Menikmati Fasilitas Perpustakaan Kota Auckland

Dulu saya kira perpustakaan itu selalu berdiri sendiri, jadi baca buku, pinjam buku, balikin buku, semua dilakukan di tempat yang sama. Tapi di Auckland ini ternyata tidak begitu. Ada 55 perpustakaan yang tersebar di seluruh wilayah Auckland Region, dan semuanya tergabung dalam satu sistem yang sama, Auckland Libraries. Katanya, perpustakaan di Auckland itu adalah public-library network terbesar di belahan bumi bagian selatan.

Baca juga: Auckland Itu Seperti Apa? Kenalan Yuk!

Dari tempat tinggal kami saat ini, perpustakaan terdekat adalah Central City Library. Jaraknya cuma 400 m. Bersyukur sekali ada perpustakaan dekat gini, jadi tinggal jalan kaki untuk menikmati semua fasilitasnya. Ada beberapa fasilitas Auckland Libraries yang menarik menurut saya.

Suasana di Central City Library

Daftar Jadi Anggota Perpustakaan, Gratis!

Kalau tinggal di Auckland, menurut saya wajib deh buat gabung jadi anggota perpustakaan biar bisa pinjam buku sepuasnya. Daftarnya gratis dan gampang banget.

Untuk mendaftar, kita tinggal isi form pendaftaran yang tersedia di website Auckland Libraries. Ngisinya bisa di mana aja. Dulu saya datang langsung ke perpustakaan buat daftar, kirain bakal ada yang beda prosesnya, eh ternyata disuruh isi form di web itu juga di komputer di sana.

Form pendaftaran Auckland Libraries

Setelah mengisi form, kita akan menerima email yang berisi kode pendaftaran. Selanjutnya kita tinggal datang ke perpustakaan manapun biar dapat kartu anggota. Kartu itulah yang nanti bakal digunakan untuk meminjam buku. 

Saat mengambil kartu, tinggal tunjukin kode pendaftaran yang ada di email. Trus jangan lupa bawa paspor serta bukti tinggal, karena bakal diminta oleh petugasnya. Bukti tinggal itu biasanya didapat dari kontrak tempat tinggal.

Baca juga: Mencari Tempat Tinggal di Auckland

Saya dulu ambil kartunya di Central City Library. Petugasnya nunjukin sejumlah kartu dan saya disuruh pilih mau ambil kartu yang mana. Lucu-lucu semua sih gambarnya. Kartu yang saya ambil rupanya bergambar kihikihi alias cicada. Saya jadi berasa di dunia The Flash, yang nonton pasti ngerti Central City dan Cicada, wkwk.

Kartu anggota perpustakaan Auckland

Akun Anggota di Website Perpustakaan

Selain ambil kartu, kita juga akan diminta mengisikan PIN untuk login ke akun kita di website Auckland Libraries. Setelah login, ada beberapa fitur yang bisa kita gunakan. Sejauh ini yang bermanfaat banget buat saya yaitu:

  • Melihat data buku yang sedang dipinjam. Berguna banget sih ini karena kadang saya pun ga hapal buku yang dipinjam dari perpustakaan itu yang mana aja, haha.
  • Memperpanjang masa peminjaman buku. Entah itu emang karena masih mau dibaca, atau sekadar masih mager balikin buku ke perpustakaan, tinggal login lalu klik renew deh.
  • Browsing katalog buku. Kepikiran judul buku yang pengen dibaca? Tinggal search aja, ga perlu cape-cape cari di rak buku di perpustakaan, hehe.
  • Request buku. Cari buku yang diinginkan, trus klik request, buku pun akan disiapkan. Nanti saya jelasin tersendiri di bawah yaa. Lanjut baca makanya #eaaaa.
Halaman akun anggota perpustakaan

Meminjam Buku di Perpustakaan Kota Auckland

Kalau sudah jadi anggota, kita bisa pinjam buku sepuasnya di perpustakaan manapun dari 55 perpustakaan yang ada itu.

Salah satu sudut Central City Library

Sepuasnya? Yes! Satu orang bisa pinjam maksimal 35 buku dalam satu waktu. Ada limitnya memang, tapi segitu juga udah banyak kan ya. Buku itu bisa kita pinjam selama 28 hari dengan gratis. Selain buku, di perpustakaan juga tersedia majalah, ebook, audiobook, CD, DVD, dll (masa pinjamnya beda-beda tapi). Mayoritas gratis, tapi ada juga yang berbayar, misal rental DVD bayar NZ$3.

Setelah masa pinjamnya habis, kita bisa perpanjang maksimal 2x lagi, selama ga ada orang lain yang request buku tersebut. Wah kebayang deh enaknya bisa minjem puluhan buku dalam satu waktu, dan itu bisa dipinjam sampai hampir 3 bulan.

Oia meminjam buku di sini juga bisa ke petugas perpustakaan, atau bisa juga dilakukan secara swalayan alias self checkout. Untuk self checkout, ada beberapa komputer khusus yang tersedia di perpustakaan.

Komputer self checkout di Mt. Albert Library

Cara self checkout pun mudah. Scan barcode yang ada pada kartu anggota, lalu tinggal taruh bukunya satu per satu di area kotak di bawah komputer untuk di-scan. Saya pas pertama kali coba self checkout buku ini berasa mejik hahaha, karena dalam sekejap langsung masuk judul bukunya ke layar komputer. Yang di-scan cover buku soalnya, bukan barcode kayak di supermarket. Kalau udah selesai scan bukunya, tinggal klik finish, lalu ditanya butuh receipt atau tidak. Kalau saya biasanya pilih kirim ke email aja. 

Buku bisa dikembalikan ke perpustakaan manapun dari yang 55 itu. Jadi meminjam dan mengembalikan buku tidak harus dilakukan di perpustakaan yang sama. Enak banget. 

Proses pengembalian buku pun sangat mudah. Kita tinggal datang ke perpustakaan terdekat, lalu taruh bukunya di area pengembalian buku. Tinggal taruh aja, beres. Ga perlu nunggu dicek-cek dulu. Nanti petugasnya yang ngecek belakangan. Kalau ga ada masalah, buku yang udah dikembalikan bakal hilang sendiri datanya di akun kita.

Tempat pengembalian buku di Central City Library

Buku harus dikembalikan maksimal pada tanggal batas peminjaman. Kalau tidak diperpanjang dan buku telat dikembalikan, kita bakal kena denda. Dendanya NZ$1 per hari. Tapi baiknyaaa, buku anak dan remaja ga kena denda donk kalau telat dikembalikan.

Ga perlu khawatir kalau kita bakal kelewat tanggal pengembalian buku asal rutin cek email. Beberapa hari menjelang tanggal batasnya, kita akan menerima email pemberitahuan. Jadi begitu dapat email, langsung aja dicek di akun kita, apa mau diperpanjang atau dibalikin aja.

Request Buku Secara Online

Ini nih yang saya suka sekali! Jadi, di website Auckland Libraries kita bisa browsing buku-buku, lalu kalau ada yang mau dipinjam, tinggal request. Posisi bukunya yang available mungkin aja adanya di perpustakaan A, tapi kita bisa pilih mau ambil bukunya di perpustakaan B.

Setelah request, buku akan disiapkan terlebih dahulu. Kalau sudah tersedia di perpustakaan yang kita inginkan, biasanya ga perlu nunggu lama. Tapi kalau tersedianya di perpustakaan lain, kita mesti nunggu bukunya sampai dulu.

Kalau bukunya sudah siap, kita akan menerima email pemberitahuan bahwa buku sudah bisa diambil dan batas pengambilannya kapan. Bisa cek juga di akun kita di website.

Request buku ini gratis! Walau lokasi bukunya jauh pun dari perpustakaan tempat kita akan mengambil bukunya, kita ga bayar apa-apa. Tapi kalau telat ngambil bukunya dari batas yang ditentukan, bakal kena denda.

Di perpustakaan, buku yang di-request orang-orang ditaruh di area/rak khusus. Buku-buku di situ akan diselipin kertas berisi nama peminjamnya. Disusunnya pun urut abjad, tapi berdasarkan last name. Dulu saya cari buku yang saya request di deretan R, eh ternyata ditaruh di H, haha.

Area khusus buku yang di-request di Central City Library
Contoh buku yang di-request, dikasih nama satu per satu

Kalau sudah diambil, tinggal checkout. Saya selalu self checkout sih karena praktis dan ga perlu ngomong ke orang lain, hihi.

Komputer self checkout di Central City Library

Withdrawn Books: Buku Bekas Murah Meriah

Di perpustakaan sini, ada yang namanya withdrawn books, yakni buku bekas dari perpustakaan yang dijual dengan harga murah sekali. Biasanya buku-buku lama atau buku-buku yang sudah rusak, entah itu emang mau “dibuang” dari koleksi di perpustakaan, atau karena bakal diganti dengan buku-buku yang baru. Saya pernah dapat buku anak dengan harga NZ$1 untuk 3 buku. 

Withdrawn books di Parnell Library

Walau buku lama atau rusak, menurut saya kondisinya ga parah-parah amat lho. Kadang masih bagus malah. Tinggal pilih-pilih aja. Buku dewasa biasanya kondisinya masih bagus. Buku anak biasanya ada yang rusak, tapi kalau cuma sobek kan masih bisa diselotip, haha.

Sayangnya withdrawn books ini ga selalu ada sih. Sepertinya tergantung perpustakaannya aja lagi beberes kapan. Dulu saya kira ada perpustakaan tertentu yang selalu jual withdrawn books, tapi pas saya datang kedua kalinya ke sana, ternyata ga ada lagi. Jadi, kalau berminat berburu buku murah ini, rajin-rajinlah mampir ke perpustakaan manapun di Auckland. Pas nemu ya berarti rezeki, hihi.

Aneka Kegiatan di Perpustakaan

Perpustakaan di sini ga hanya sekedar tempat untuk hal-hal terkait buku dkk. Perpustakaan di Auckland juga jadi tempat untuk kegiatan berbagai klub atau komunitas, kelas/workshop, games, kegiatan khusus liburan, dll. 

Salah satu sudut di Parnell Library

Untuk bayi dan balita pun ada kegiatan khususnya. Biasanya seminggu sekali, dengan durasi sekitar 30 menit. Free! Kegiatannya yaitu:

  • Wriggle and Rhyme, untuk bayi dan toddler usia 0-2 tahun. Kegiatannya menyanyi dan bermain bersama.
  • Rhymethime, untuk toddler usia 1.5-3 tahun. Kegiatannya juga menyanyi dan bermain bersama.
  • Storytime, untuk anak usia 3-5 tahun. Kegiatannya pembacaan cerita oleh librarian ataupun tamu khusus di perpustakaan.

Dengan berbagai kegiatan ini, perpustakaan pun terasa lebih hidup karena selalu ada yang datang ke sana.

Satu hal yang menarik perhatian saya soal perpustakaan di Auckland ini, kerasa banget bahwa mereka sangat memfasilitasi anak-anak. Koleksi buku anaknya banyak banget. Kita bisa bikin kartu anggota untuk anak juga. Kalau minjem buku anak dan telat balikin, ga ada denda. Trus buku anak itu kan rentan rusak ya sama anak-anak. Selama rusaknya ga parah, ga masalah juga. Ada kegiatan khusus untuk bayi dan balita, artinya mereka udah mengajak warganya untuk dekat dengan perpustakaan sejak dari bayi. Buku-buku anak di perpustakaan pun ditaruh di area tersendiri dan tampak lebih menarik perhatian dibanding area buku dewasa.

Sekali minjem bisa sampai 35 buku itu rasanya nikmat banget yaa. Kebayang deh kalau tinggal di sini selamanya, mungkin saya ga perlu beli-beli buku ya. Tinggal pinjam aja dari perpustakaan, ahaha. Semoga suatu saat nanti Indonesia juga bisa punya perpustakaan keren dengan koleksi yang banyak yaa. Aamiin.

Semoga kamu tumbuh menjadi orang yang cinta membaca yaa

Salam,

Reisha Humaira

Satu tanggapan untuk “Menikmati Fasilitas Perpustakaan Kota Auckland

  • 16 September 2019 pada 11:56
    Permalink

    perpustakaannya keren. apa tempatnya ramah disabilitas ya?

    Balas

Leave your comment