Pengalaman Mendaftar dan Memasang Google AdSense di Blog

Udah beberapa kali baca pengalaman orang dengan Google AdSense, jadi pengen ikutan juga, hihi. Sebenarnya ini bukan hal baru, karena blog saya diterima Google AdSense itu udah dari tahun 2017. Tapi belum gajian juga donk sampai sekarang, ahaha. Kenapa coba? Haha.

Okeh saya flashback dulu yaa.

Pengalaman Mendaftar Google AdSense

Jadi, sebenarnya saya pertama kali daftar Google AdSense itu sekitar April 2016. Waktu itu saya aktif ngeblognya di subdomain saya, evan.reisha.net. Sementara domain reisha.net ini saya anggurin, cuma diisi dengan landing page statis. Geje memang, ahaha. Pernah saya tulis sejarahnya dulu.

Baca juga: Setelah 10 Tahun Punya Blog

Proses untuk mendaftar Google AdSense sangat mudah. Kita tinggal login di www.google.com/adsense dengan akun Gmail, trus ikutin aja instruksi pendaftarannya. Saat mau daftar Google AdSense, saya baru ngeh kalau yang bisa didaftarin itu domain, bukan subdomain. Wah, padahal konten blog saya andalannya malah di subdomain. Jadi ya sudah, saya coba daftarin aja domain saya. Hasilnya ditolak lah pastinya, wkwk.

pengalaman google adsense

Dari alasan pertama aja, “situs yang menawarkan konten bermakna dan kaya”, sadar diri deh domain saya ga ada isinya, ya gimana orang mau masang iklan kan, haha. Trus ya udah deh, saya lupain aja si Google AdSense ini. Saat itu saya ga kepikiran untuk ngisi domain saya ini soalnya. Ngeblog pun waktu itu ga serutin sekarang.

Lalu bulan Oktober 2017, saya mulai berbenah blog dan memutuskan untuk mengisi domain reisha.net ini. Karena udah ada isinya, saya pede untuk daftar lagi. Dan kali ini alhamdulillah diterima, hehe.

pengalaman google adsense

Saya emang ga jungkir balik amat pengalaman daftar Google AdSense-nya. Saya juga ga browsing waktu itu gimana caranya biar bisa diterima, atau apa saja yang mesti diperhatikan. Modalnya cuma alasan penolakan yang pertama: bahwa saya mesti punya situs yang ada kontennya.

Seiring berjalannya waktu, saya terkadang browsing pengalaman orang gimana. Pengen tahu aja. Dan sepengamatan saya, ada beberapa hal terkait pendaftaran Google AdSense ini yang bisa saya catat. Tapi perlu digarisbawahi, ini sifatnya perkiraan saya aja ya, karena saya ga nanya langsung ke orang-orang yang kerja di Google AdSense-nya, ahaha.

  • Tidak ada hubungan antara umur domain dengan diterimanya pendaftaran. Dulu saya merasa pendaftaran saya langsung diterima karena umur domain saya sudah cukup lama. Saya beli domain reisha.net ini tahun 2013. Tapi ternyata ada juga kok yang umur domainnya belum sampai sebulan, daftar Google AdSense, dan diterima.

  • Tidak ada batas minimal berapa pengunjung atau pageview untuk diterima. Waktu saya daftar Google AdSense itu, reisha.net ini baru banget diisi, pageview-nya dikit banget, rata-rata paling hanya 10 pageview/hari, haha. Saat itu lebih banyak yang mengunjungi evan.reisha.net, tapi itupun rata-rata ga sampai 70 pageview/hari. Jadi buat yang pengen coba daftar Google AdSense, coba aja lho sekarang juga, ga perlu nunggu sampai blognya rame dulu.

    FYI ini beda banget dengan WordAds milik WordPress. Jadi, buat yang ngeblog di WordPress.com, kita ga bisa pasang Google AdSense di sana. Pilihannya cuma WordAds, itupun baru bisa daftar kalau udah pasang custom domain. Di WordAds ini ada syarat minimum traffic pengunjung supaya bisa diterima. Kabarnya butuh minimal 15.000 pageview/bulan untuk diterima. Lumayan jauh kan bedanya.

