Daftar Barang yang Perlu Dibawa untuk Tinggal di Luar Negeri

Apa saja ya yang perlu dibawa saat pindah ke luar negeri? Barang yang dibawa untuk tinggal menetap cukup lama di luar negeri pastinya berbeda dengan barang yang dibawa untuk jalan-jalan. Untuk traveling pastinya bawaan kita lebih simpel.

Saat akan pindah itu pengen banget ga sih rasanya barang-barang di rumah tinggal angkut semua? Tapi ga mungkin lah ya, heuheu. Bagasi kita terbatas. Biaya kelebihan bagasi ke luar negeri mahal banget. Kalaupun dikirim pakai kargo, apa iya se-worth itu untuk dibawa ke luar negeri? Apa mending beli di negara tujuan aja?

Kali ini saya mau merangkum catatan saya terkait barang apa saja yang perlu dibawa untuk tinggal di luar negeri, khususnya buat yang akan kuliah dan membawa suami/istri dan anak. Saya akan mengelompokkan berdasarkan kategori barangnya. Di tiap kategori akan saya tulis semua barang yang mungkin dirasa perlu, tapi tentunya masih bisa dipilah lagi. Setelahnya saya tulis beberapa catatan terkait mana yang memang harus dibawa dan mana yang sebenarnya bisa ditinggal alias tidak perlu dibawa. Saya ga akan tulis jumlahnya berapa karena itu tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. 😀

Yuk langsung saja ke daftar barang apa saja yang akan dibutuhkan saat tinggal di luar negeri.

Dokumen Penting

Daftar dokumen yang dirasa perlu:

  • Dokumen perjalanan: tiket pesawat, paspor, visa.
  • Dokumen penting pribadi/keluarga: KTP Indonesia, KK, buku nikah, akta kelahiran, pas foto, NPWP, kartu debit/kredit.
  • Dokumen perkuliahan: ijazah pendidikan terakhir, transkrip nilai, TOEFL/IELTS, letter of acceptance, scholarship offer letter.
  • Mata uang asing: mata uang negara tujuan, mata uang negara tempat transit pesawat, USD.

Tips memilih dan memilah dokumen:

  • Semua dokumen penting sebaiknya bawa versi asli dan fotokopi, juga versi scan-an.
  • Map ijazah yang tebal ga usah dibawa, yang penting kan lembar ijazahnya aja, hehe.
  • Uang cash sesuai negara tujuan penting dibawa untuk bertahan di awal-awal, karena beasiswa bisa aja ga langsung turun di bulan pertama setelah kedatangan.
  • Uang cash di negara saat transit sebenarnya untuk jaga-jaga aja. Kalau punya kartu kredit mungkin ga perlu bawa uang cash ini lagi. Ada juga yang memilih bawa USD karena mudah diterima di mana-mana.

Pakaian

Daftar pakaian yang dirasa perlu:

  • Pakaian sehari-hari untuk di rumah: sesuai kebiasaan masing-masing.
  • Pakaian untuk bepergian ke luar: sesuai kebiasaan masing-masing.
  • Pakaian resmi: jas, blazer, dress.
  • Pakaian untuk acara khusus: pakaian untuk hari raya, batik, kebaya.
  • Pakaian musim dingin: winter coat, jaket, sweater, long john/thermal, kaos kaki tebal, syal, sarung tangan, kupluk.
  • Jilbab dan printilannya: jilbab, pashmina, ciput, kerudung instan, manset, legging, peniti, jarum pentul, bros.
  • Aksesoris: kacamata/lensa kontak, sunglasses, topi, ikat pinggang, dasi, jam tangan.
  • Alas kaki: sepatu formal, sepatu untuk jalan, sandal, boots.
  • Pakaian dalam: sesuai kebiasaan masing-masing.
  • Pakaian olahraga/renang jika rutin berolahraga.

Tips memilih dan memilah pakaian:

  • Pakaian biasanya makan tempat dan berat cukup banyak pada bagasi kita, karena itu pilih-pilih banget deh yang mau dibawa. Biasanya kalau tinggal lama itu pasti bakal beli baju dan sepatu juga di sana, jadi pakaian bakal nambah kok.
  • Pakaian musim dingin biasanya menuh-menuhin koper karena tebal. Kebanyakan orang menyarankan beli pakaian musim dingin itu di negara tujuan aja, kecuali kalau datang di musim dingin, sebaiknya udah pakai minimal satu winter coat. Kalau ga masalah dengan barang seconhand, di negara tujuan juga mungkin banget dapat winter coat, jaket, atau sweater bagus dengan harga yang miring sekali. Kalau merasa harus barang baru tapi pengennya murah, bisa juga coba cari diskonan di negara tujuan. Kalau kekeuh mau bawa winter coat dari Indonesia, cukup satu aja, bisa dipakai saat perjalanan, jadi ga makan space koper.
  • Khusus untuk long john, menurut saya wajib barang baru ya karena rasanya setara pakaian dalam, haha. Soal harga, bisa cari info dulu untuk membandingkan kira-kira lebih murah di Indonesia atau di negara tujuan. Di Indonesia yang murah-murah ada, tapi belum tentu cocok untuk dingin yang ekstrim.
  • Aksesoris musim dingin itu belum tentu benar-benar dibutuhkan lho, jadi ga dibawa pun ga apa-apa sebenarnya, hehe.
  • Bakal berguna banget punya jaket yang waterproof dan windproof di tempat yang sering berangin, tapi mending beli di negara tujuan aja.
  • Di NZ pakaian resmi kayak kemeja dan celana bahan gitu bakal jarang banget kepake karena orang sini santai banget urusan pakaian, jadi ga perlu bawa banyak kemeja ya.
  • Kalau beli sarung tangan, mending pilih yang bisa touchscreen biar tetap bisa pakai gadget walau lagi pakai sarung tangan.

Makanan

Daftar makanan yang dirasa perlu:

  • Makanan kering dan tahan lama: abon, kering tempe, teri kacang, dendeng, rendang, gepuk.
  • Makanan instan: mie instan, cream soup instan, bubur instan, perkedel instan, bawang goreng.
  • Bumbu instan: segala macam bumbu instan untuk masakan apapun, tepung bumbu, bumbu pecel, saos sambal, saos tomat, bon cabe.
  • Bahan masakan: kecap manis, santan bubuk, gula merah, terasi, asam jawa, asam kandis, tepung agar-agar/jelly, kerupuk mentah.
  • Rempah kering: kunyit, merica, pala, ketumbar, cengkeh, kemiri, bunga lawang, kapulaga, jinten, kaldu blok/bubuk, penyedap rasa, daun salam, daun jeruk. 
  • Snack atau minuman sachet.
  • Ragi tempe jika berencana membuat tempe sendiri.

Tips memilih dan memilah makanan:

  • Perhatikan ketentuan imigrasi negara tujuan, bahan/makanan apa saja yang dilarang biar ga sia-sia bawa. Di NZ secara umum ga boleh bawa buah/sayur segar, daging/ikan segar, dan madu/produk dari lebah. Rendang daging untung-untungan, ada yang lolos bawa, ada yang ditahan.
  • Makanan kering lumayan berguna untuk awal-awal, tapi kalau kebanyakan pun lama-lama bisa bosan, jadi mending bawa secukupnya aja, hehe.
  • Cari info apakah di negara tujuan ada toko Asia atau toko yang menjual bahan makanan dari Indonesia. Kalau ada sebenarnya ga perlu bawa bahan makanan terlalu banyak juga kalau memang bagasinya ga cukup. Yaa paling kalau beli di luar negeri harganya lebih mahal aja, wkwk.
  • Saos sambal dan saos tomat bawa yang versi sachet juga, lebih praktis untuk dibawa saat bepergian atau masuk kotak bekal.
  • Di NZ di supermarket biasa pun ada Indomie lho #eaaaa, tapi banyakan Indomie goreng. Jadi ga bawa indomie goreng pun ga apa-apa, mending bawa Indomie rebus.
  • Jika memungkinkan, di makanan yang kita bawa kasih label/keterangan itu apa dan bahannya apa dalam bahasa Inggris, biar kalau ditanya petugas imigrasi ga pusing jelasinnya.
  • Perhatikan tanggal kedaluwarsa bahan makanannya, makin lama makin baik.

Obat-Obatan Pribadi

Daftar obat-obatan yang dirasa perlu:

  • Obat untuk demam, pilek, sakit kepala, dkk.
  • Obat batuk: batuk kering, batuk berdahak.
  • Obat untuk pencernaan: obat diare, obat maag, obat sembelit, oralit, probiotik.
  • Obat luka: betadine, hansaplast.
  • Obat luar: counterpain, balsem, bioplacenton.
  • Minyak-minyakan: minyak telon, minyak kayu putih, minyak aromatherapy, minyak kutus-kutus, minyak tawon, essential oil.
  • Jamu/herbal/suplemen: madu, tolak angin, vitamin C, imboost, stimuno.
  • Obat alergi jika punya alergi.
  • Koyo: salonpas.

Tips memilih dan memilah obat-obatan:

  • Obat-obatan ini sifatnya lebih untuk jaga-jaga ya, karena harapannya ya tu obat ga perlu diminum, hihi.
  • Bawalah lebih banyak obat-obatan untuk sakit yang biasanya lebih sering dialami, misal obat penurun panas atau flu.
  • Perhatikan tanggal kedaluwarsa obat-obatannya, makin lama makin baik.
  • Ke NZ ga boleh bawa madu atau yang mengandung madu. Lagian di NZ banyak madu manuka yang terkenal itu, hehe.

