Membuat SKCK untuk Urusan Pekerjaan

Bulan April 2018 lalu, saat dikabari bahwa saya diterima bekerja di Bukalapak, saya diminta untuk melengkapi beberapa dokumen, salah satunya Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Wah seumur-umur saya belum pernah bikin SKCK, seperti apa ya ini urusannya?

Baca juga: Setelah 3 Bulan Menjadi Working Mom

Saya pun mulai browsing, dan saat itu saya ketahui ternyata kita bisa urus SKCK online di skck.polri.go.id. Saya pun mencoba menggunakan sistem online ini. Masalahnya saat memilih tempat pembuatan SKCK, dengan KTP saya yang masih beralamat di Padang, saya cuma bisa memilih tempat di Padang. Duh, padahal saya tinggal di Bandung.

Saya coba cari info lebih lanjut sampai menelepon ke kepolisian (udah lupa juga nelepon nomor mana), dan ternyata memang bikin SKCK itu harus sesuai dengan domisili KTP, ga bisa di tempat lain. Nah untungnya akhir April saya berencana mudik ke Padang untuk menghadiri resepsi pernikahan sepupu saya, jadi bisa sekalian deh.

Buat SKCK di Mana?

Hal pertama yang saya pikirkan tentulah di mana saya harus mengurus SKCK ini? Kepolisian kan punya beberapa tingkat kewenangan, mulai dari Polsek, Polres, Polda, hingga Mabes Polri. Di sistem SKCK online itu, untuk keperluan pekerjaan bisa urus SKCK di Polsek atau Polres. Saya ga cek lebih lanjut bedanya apa. Dari pihak kantor juga ga dijelasin butuhnya yang mana.

Kebetulan suami dulu pernah bikin SKCK dan bikinnya di Polres Kota Padang. Jadi ya udah, akhirnya saya ikut aja bikin di sana, hehe.

Prosedur Pembuatan SKCK Baru di Polresta Padang

Pada akhirnya saya tidak menggunakan sistem SKCK online karena saya kebingungan mengisi sejumlah data. Dari pada ntar salah dan ribet lagi, jadi mending saya urus semua secara offline.

Hari Sabtu tanggal 28 April 2018 saya berangkat pagi-pagi ke Polresta Padang. Pengennya dapat antrean awal-awal banget biar cepat juga selesainya, soalnya hari itu juga hari resepsi sepupu saya, wkwk. Jam 8 pagi saya sudah sampai di sana, daaan ternyata loketnya baru buka jam 9, errr.

Baca juga: Menghadiri Pernikahan Luthfi & Reza serta Reza & Merin

Di papan informasi ada keterangan bahwa standar pelayanan SKCK baru itu 15 menit, untuk perpanjangan 10 menit. Wah keren juga nih kalau memang secepat itu. Saya jadi yakin urusan saya bisa cepat beres.

Semua info terkait SKCK

Jadwal dan Syarat Pembuatan SKCK Baru

Berikut jadwal pelayanan SKCK di Polresta Padang:

  • Senin-Kamis, 09.00 – 14.00 WIB
  • Jumat, 09.00 – 11.00 WIB
  • Sabtu, 09.00 – 13.00 WIB
  • Istirahat jam 12.00 – 13.00 WIB

Saat saya ke arah loket sebenarnya sudah ada beberapa petugas yang datang, tampaknya abis olahraga pagi bersama. Tapi ya gitu deh, mana ada loket buka lebih awal, heuheu. Sambil menunggu, saya memfotokopi beberapa berkas yang kebetulan belum saya fotokopi.

Syarat pengurusan SKCK baru sebagai berikut:

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi KK
  • Fotokopi Akta Kelahiran
  • Pas foto 4×6 (harus dengan latar belakang merah) sebanyak 6 lembar
  • Rumus sidik jari

Biaya penerbitan SKCK ditetapkan sebesar Rp30.000 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2016 tentang PNBP di Lingkungan Polri. SKCK berlaku selama 6 bulan.

Saya lanjut menunggu, lalu ada petugas yang menyapa dan menanyakan keperluan saya, akhirnya saya diberi formulir yang mesti diisi. Lumayan lah yaa bisa nyicil ngisi dulu sebelum ramai.

Ternyata ada 2 formulir yang harus diisi, yakni daftar pertanyaan SKCK dan Kartu Tik. Dan saya disuruh meminta kartu untuk sidik jari ke tempat fotokopi. Ku tak paham kenapa ada formulir yang dipisah tempat pengambilannya.

Yang harus diisi

Saya segera mengisi semua formulir. Setelah itu saya masih menunggu dengan geje. Belakangan baru saya sadari ternyata kartu AK-23 untuk sidik jari itu bolak balik, tadinya saya kira cuma di halaman depan aja. Argh. Dan ternyata di belakangnya lumayan banyak juga yang mesti diisi. Yang bikin saya rada bingung sih ngisi bagian sinyalemen tubuh. Ada panduannya sih di sana, tapi ya gambar kayak gini doank.

Panduan terkait sinyalemen tubuh

Tak lama kemudian, loket pun dibuka. Saya segera menuju loket dan menyerahkan semua berkas saya dalam sebuah map bening. Yang rada bikin sebel itu, saya disuruh beli map kertas merah di tempat fotokopi. Katanya berkas-berkas itu harus dimasukkan ke dalam map kertas itu. Errr. Dan gara-gara harus beli map ini saya ga jadi dapat antrean pertama. Kesel padahal udah datang paling awal ke sana.

Alur Pembuatan SKCK Baru

Begitu datang ke tempat pembuatan SKCK di Polresta Padang, kita harus menuju salah satu dari tiga loket berikut, sesuai keperluan.

  • Loket 1: tempat pendaftaran untuk pembuatan SKCK baru
  • Loket 2: tempat pendaftaran untuk perpanjangan SKCK
  • Loket 3: tempat pendaftaran untuk yang menggunakan SKCK online
Ini loketnya

Saya ke Loket 1 dan setelah berkas saya diterima, saya mendapat nomor antrean. Berikutnya nunggu dipanggil ke Loket 4 untuk proses penelitian berkas dan wawancara. Wawancaranya ga gimana-gimana sih, cuma ditanya SKCK-nya buat apa.

Trus saya nunggu lagi untuk pengambilan sidik jari. Kali ini agak lama karena petugasnya ga langsung masuk di jam 9 teng. Fyuh. Proses pengambilan sidik jari ternyata belepotan banget ya, heuu. Abis dikasih hitam-hitam dan diambil sidik jari itu cuma dikasih tisu biasa, ga bakal bersih deh. Untung bawa tisu basah jadinya lumayan bersih.

Pengambilan disik jari orang sebelum saya

Beres dengan sidik jari tinggal nunggu SKCK-nya dicetak. Ditunggu 15 menit ga jadi-jadi juga. Fyuh. Padahal udah majang SKCK kelar dalam 15 menit, tapi nyatanya ga juga.

Saya coba ngintip ke tempat pengambilan SKCK, bahkan yang ngantre sebelum saya pun belum ada SKCK-nya. Yang dikerjain petugas malah saya lihat ga ada orangnya. Dugaan saya sih itu petugasnya masih beresin SKCK orang-orang yang urus dari hari sebelumnya.

Yang bikin makin kesel itu, ada anak SMA yang antreannya 1 atau 2 nomor setelah saya. Trus tiba-tiba dia disamperin ibu-ibu petugas, tampaknya kenal, dan berkat dibantuin si ibu itu, SKCK dia jadi duluan. The power of kenal orang dalam, errrrr.

Saya makin ga sabar menunggu. Udah mepet mau ke kondangan. Saya pun memutuskan untuk pergi saja dan ambil SKCK-nya nanti siang.

Jam 12-an saya kembali lagi ke Polres dan alhamdulillah SKCK saya sudah jadi. Saya melihat orang-orang memfotokopi SKCK-nya dan meminta legalisir, trus saya ikutan deh. Selesai dengan urusan legalisir, beres sudah SKCK saya, hoho.

FAQ Seputar SKCK

Mengurus SKCK sebenarnya gampang banget ya dan harusnya bisa cepat. Di pengalaman saya di Polresta Padang ini, yang bikin lama mungkin karena banyak sekali yang bikin SKCK di sana.

Apakah Bisa Membuat SKCK di Luar Domisili KTP?

Andai saja saya ga ada agenda mudik saat itu, saya pasti bakal nanyain ini juga. Mahal sekali yaa biayanya kalau saya harus terbang ke Padang hanya untuk buat SKCK.

Jika ga bisa pulang ke alamat sesuai KTP, masih bisa kok bikin SKCK. Caranya rekam sidik jari dulu aja di daerah tempat tinggal sekarang. Trus nanti sidik jari dan persyaratan lainnya tinggal dikirim, lalu minta bantuan saudara atau keluarga deh buat ngurusin SKCK-nya.

Kalau ga ada yang bisa bantu ngurusin gimana? Katanya bisa pakai surat keterangan domisili.

Apakah Harus Ada Surat Pengantar dari RT, RW, dst.?

Tidak. Dulu memang ada yang menulis bahwa surat pengantar itu diperlukan. Tapi sekarang udah ga butuh lagi. Saya malah ga tahu soal ini, langsung datang gitu aja ke Polres. Di Polres juga ga ditanyai lagi soal surat pengantar.

Demikian pengalaman saya mengurus SKCK di Polresta Padang. Ada yang pernah juga?

Salam,

Reisha Humaira

3 tanggapan untuk “Membuat SKCK untuk Urusan Pekerjaan

  • 22 November 2018 pada 10:47
    Permalink

    Unii.. minggu ini Bayu bikin skck di batusangkar, dibantu orang tua. Input sidik jari di Polres bekasi, pake syarat keterangan domisili. Jadi aja harus ke RT,RW dan kantor desa. Hahah Alhamdulillah sudah jadi skcknya.

    Balas
    • 25 November 2018 pada 09:23
      Permalink

      Oh, ke RT RW-nya demi surat keterangan domisili ya? Kalau surat itu emang harus ke RT RW ya, hihi. Eh tapi ayah Akas beberapa minggu lalu rekam sidik jari di Polres sini bisa langsung aja, ga diminta surat keterangan domisili.

      Balas
  • 12 Maret 2019 pada 23:04
    Permalink

    Mantab sob, ilmunya mengenai cara membuat skck sangat bermanfaat kalau bisa terus di update informasinya sob. Biar orang-orang yang belum pernah bikin skck jadi paham prosedur pembuatannya

    Balas

Leave your comment