-nya apa bagi penulis komentar yang tidak punya foto avatar pada akunnya.
  • Komentar bisa dihapus ataupun diedit oleh pemilik blog.
  • Ada form default untuk komentar. Pembaca bisa berkomentar dengan identitas akun WordPress, Google, Twitter, Facebook, atau nama dan email (serta URL tapi opsional).
  • Tidak ada pengaturan untuk menambahkan reCAPTCHA. Tapi untuk menghindari spam sudah ada bawaan Akismet anti-spam dari WordPress-nya.
  • Kita tidak bisa menambahkan form komentar dari layanan lain.
  • Avatar penulis komentar ada semua, bisa diset avatar default-nya apa bagi penulis komentar yang tidak punya foto avatar pada akunnya.
  • Komentar bisa dihapus ataupun diedit oleh pemilik blog.

10. Statistics

Statistik penting sekali untuk mengetahui seberapa banyak pengunjung blog kita, asalnya dari mana, dll.

  • Ada statistik bawaan dari blogspot, tapi angka pada statistik ini biasanya berbeda dengan statistik versi Google Analytics.
  • Kita bisa pasang tracking Google Analytics dari halaman Setting atau dengan menambahkan script-nya pada kode HTML theme.
  • By default tidak ada fitur statistiknya, tapi bisa ditambahkan dengan meng-install plugin. Jika ingin mempunyai fitur statistik WordPress, bisa install plugin Jetpack.
  • Jika ingin punya fitur Google Analytics, ada banyak pilihan plugin yang bisa di-install. Bisa juga dengan menambahkan script-nya langsung pada kode theme.
  • Ada statistik bawaan dari WordPress, tapi angka pada statistik ini biasanya berbeda dengan statistik versi Google Analytics.
  • Tidak bisa dipasangi tracking Google Analytics.

11. Mobile App

Saat ini dukungan mobile app dirasa penting untuk sebagian orang, apalagi buat yang lebih banyak menghabiskan waktu blogging di HP ketimbang laptop.

  • Ada aplikasi Blogger tapi hanya tersedia di Android. Ini pun aplikasinya terbilang jelek. Tidak ada formatting untuk menulis post. Jarang kayaknya yang memanfaatkan aplikasi ini, biasanya yang blogging dari HP mengakali dengan cara lain.
  • Ada aplikasi WordPress, tersedia di Android ataupun iOS. Fiturnya banyak dan user friendly. Tapi jika ingin menggunakannya, kita harus meng-install plugin Jetpack.
  • Ada aplikasi WordPress, tersedia di Android ataupun iOS. Fiturnya banyak dan user friendly.

12. Advertising

Memasang iklan adalah salah satu cara untuk memonetisasi blog. Layanan iklan yang ada seperti Google Adsense (iklannya Google) dan WordAds (iklannya WordPress). Oia denger-denger daftar WordAds lebih susah di-approve-nya daripada Google Adsense. Katanya harus punya 25.000 pageview/bulan supaya bisa di-approve WordAds, sementara Google Adsense tidak perlu sebanyak itu.

  • Bisa dipasangi Google Adsense.
  • Kita bisa daftar Google Adsense sejak masih pakai domain gratisan ataupun TLD. Tapi jika tadinya daftar dengan domain gratisan lalu pindah ke TLD, maka harus daftar ulang Google Adsense dengan domain yang baru.
  • Bisa dipasangi Google Adsense. Daftar Google Adsense dengan domain yang kita miliki.
  • Bisa juga dipasangi WordAds dengan meng-install plugin Jetpack.
  • Tidak bisa dipasangi Google Adsense.
  • Hanya bisa dipasangi WordAds tapi blognya harus TLD.
  • Pada blog yang gratis, WordPress akan menaruh sejumlah iklan pada blog kita, tapi kita tidak dapat penghasilan apa-apa.

13. Search engine optimization (SEO)

SEO jadi faktor yang diperhatikan banyak blogger saat ini agar blognya lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari Google. Tapi berhubung saya ga paham-paham amat soal SEO, maaf cuma dikit penjelasan di bagian ini, hehe.

  • Ada pengaturan pencarian untuk mengisi meta description serta mengatur redirect. Tapi fitur untuk SEO-nya masih terbatas.
  • Katanya blog bisa di-index oleh Google dalam waktu 24 jam.
  • SEO bisa dioptimalkan dengan meng-install plugin untuk SEO seperti Yoast SEO, All in One SEO Pack, dll. Hasilnya bisa lebih maksimal dibanding WordPress.com atau blogspot.
  • Tidak ada pengaturan untuk meta description dan redirect seperti pada blogspot.
  • Katanya butuh berhari-hari hingga blog di-index oleh Google.

14. Ownership and Control

Seberapa jauh kepemilikan dan kontrol kita terhadap blog kita?