    Baca juga: Perbandingan Lengkap Platform Blogger vs. WordPress.org vs. WordPress.com

  • Soal jumlah artikel, kayaknya ga ada batas minimum juga. Kalau saya sih saat daftar emang udah langsung banyak artikel yang saya punya, karena tulisan saya sejak tahun 2014 saya pindahin ke sini semuanya. Tapi ada juga yang daftar dengan jumlah artikel belasan, diterima juga.

  • Sepertinya yang paling berpengaruh itu adalah website yang didaftarin punya konten yang unik (alias tidak copas dari website lain) dan rutin diisi. Jadi saat daftar pastikan bahwa website-nya teratur di-update, ada artikel untuk dibaca pengunjung, bukan sekadar landing page aja.

  • Selain konten, pastikan juga navigasinya jelas dan tidak ada yang rusak. Misal menu-menu di bagian atas, sidebar, ataupun footer; jangan ada yang ngaco. Intinya mah kalau udah serius bikin website/blognya dan kontennya bener, pendaftaran Google AdSense bakal cepat diterima. Hehe.

  • Oia, kalau ga salah di Blogspot kita bisa daftar Google AdSense walaupun blognya masih gratisan alias ga TLD. Tapi menurut saya, sebaiknya daftar pakai TLD aja. Apalagi buat yang mau serius untuk monetisasi blog, banyak keuntungannya kalau udah TLD. Kalau ga salah, jika kita sudah terdaftar Google AdSense dengan blog yang belum TLD, saat beralih ke TLD maka kita mesti daftar ulang dan mulai dari awal lagi.

Pengalaman Memasang Iklan Google AdSense di Blog

Di bagian ini saya bukan mau bahas soal teknisnya, karena itu bisa explore sendiri deh, hehe. Tinggal generate kodenya di akun Google AdSense trus taruh deh di mana pun pengen ditaruh. Ada juga opsi Auto Ads, tinggal nyalain opsinya, ntar Google yang atur sendiri bakal naruh iklannya di mana.

Jadi mau bahas apa?

Buat saya, perkara iklan ini sulit sekali untuk sejalan antara idealisme dan pendapatan. Idealisme di sini maksudnya menghadirkan blog yang nyaman dibaca oleh pengunjung. Iklan itu mengganggu kenyamanan kan ya? Makanya di laptop saya pasang AdBlock di browser, haha, tapi di HP ga bisa. Sementara kalau ga pasang iklan ya ga bakal dapat penghasilan dari situ, hihi.

Ini subjektif banget sih, tapi yang mengganggu kenyamanan membaca sebuah website atau blog itu menurut saya:

  • Iklan yang berupa popup, langsung muncul saat kita pertama kali buka, dan ukuran iklannya bisa sepenuh layar. Ini BIG NO buat saya, mengganggu banget.
  • Iklan yang terlalu banyak, apalagi iklannya ke situs-situs ga bener, pakai gambar GIF atau warnanya kedip-kedip pula. BIG NO juga. Merusak mata.
  • Iklan yang ditaruh di bagian header atau di bagian atas halamannya. Males aja baru buka ketemu iklan dulu, mesti scroll ke bawah pula untuk baca kontennya.
  • Iklan yang selalu ada di tiap section. Zaman sekarang kan banyak ya yang bikin konten berupa listicle. Tiap section kontennya ga banyak sebenernya, tapi selalu disisipi iklan.
  • Iklan yang nempel di bagian atas atau bawah layar kalau baca dari mobile gadget. Di Google AdSense ini tu disebut Anchor Ads. Bisa ditutup sebenarnya, tapi masih kelihatan panahnya.

Kalau ada yang merasa disebutkan di atas, please jangan tersinggung ya, hehe. Itu penilaian saya pribadi aja, dan kalau artikelnya memang bagus dan menarik, walau banyak iklan pun tetap saya baca kok. 😉

Nah, saya itu sekarang masih prefer punya blog yang nyaman dibaca dengan standar saya di atas. Apa yang buat saya ga nyaman, ga saya lakuin di sini. Toh saya juga baca blog saya sendiri, ga mau donk saya ga nyaman baca blog sendiri, ahaha. Padahal beberapa hal yang saya sebut di atas bisa jadi malah posisi yang berpeluang tinggi untuk diklik pengunjung kan.