Toiletries dkk.

Daftar toiletries yang dirasa perlu:

  • Sabun, shampoo, deodoran.
  • Sikat gigi, pasta gigi.
  • Conditioner, hair tonic, ikat rambut.
  • Tisu basah, tisu kering, cotton bud.
  • Handuk.
  • Pembalut, panty liner.
  • Gunting kuku, sisir, pisau cukur.
  • Portable bidet.

Tips memilih dan memilah toiletries:

  • Sabun, shampoo, dkk. cukup bawa kemasan kecil aja, untuk dipakai di awal-awal kedatangan. Di Indonesia harganya memang lebih murah, tapi kalau bawa banyak cuma bikin berat koper.
  • Portable bidet berguna banget di negara yang ga kenal air untuk cebok, huehe. Saya dulu beli online di Indonesia.

Skincare dan Kosmetik

Daftar skincare dan kosmetik yang dirasa perlu:

  • Skincare sesuai kebiasaan masing-masing.
  • Make up sesuai kebiasaan masing-masing.
  • Lotion untuk melembabkan kulit.
  • Sunblock/sunscreen dengan SPF tinggi.
  • Pelembab bibir.
  • Parfum.
  • Kapas wajah.

Tips memilih dan memilah skincare dan kosmetik:

  • Tidak perlu bawa terlalu banyak karena bisa jadi tidak cocok dipakai di luar negeri karena perbedaan cuaca dan iklimnya.
  • Di negara subtropis biasanya masalah kulit yang dihadapi itu adalah kulit kering di musim dingin, jadi fokus ke yang melembabkan aja.

Barang Elektronik++

Daftar barang elektronik yang dirasa perlu:

  • Laptop beserta charger-nya.
  • HP/tablet beserta charger-nya.
  • Kamera beserta charger baterainya.
  • Adaptor sesuai colokan negara tujuan atau universal converter.
  • Terminal colokan (yang panjang dan ada beberapa lubang colokan ituh).
  • Power bank.
  • Tripod atau tongsis.
  • External harddisk, flashdisk.
  • Headset.
  • Setrika.

Tips memilih dan memilah barang elektronik:

  • Perhatikan voltase listrik di negara tujuan. Misal nih di Jepang listriknya 110-120V, sementara di Indonesia 220-240V. Alat elektronik Indonesia ga bisa berfungsi maksimal dengan listrik sana, jadi mending beli di Jepang aja.
  • Kalau berencana beli laptop/HP/kamera baru, bisa pertimbangkan beli di luar negeri aja kalau tujuannya negara macam Jepang, US, Singapura, dkk.

Perlengkapan Ibadah

Khusus untuk muslim/muslimah:

  • Mukena, bawa mukena untuk di rumah dan mukena yang praktis dibawa saat bepergian.
  • Sarung, baju koko/gamis shalat, peci/kopiah.
  • Sajadah, bawa sajadah untuk di rumah dan sajadah tipis untuk bepergian (lebih baik lagi sajadah yang waterproof jadi aman dipakai shalat di atas rumput misalnya).
  • Al-Qur’an.

Perlengkapan Ibu dan Anak

Khusus untuk yang bawa bayi/balita:

  • Mainan anak, bawa yang ukuran kecil aja biar ga makan banyak tempat di koper.
  • Makanan/snack anak, terutama untuk saat di pesawat.
  • Obat-obatan khusus untuk bayi/anak, sesuaikan dengan usianya.
  • Perlengkapan terkait ASI (breast pump, botol susu, dkk.) jika masih menyusui.
  • Buku bacaan anak, saya utamakan bawa buku anak islami karena bakal susah didapat di negara yang bukan mayoritas muslim.
  • Buku bacaan terkait parenting jika dirasa perlu.
  • Popok, jika anaknya masih pakai popok.
  • Perlak/alas ompol.
  • Gendongan, stroller.
  • Catatan/dokumentasi imunisasi anak.

Alat Tulis

Terutama untuk mahasiswa:

  • Buku tulis/buku catatana/agenda.
  • Pulpen, pensil, penghapus, stabilo.
  • Sticky notes.
  • Gunting, selotip.
  • Stapler dan isinya, paper clip.
  • Penggaris.
  • Kalkulator.

Lain-Lain

Ini campur-campur karena saya bingung mau masukin kategori mana, wkwk. Di-list barangnya sekalian keterangannya.