  • Karena ibaratnya kita ngontrak di Google, maka kita terikat pada Google. Jika kita melanggar aturan Google, Google bisa langsung menutup akun kita.
  • Jika ada update pada platform, kita tidak perlu melakukan apa-apa, sudah otomatis ter-update.
  • Jika blog versi gratisan sudah di-upgrade jadi TLD lalu kita tidak memperpanjang domain, maka alamat blog akan kembali ke domain gratisan. Konten blog tetap sama.
  • Umur blog tergantung Google. Jika Google suatu hari memutuskan untuk menutup layanan Blogger, mau tidak mau kita harus pindah.
  • Karena ibaratnya kita ngontrak di penyedia hosting, maka kita terikat pada aturan penyedia hosting. Tapi semua file blog bisa kita akses. Jika melanggar, mungkin disuruh pindah ke tempat lain.
  • Jika ada update pada platform, kita harus meng-update sendiri. Biasanya akan ada notifikasinya di dashboard dan kita tinggal klik-klik aja.
  • Jika kita tidak memperpanjang hosting dan domain, maka blog kita tidak bisa diakses lagi. Mungkin ada waktu untuk mem-backup file kita sebelum akhirnya dihapus semua. Tapi kalau tidak sempat di-backup, ya sudah, hilang total deh semua isi blognya.
  • Umur blog tergantung umur hosting dan domain. Jika WordPress.org suatu hari memutuskan untuk menutup layanannya, blog kita masih tetap bisa berjalan. Hanya saja tidak akan ada update lagi.
  • Karena ibaratnya kita ngontrak di WordPress, maka kita terikat pada WordPress. Jika kita melanggar aturan WordPress, WordPress bisa langsung menutup akun kita.
  • Jika ada update pada platform, kita tidak perlu melakukan apa-apa, sudah otomatis ter-update.
  • Jika blog versi gratisan sudah di-upgrade jadi versi berbayar lalu kita tidak memperpanjangnya, maka alamat blog akan kembali ke domain gratisan. Konten blog tetap sama.
  • Umur blog tergantung WordPress. Jika WordPress suatu hari memutuskan untuk menutup layanannya, mau tidak mau kita harus pindah.

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Tiap platform punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mana yang lebih baik, bisa beda-beda buat tiap orang, karena ada beberapa faktor yang bisa dijadikan pertimbangan untuk menentukan platform mana yang lebih cocok untuk kita.

Tadinya mau saya bahas di sini, tapi segini aja kok udah hampir 3.000 kata #ampuuun. Jadi dibahas di tulisan lain aja ntar yaa.

Hayo pada pakai platform apa sekarang? Udah bener belum yang saya jabarkan di atas? Silakan dicek ya, tolong dikoreksi kalau ada yang salah, hehe.

Salam,

Reisha Humaira

16 tanggapan untuk “Perbandingan Lengkap Platform Blogger vs. WordPress.org vs. WordPress.com

  • 28 Januari 2019 pada 11:16
    Permalink

    Saya masih setia pakai wordpress.org mbak. Awal-awal ngeblog pakainya blogspot tapi stlh tahu banyaknya fitur wordpress jadi pindah dan awet sampai sekarang. Cuma memang harus ikuti perkembangan dan belajar ilmunya terus… apalagi soal kecepatan dan keamanan website yg nggak mudah.

    Balas
  • 28 Januari 2019 pada 14:56
    Permalink

    lengkap banget niiih Mbak, bisa jadi rujukan untuk newbie maupun yang udah lama ngeblog ini secara ini jelas banget satu per satu penjelasannya.
    saya sering koq Mbak pakai aplikasi Blogger.com, tapi iyah sih emang harus tetap diakali juga klo mau diedit dsbnya 😀

    Balas
  • 28 Januari 2019 pada 15:04
    Permalink

    nice sharing… hingga hari ini saya masih nyaman pake blogspot.
    Salam kenal dari newbie blogger

    Balas
  • 29 Januari 2019 pada 09:40
    Permalink

    wah, detil banget! Sempet bimbang mau pake yg mana walaupun udah ada blogspot. Makasih, mbak.

    Balas
  • 29 Januari 2019 pada 19:03
    Permalink

    Sasuga! Tampilan postingannya rapi beut bu!
    Jadi klo beli domain ke wordpress.com jatuhnya mahal ya bu berarti?

    Balas
  • 30 Januari 2019 pada 12:30
    Permalink

    Hohoo lengkap sha,, terima kasih terima kasih.. Terjawab sudah, ada image sebelum judul itu begimane ternyata fungsi featured image toh, baru tau sayah 😀 Btw tadinya mau nanya, di edit post untuk pengaturan tulisannya biar justify kok ga ada ya? Akhirnya coba pake ctrl J eh ga mau… Ternyata shift alt J 😀

    Balas
    • 31 Januari 2019 pada 07:44
      Permalink

      Trus klo pengaturan line spacing di wordpress.com bejimane sha? klo di enter kok jaraknya terlalu jauh ya, misal mau dibikin single

      Balas
  • 6 Februari 2019 pada 21:03
    Permalink

    Makasih penjelasannya mba…sampai skrg saya masih setia pakai blogger

    Balas
  • 7 Februari 2019 pada 10:02
    Permalink

    Detail bgt mba. Pakai kolom sekala jadi makin jelas. Saya suka penjabarannya.
    Tapi saya mau nanya, emang iya WP gak bisa pakai GAds? Sedangkan di GAds ada tulisan semacam “pelajari kalau kamu memakai Wordpres…..” Hm. Salam dari pengguna Blogger.

    Balas
  • 7 Februari 2019 pada 10:07
    Permalink

    Hm, berarti WP dengan self domain yang pakai Adsense dasarnya dari wordpress.org ya… Baik, sekarang saya mengerti 🙂

    Balas
  • 6 Maret 2019 pada 11:00
    Permalink

    Saya punya Blog , Duanya2 pake Blogspot donk ! Hahhaa… Doooh harusnya satu lagi pake wordpress ya ?

    Balas
  • 6 Maret 2019 pada 11:48
    Permalink

    Semua ada plus minusnya yaaa.. Tapi kalau saya sih tetep pilih blogspot. Hehehe…

    Lebih mudah aja sih menurut saya. Suami udah saranin untuk migrasi ke wordpress aja. Tapi sayanya belum siap.

    Balas
    • 19 Juni 2019 pada 14:21
      Permalink

      Dulu aku pernah pakai wordpress trus pindah ke wordpress.org dan akhirnya pakai blogspot. Yang nyebelin dari blogspot ini aplikasiny payah banget padahal dia bawaan google. Heu

      Balas

Leave your comment