Tapi, karena saya memang ga expect banyak dari Google AdSense, ya udah, pasang iklannya sesuka saya aja. Ga jor-joran. Saya juga ga browsing cara maksimalin pendapatan dari Google AdSense itu gimana. Saya cuma taruh iklan di sidebar, di akhir tulisan, sama sesekali di tengah tulisan. Trus beberapa kategori iklan yang menurut saya ga nyaman dilihat, juga saya blok biar ga muncul.

Mungkin maka dari itu udah hampir 2 tahun pun masih belum sampai ke payment treshold yang 1.3 juta rupiah itu, haha. Jadi kalau ada yang berencana nanya gimana caranya biar cepat atau banyak dapat gaji dari Google AdSense, jangan tanya ke saya ya, wkwk.

Sekian dulu tulisan kali ini. Semoga kapan-kapan bisa nulis pengalaman kalau udah gajian dari Google AdSense. Doain ya, dan bantu klik iklannya, ahaha. Ada yang mau share pengalamannya dengan Google AdSense? 

Salam,

Reisha Humaira

6 tanggapan untuk “Pengalaman Mendaftar dan Memasang Google AdSense di Blog

  • Pingback:Pengalaman Mendaftar dan Memasang Google AdSense – Blogger Perempuan

  • 26 Agustus 2019 pada 14:00
    Permalink

    Aku baru aja daftar adsense mbak. Sdh 2 mingguan ini statusnya masih diproses. Kira2 kenapa ya? Saya rutin posting seminggu sekali (tx to 1m1c ) dan perasaan blog saya rapih tidak amburadul ya. Kira2 kenapa ya?

    Balas
    • 26 Agustus 2019 pada 15:33
      Permalink

      Memang masih diproses mungkin mbak. Emang ga menentu di-approve-nya, ada yang lama, ada yang cepet. Coba ditunggu dulu aja. Atau kalau penasaran bisa coba kontak Google AdSense-nya, hehe.

      Balas
  • 26 Agustus 2019 pada 18:58
    Permalink

    Lebih baik naiikin trafik blog dulu, jangan terburu-buru ikutan Adsense. Memang sih bisa aja langsung diterima, tapi patah hati ga sih klo bisa cair duitnya setelah bertahun-tahun, bayar hosting tahunan aja ga nutup hehe .. klo pengalamanku saya punya 2 sub-domain, akhirnya yg satu sub saya lepas ads nya krn ga worth it banget, trafik sub domain yg kulepas adsnya 100 view/hari.

    Balas
    • 26 Agustus 2019 pada 23:06
      Permalink

      Halo mbak. Saya pernah baca, ada yang nyaranin pasang dulu aja AdSense-nya walau blognya sepi, biar nanti kalau traffic blognya udah ramai, kita tinggal petik hasilnya. Dan saya merasa sepakat dengan ini, hehe.

      Ga akan patah hati asal ekspektasinya ga ketinggian, ga ngarep banyak dari AdSense, ga menjadikan AdSense sebagai pemasukan utama dari blog. Makanya saya walau udah 2 tahun belum bisa cair juga dananya, masih ketawa-ketawa aja lihat angka di AdSense, haha. Awal-awal beli hosting dan domain pun saya ga ngarep bisa langsung balik modal, anggap investasi aja dulu, hehe. Tapi balik lagi ke preferensi masing-masing memang, hehe.

      Balas
  • 28 Agustus 2019 pada 09:04
    Permalink

    Waahh saya juga tau banget ini pejuang adsense… 3 kali ditolak baru diterima sama Google Adsense nya. Emang susah-susah gampang sih supaya di accept. Asal ga ribet aja. Dan saya juga setuju kalo jangan menaruh harapan banyak dari adsense ini… yang penting rutin dulu aja ya ngisi blognya 🙂

    Balas

Leave your comment