  • Guling. Ini buat yang wajib tidur pakai guling tapi di negara tujuan ga ada yang jual, wkwk. Beli guling yang bisa ditipiskan itu jadi ga gede ukurannya saat masuk koper.
  • Sprei. Bawa buat cadangan aja dan perhatikan ukurannya. Di Indonesia saya biasa pakai sprei katun, sampai di sini ga cocok pakai sprei itu di musim dingin karena spreinya juga dingin, wkwk.
  • Payung/rain coat. Bawa payung lipat aja karena lebih praktis masuk tas.
  • Tas. Backpack untuk yang bawa laptop (lebih baik lagi kalau ada cover tahan airnya), tas santai untuk bepergian, tas cantik kalau dirasa perlu, reusable bag untuk belanja.
  • Botol minum, kotak bekal, sendok plastik.
  • Bantal leher dan penutup mata. Ini jika dirasa perlu selama perjalanan yang panjang.
  • Rice cooker kecil. Kalau ke Jepang, beli rice cooker di sana aja. Kalau ke NZ dan koper masih ada space, bawa aja, karena di sini ga ada rice cooker kayak di Indonesia. Adanya yang tutup kaca, kurang mantep katanya mode penghangatnya.
  • Semir sepatu. Ini kalau bawa sepatu kulit.
  • Obeng kecil. Berguna kalau butuh bongkar-bongkar yang berbaut.
  • Jarum dan benang jahit. Berguna kalau butuh jahit pakaian yang sobek atau lepas jahitan/kancingnya.
  • Meteran gulung mini atau meteran kain. Berguna kalau butuh mengukur sesuatu sewaktu-waktu.
  • Hanger/gantungan pakaian.
  • Souvenir khas Indonesia. Ini kalau berencana ngasih-ngasih oleh-oleh untuk teman atau warga lokal di negara tujuan.
  • Hand sanitizer alias cairan pembersih tangan.
  • Ulekan kayu. Ini kalau merasa penting banget buat bikin sambal. Kenapa kayu? Karena yang batu beraaat, wkwk.
  • Foto keluarga. Ini buat yang merasa perlu untuk pajang foto keluarga di rumah, hehe.

packing luar negeri
Masa-masa pak suami packing sebelum berangkat

Segitu deh yang saya ingat dan ada di catatan saya. Banyak yaa, hihi. Kalau dibawa semua ya jadinya buanyak banget. Pada dasarnya apapun bisa kita dapat kok di negara lain. Masalah utama biasanya di harga aja, gemes aja gitu sama harganya kalau dirupiahin, haha. Jadi balik ke pertimbangan masing-masing aja, mana yang rasanya wajib dibawa, mana yang mending beli di negara tujuan aja, terutama untuk barang-barang yang berat atau volumenya besar. Kalau printilan kecil-kecil sih masih bisa diselip-selipin yaa.

Lalu dengan barang sebanyak itu sementara kapasitas bagasi dan kekuatan tubuh untuk mengangkat juga terbatas, gimana cara packing-nya biar kitanya nyaman juga di perjalanan? Nah itu untuk tulisan berikutnya aja ya karena ini aja udah panjang banget, hihi.

Semoga bermanfaat. Kalau ada yang kelupaan saya masukin ke list, kasih tahu aja yaa, biar saya tambahin nanti.

Salam,

Reisha Humaira

4 tanggapan untuk “Daftar Barang yang Perlu Dibawa untuk Tinggal di Luar Negeri

  • 19 Juli 2019 pada 16:29
    Permalink

    Huhu, dulu awal mula ke luar negeri untuk PKL bawa satu kardus Indomie isi mie instan berbagai rasa sama masako wkwkwk. Nyatanya di sana malah lebih suka masakan lokal, akhirnya mie nya dibagikan ke teman-teman.

    Wah, lengkap banget nih kak. Thanks for writing this 🙂

    Anyway, salam kenal ^^

    Balas
    • 19 Juli 2019 pada 16:37
      Permalink

      Ya ampun sekardus, bisa dijual itu, wkwk. Betul betul, ketimbang makan yang instan atau kering2 gitu mending makanan lokal atau masak sendiri dari bahan segar ya.

      Masako, jd keinget belum ada di list gara-gara saya ga pernah masak pake penyedap lagi, hihi.

      Balas
  • 19 Juli 2019 pada 21:45
    Permalink

    Pas awal baca, ah mungkin ini nanti bisa saya sortir lagi berdasarkan versi saya. Eh pas sampe ke bawah, ternyata penting semua. Harus bener-bener pilih2 dan packingnya ya, Mba. Biar hemat bagasi.

    Balas
    • 19 Juli 2019 pada 16:58
      Permalink

      Hihi, rasa-rasanya bakal dibutuhkan semua ya, tapi tetap mesti dipilih-pilih.

      Balas

Leave your comment