Diari Kehamilan Kedua: Kontrol Kandungan Ke-5 (Trimester 2, 25-26 Weeks)

Jumat, 17 Desember 2021

Kontrol kali ini terasa lama sekali jedanya dari bulan sebelumnya. Memang lebih lama sih, selang 5 minggu, ditambah pula kami mudik sejak akhir November selama dua minggu lebih dan lewat jalur darat alias road trip, uwow. Saya penasaran apakah janin saya masih setrong setelah dibawa melalui perjalanan darat ribuan kilometer.

Cerita Kontrol Kandungan Ke-5

Seperti biasa, saya booking jadwal ke BWCC Bintaro lagi. Awalnya mau hari Rabu, 15 Desember 2021 sore. Hanya saja sehari sebelumnya saya dapat info bahwa jadwalnya dialihkan ke Jumat, 17 Desember 2021 siang karena dr. R berhalangan praktik pada hari Rabu.

Saya biasanya memilih jadwal sore biar suami bisa nganter. Pas dapat info siang, saya agak dilema juga, apa mending diundur lagi ke minggu berikutnya, atau tetap berangkat Jumat siang tanpa suami. Hanya saja kalau diundur lagi, saya merasa makin kelamaan.

Nah kebetulan juga waktu itu mama saya ikut ke Bintaro dari kampung halaman, jadi saya bisa ditemani sama mama juga. Hanya saja berangkatnya jadi kudu pake GoCar. Ga apa-apa lah. Suami pun setuju.

Poli BWCC Bintaro Belum Pindah Saat Itu

Sekembalinya ke Bintaro dari road trip, kami sempat lewat di depan gedung BWCC Bintaro yang baru dan ternyata gedungnya sudah beroperasi. Namun di gedung yang lama juga masih tampak ada aktivitas.

Jadilah sebelum datang saya telepon dulu untuk memastikan saya harus ke gedung yang mana. Sayang sekali katanya untuk poli masih di gedung yang lama, belum pindah ke gedung baru. Wah padahal udah penasaran gedung yang baru kayak apa di dalamnya, hehe.

Kami sampai di BWCC Bintaro sekitar jam 11. Kerasa apes juga saat itu karena nunggunya ternyata lama banget, heu. Pas masih antre, Akas udah mulai rungsing, kombinasi lelah menunggu, ga ada aktivitas, dan lapar. Akhirnya saya bawa Akas jajan ke luar dulu.

Kami beli sop buah. Kirain ini cukup untuk bikin dia tenang dalam waktu lama, ternyata hanya sebentar. Fyuh. Masalahnya kan saya juga ga bisa ya minta didahulukan. Mau ga mau mesti nunggu giliran dipanggil. Kalo ga salah hampir jam 1 gitu deh nama saya baru dipanggil, fyuh.

Kontrol Ketiga dengan dr. R

Saya kira ketika saya dipanggil, Akas udah bakal lebih tenang karena artinya bukan menunggu lagi. Ternyata tidak. Akas masih aja lanjut berdrama ketika kami masuk ke ruangan dokter.

dr. R mulai melakukan USG kepada saya seperti biasanya, dan Akas makin menjadi-jadi. Astaghfirullah. Dia ribut pengen keluar. Saya udah ngomong baik-baik tapi ga mempan. Kalau ada ayahnya sih bisalah dikendalikan sama ayahnya, masalahnya saat itu ga ada.

dr. R sebenarnya santai aja. Sesama emak-emak udah paham kalau anak kecil itu ada masanya tantrum. Namun sayanya ga enak dan malu ke dokternya. Saya sempat mau kasih HP ke Akas, kali aja dia bisa tenang kalau dikasih nonton, namun dr. R justru melarang. Biarin aja katanya biar ga kebiasaan. Nah mantep nih dr. R, setuju saya. dr. R bahkan juga sesekali nimpalin Akas ketika USG.

Kondisi kehamilan saya menurut dr. R semuanya bagus, alhamdulillah. Anak setrong, aamiin. Di USG pun jenis kelaminnya kata dr. R sejauh ini masih perempuan, sama seperti USG-USG sebelumnya.

Setelah USG, dr. R juga nampilin foto wajah si janin di layar. Waaah, alhamdulillah ketemu lagi. Udah makin besar ya nak. ­čÖé Kali ini ga ada ayahnya yang bisa dimintai tolong untuk motret, jadi kudu saya yang riweuh motoin foto wajah si janin.

Masya Allah

Untuk kontrol bulan berikutnya, dr. R menyuruh saya untuk tes darah juga karena udah masuk trimester ketiga. Sebelum tes darah katanya mesti puasa dulu selama minimal 8 jam, kalau minum air putih ga apa-apa. Oh baiklah.

Sebenarnya ada beberapa hal yang mau saya tanyain ke dr. R saat itu. Tapi dengan adanya Akas yang ribut, saya merasa udah ga kondusif lagi. Saya udah nahan-nahan emosi juga dari tadi, fyuh. Jadi langsung saya tuntasin aja kontrol saat itu.

Setelah kontrol, episode kami menunggu belumlah selesai. Saya masih harus nungguin vitamin yang diresepkan serta konfirmasi pembayaran ke asuransi saya. Fyuh.

Sembari menunggu, saya ceramahin lah Akas, saya ga suka dengan sikapnya tadi. Suara saya pelanin, tapi bisa-bisa aja sih kedengeran sama orang lain. Tapi saya ga peduli juga kalaupun ada yang mendengar dan mikir macam-macam. Fyuh.

Setelahnya Akas ga berani ribut lagi. Dia pasrah menunggu saya selesai. Ya Allah kenapa ga tadi aja sih nak tenangnya. Fyuh.

Beres dengan urusan di klinik, kami mau segera pulang. Saya order GoCar tapi ga dapet-dapet, astaga. Coba GrabCar sama aja, BlueBird pun begitu. Mau coba cegat taksi di jalan juga ga ada. Lamaaa banget hingga akhirnya dapet GoCar juga. Gerah, udah keringetan.

Ya Allah, benar-benar penuh ujian rasanya kontrol kandungan di hari itu. 

Catatan Kontrol Kandungan Ke-5

Catatan Kontrol

  • Tanggal: 17 Desember 2021
  • Tempat: Bintaro Women And Children Clinic (dr. R)
  • Tensi Ibu: 100/80
  • Berat Ibu: 69.05 kg (naik 3.5 kg dalam 5 minggu)
  • Suplemen: Folamil Genio dan Cal 95 (untuk 30 hari)

Hasil USG

  • BPD (diameter kepala): 6.43cm, 26w0d ┬▒ 76.1%, 25-03-2022
  • OFD (HC) (diameter lingkar kepala): 7.63cm, 24w3d ┬▒ 12.1%, 05-04-2022
  • AC (ukuran lingkar perut): 20.34cm, 25w0d ┬▒ 39.1%, 01-04-2022
  • FL (panjang tulang paha): 4.68cm, 25w4d ┬▒ 55.3%, 28-03-2022
  • EFW (perkiraan berat janin): 822g, 25w2d ┬▒ 63.9%, 30-03-2022

Biaya Pemeriksaan Kehamilan

  • Administrasi pasien: Rp36.000
    Konsultasi dokter spesialis: Rp282.000
    Prosedur USG dengan print: Rp180.000
    Set alat periksa dokter: Rp49.200
    Folamil Genio (30 tablet): Rp203.520
    Cal 95 (30 tablet): Rp252.000
  • Total = Rp1.002.720 (ditanggung asuransi)

# Ditulis di Bintaro, 4 Februari 2022 #

Salam,

Reisha Humaira

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: