Bergabung dengan Institut Ibu Profesional

Bulan ini saya resmi mengikuti kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #8. Di kelas ini, kami akan menaiki bahtera matrikulasi dan akan menjelajahi samudra. Selama penjelajahan samudra ini, kami akan menyelesaikan beberapa misi yang diberikan. Misi pertama ini bertema “Menemukan Kerang Istimewa”.

Misi 1: Menemukan Kerang Istimewa

Sambil menyelam minum air. Sambil menyelesaikan misi, saya mau cerita juga sekilas bagaimana saya bisa bergabung dengan Institut Ibu Profesional.

Nama Ibu Profesional sudah saya kenal sejak lama, terutama dari setoran tugas-tugas Institut Ibu Profesional yang cukup sering seliweran di media sosial saya. Rupanya banyak juga teman-teman di circle saya yang bergabung dengan Ibu Profesional. Dari tugas-tugas mereka saya tahu ada istilah matrikulasi, bunda sayang, dan sebagainya.

Tapi dulu saya tidak tertarik untuk ikut, karena yang ada di mata saya, tugasnya banyak amat, wkwk. Belum sanggup rasanya untuk menambah rutinitas saya dengan ngerjain tugas-tugas, hmm. Padahal belum cari tahu lebih lanjut di Ibu Profesional ini sebenarnya ngapain aja. Udah jiper duluan sama tugas-tugasnya.

Wah, sungguh pembukaan tulisan yang tidak syahdu, wkwk.

Tahun lalu ketika ada informasi pembukaan pendaftaran untuk bergabung dengan Ibu Profesional, saya pun ga serta merta langsung semangat mau ikut. Tapi ketika ada teman yang nanya apakah mau ikut, saya mulai mikir. Ikut ga yaa? Di satu sisi, saya masih khawatir apakah bisa membagi waktu saya nantinya. Di sisi lain, mumpung sekarang ada beberapa teman yang juga ikutan, kenapa ga ikutan aja? Saya yakin kalau ikut Ibu Profesional pasti bakal nambah teman. Tapi kalau sudah ada teman yang dikenal yang juga ikut, tentunya bisa lebih semangat.

Setelah mikir-mikir, dan dengan modal ada teman, akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar. 

Lagi-lagi, bukan alasan yang romantis, ahaha.

Setelah terdaftar, kami dimasukkan ke grup Facebook Ibu Profesional. Tadinya saya kira grup ini isinya peserta baru aja, tapi ternyata anggotanya semua orang yang sudah tergabung dengan Ibu Profesional. Banyak nama yang sudah saya kenal, dan mereka keren-keren.

Perkenalan lebih dalam dengan Ibu Profesional dimulai dengan Kelas Foundation di grup Facebook Ibu Profesional tersebut. Dari sana saya mulai tahu lebih banyak tentang Ibu Profesional. 

Materi yang paling berkesan buat saya tentu saja materi dari Ibu Septi Peni Wulandani, selaku Founder Ibu Profesional. Dulu saya cuma tahu banyak anggota Ibu Profesional yang kagum dengan sosok ibu ini, dan akhirnya saya bisa paham kenapa. Keren dan humble sekali memang, huhu.

Dari situ saya mulai mikir, bahwa walaupun awalnya judulnya “cuma” ikut-ikutan teman, tapi saya sadar bahwa di Ibu Profesional ini bakal banyak yang bisa saya dapatkan. Saya juga sudah merasa, ini waktunya saya memperbaiki dan terus meng-upgrade diri, biar hidup saya ga hanya gitu-gitu aja. Saya juga ingin jadi bermanfaat untuk sekitar.

Kalau dulu saya tahunya di Ibu Profesional itu isinya hanya kuliah dan tugas-tugasnya, rupanya saat ini di Ibu Profesional ada beberapa komponen yang bisa kita pilih, yakni komunitas, institut, dan sejuta cinta. Boleh pilih satu ataupun lebih. Walau awalnya jiper dengan tugas-tugasnya, pada akhirnya saya memilih masuk Institut Ibu Profesional (IIP) juga, karena dengan kondisi dan posisi saya saat ini, saya merasa saya masih butuh banyak belajar lagi.

matrikulasi iip batch 8

Saya tahu IIP adalah tempat yang benar. Saya suka dengan kata-kata Ibu Septi, bahwa di Ibu Profesional kita belajar dan tumbuh bersama. Tidak ada yang lebih tahu, yang ada hanyalah yang sudah lebih dahulu menjalankan. Ada 5 value di Ibu Profesional yang ternyata sejalan dengan tahapan yang ingin saya lalui, walaupun saya belum tahu bentuk nyatanya seperti apa nantinya. Jadi saya yakin pilihan masuk IIP ini sudah benar adanya.

5 value yang dimaksud di atas adalah: 

  1. Belajar; belajar bersama terus-menerus.
  2. Berkembang; ada indikator pribadi perkembangan diri dari hari ke hari.
  3. Berkarya; mengaktualisasikan diri dengan apa yang sudah ditekuni, dengan jam terbang yang ada.
  4. Berbagi; bagilah apa yang sudah didapat sehingga bermanfaat bagi orang lain.
  5. Berdampak; saling memberikan dampak, memperbesar dampak para ibu.

Saya tahu IIP adalah tempat yang baik. Saya tahu banyak ibu luar biasa yang sudah bergabung di Ibu Profesional, dan dengan segala kesibukannya, mereka bisa berkarya dan berbagi banyak hal yang bermanfaat. Berada di antara mereka, insya Allah bisa ketularan hal-hal baiknya. 

Ditambah lagi ada karakter moral Ibu Profesional berikut:

  • Never stop running, the mission alive.
    Ibu profesional tidak akan pernah berhenti menjalankan misi dan tugasnya. Kita sama-sama tuntaskan misi itu. Misi itu selalu hidup.
  • Don’t teach me, I love to learn.
    Tidak saling mengajari, tapi senang belajar. Tidak akan berhenti mencari ilmu, punya rasa ingin tahu yang luar biasa, untuk bisa meningkatkan kualitas dirinya.
  • I know I can be better. Kita yakin akan lebih baik dari hari ke hari. Kita tidak membandingkan diri kita dengan perempuan lain, tapi dengan diri kita yang lalu.
  • Always on time.
    Selalu menghargai waktu, mulai dari diri sendiri, bukan menyuruh orang lain. Malu jika terlambat.
  • Sharing is caring.
    Knowing → being → sharing. Selalu berbagi, senang melihat teman lain sukses. Punya ilmu tidak untuk diri sendiri, tapi untuk dibagikan. Praktikkan dulu, baru dibagikan.

Saya tahu IIP adalah tempat yang bermanfaat. Di Ibu Profesional ternyata ada buanyaaak sekali pilihan kegiatan yang bisa kita ikuti dan itu sudah dibuktikan dengan banyaknya manfaat yang bisa dirasakan oleh para peserta terdahulu. Saya yakin ilmu apapun yang didapat dari Ibu Profesional pasti bermanfaat, mulai dari menambah ilmu, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, menggali dan memaksimalkan potensi diri, hingga berkarya, berbagi, dan memberi manfaat kepada sekitar kita. 

Ragam kegiatan IIP yang akan saya ikuti yaitu kuliah online (semoga setelah matrikulasi masih bisa lanjut ke level-level berikutnya), kelas-kelas online di luar materi kuliah IIP, dan Komunitas Literasi Ibu Profesional (KLIP). Dengan posisi saya yang saat ini masih di luar negeri, sepertinya saya hanya bisa mengikuti kegiatan yang sifatnya online.

Untuk KLIP sendiri saya justru sudah ikut sejak 2 tahun lalu, ketika namanya masih #ODOPfor99Days. Saat itu KLIP memang terbuka untuk umum, tidak hanya untuk anggota Ibu Profesional. Dan mulai tahun ini saya juga memutuskan bergabung dengan pengurus KLIP. Nanti jika saya sudah kembali ke Indonesia, pengen juga sih kapan-kapan ikutan kegiatan offline-nya, hehe.

Demikian sekilas tentang saya dan IIP. Semoga apa yang saya harapkan bisa tercapai, aamiin.

#navigasidanberaksi
#matrikulasibatch8
#institutibuprofesional
#belajardarirumah

Salam,

Reisha Humaira

2 tanggapan untuk “Bergabung dengan Institut Ibu Profesional

  • 15 April 2020 pada 20:39
    Permalink

    Halo mbak Reisha, menemukan blog mba pas mencari tau terkait dengan Googl* Adsense, ehe lalu menyadari mbak ikut matrikulasi IIP batch 8 juga ya pas banget sama.. saya junior nih masih single, salut mba perantau di negara sebelah ya. Salam kenal saya Rini domisili Kab Mappi, Papua. Beruntung banget sepertinya ngenal peserta2 di IIP itu luar biasa memotivasi diri yang lg kekurangan rasa percaya diri

    Balas
    • 16 April 2020 pada 16:05
      Permalink

      Halo mbak Rakhma, salam kenal jugaaa 🙂 Wah masih single brarti semangat belajarnya tinggi sekali ya mbak. Moga ketularan semangat juga nih. Mari sama-sama belajar. 😉

      Balas

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: