Road Trip NZ: Landscape Menakjubkan Antara Milford Sound dan Te Anau

Sabtu, 29 Juni 2019

Milford Sound yang terkenal itu, lokasinya bisa dibilang sangat terpencil. Kota terdekat ke sana yakni Te Anau, dan dari Te Anau sendiri butuh perjalanan darat sekitar 2 jam untuk sampai ke sana. Akses jalan raya ke sana cuma itu satu-satunya, jadi setelah mengikuti cruise di Milford Sound, mau tidak mau kita kembali melewati jalan yang sama. Bosan? Alhamdulillah ga lho, soalnya sepanjang perjalanan antara Te Anau dan Milford Sound ini, banyak sekali landscape menakjubkan yang dilewati.

Sebelumnya ketika berangkat dari Te Anau, kami tidak bisa menikmati pemandangan di sepanjang jalan karena udah buru-buru dan panik takut terlambat untuk naik cruise di Milford Sound. Alhasil cuma lihat sekilas, tapi segitu pun udah bikin kagum.

Beres cruise dari Milford Sound barulah kami merasa lebih santai dan berencana mampir di banyak spot di sepanjang jalan menuju Te Anau lagi. Waktu itu saya sempat ambil brosur berisi peta spot-spot sepanjang jalan antara Te Anau dan Milford Sound. Ada belasan atau 20-an spot deh seingat saya. Sayangnya entah di mana itu brosurnya sekarang, jadi saya ga bisa nge-list nama-namanya di sini, huehe. Tapi tanpa itu pun, yaa tinggal perhatikan sekeliling serta rambu atau papan petunjuk di pinggir jalan.

Baca: Itinerary dan Biaya Road Trip dengan Campervan di South Island, Winter 2019

Dari sekian banyak spot itu, pada akhirnya yang sempat kami nikmati ga gitu banyak juga sih. Masalahnya saat itu ada di cuaca dan waktu, hehe. Cuaca kurang bersahabat, jadi kami masih sempat ketemu hujan di perjalanan. Lalu karena saat itu winter, jam 5 sore udah gelap, kami juga mengejar supaya udah sampai di Te Anau sebelum gelap. 

Berikut tempat-tempat yang sempat kami singgahi dalam perjalanan dari Milford Sound hingga Te Anau.

The Chasm

Di awal perjalanan kami melihat papan petunjuk lokasi The Chasm. Penasaran, kami pun mencoba mampir. Parkirannya lumayan luas dan ada beberapa mobil di sana.

the chasm milford sound
Parkiran di The Chasm

Keluar dari campervan, kami melihat dua ekor burung kea. Burung kea adalah burung endemik New Zealand dan habitat alaminya itu di daerah pegunungan di South Island itu. Burung ini juga katanya termasuk binatang langka di New Zealand. Saat itu para burung kea ini cuma berjalan mondar-mandir di parkiran. Sepertinya rasa ingin tahunya cukup tinggi karena selalu berjalan ke dekat mobil atau campervan. Tapi kalau didekati, merekanya menjauh.

burung kea new zealand
Si burung kea

Kami sempat melihat ada papan informasi berisi keterangan jalan ke The Chasm itu PP 20 menit. Sayang sekali cuaca sedang tidak bagus di sana. Gerimis dan langit mayoritas tertutup awan. Kalau cuaca cerah mungkin kami mau-mau aja jalan ke sana, tapi kami memilih balik kanan aja dari pada kedinginan. Kalau googling, di The Chasm itu ada sungai dan air terjunnya.

Cleddau Valley

Dari The Chasm, perjalanan berlanjut melewati hutan dan pegunungan. Lalu sampailah kami di lembah yang diapit gunung-gunung batu yang tinggi. Sebagian puncaknya saat itu tertutup salju tipis. Di dinding gunung-gunung itu sekilas tampak aliran air. Air terjun atau bukan ya? Kecil sih, ga sederas air terjun yang biasa kita lihat.

cleddau valley milford sound
Pegunungan menuju Milford Sound

Di lembah ini, saat itu cuaca berkabut, jadi pemandangannya tidak begitu jelas. Saya yakin pemandangannya bagus banget kalau cerah. 

cleddau valley
Coba kalau cerah yaa

Jalanan di sana berbelok-belok. Dan sayangnya agak susah cari tempat berhenti di sana, apalagi buat campervan.

Baca: Seri Campervan: 15 Hal Yang Harus Diketahui Seputar Campervan di New Zealand

Homer Tunnel

Setelah melewati Cleddau Valley, saatnya masuk ke Homer Tunnel. Homer Tunnel ini adalah terowongan yang memungkinkan adanya akses jalan raya ke Milford Sound. Tanpa terowongan ini, akses ke Milford Sound cuma bisa dengan mendaki gunung lewati lembah, dengan kapal, atau dengan pesawat, hehe.

menuju homer tunnel
Di jalan menuju Homer Tunnel

Homer Tunnel yang menembus bukit batu ini dibuka pada tahun 1954. Terowongan ini cuma buat satu jalur, jadi kendaraan yang mau masuk mesti bergantian. Di kedua ujung Homer Tunnel terdapat lampu beserta timer berapa lama kita mesti menunggu sebelum bisa masuk.

homer tunnel milford sound
Hampir sampai ke Homer Tunnel

Kabarnya saat musim panas, antrean di Homer Tunnel ini lama banget karena ramai sekali yang mau lewat sana. Jadi, kalau ke Milford Sound saat summer kudu spare waktu lebih banyak untuk perjalanan ke sana.

antre masuk Homer Tunnel
Antre masuk Homer Tunnel

Keluar dari Homer Tunnel

Beda musim, pemandangan di sepanjang jalan pasti berbeda juga. Saat kami ke sana, begitu keluar dari Homer Tunnel, rasanya seperti memasuki dunia yang berbeda. Sebelum masuk terowongan, bukit-bukit masih tampak biasa, dengan beberapa air terjun mengalir di dinding batunya. Saljunya pun sedikit sekali. Di sisi sebaliknya, semua beku berselimut salju. Salju putih di mana-mana. Masya Allah.

salju milford sound
Saljuuuuuuuu
homer tunnel milford sound
Bangunan apa ya itu?

Pak suami memacu campervan kami begitu cepat saat itu sehingga spot bersalju itu terlewat begitu saja. Seingat saya, cuma di situ yang kondisi saljunya bagus, setelah itu ga ada lagi. Kami pun memutuskan untuk balik kanan. Yaa kapan lagi kan, dari pada menyesal, hehe.

salju di homer tunnel
Ga setebal tempat main ski sih, tapi lumayan lah
pegunungan salju milford sound
Pemandangan di sisi lainnya

Karena musim dingin di Auckland ga ada salju, walau ini bukan kali pertama saya ketemu salju, rasanya tetap takjub. Melihat salju begini barulah kerasa bahwa kami lagi road trip di musim dingin, hehe. Ingin rasanya bawa Akas main salju sebentar di sana, tapi Akasnya ketiduran. Kecapean setelah cruise dan lari-lari, hehe.  Cuaca masih belum bersahabat juga sih, masih hujan di sana. Hujan air sayangnya, bukan hujan salju.

Selalu suka deh lihat gunung bersalju

Eglinton Valley

Dari tadi kami sudah melewati berbagai tipe landscape berbeda, dari gunung batu, lembah, hingga gunung bersalju. Setelahnya alam South Island ini menyuguhkan lembah dengan padang rumput yang sangat luas. Sebelumnya berasa sempit karena kiri-kanan diapit bukit-bukit, sekarang rasanya lapang sekali.

eglinton valley
Hamparan rumput di Eglinton Valley
eglinton valley
Sisi lainnya

Langit sudah cukup bersahabat sehingga akhirnya ada warna biru langit lagi di foto kami, hihi. Saat itu ada beberapa orang yang berhenti juga di sekitar sana. Foto-fotonya heboh dan lama pula. Berhubung kami mau berfoto tanpa ada mereka, kami pun menunggu beberapa saat hingga mereka pergi. Niat amat memang, wkwk.

berfoto di eglinton valley
Nah kesannya kami aja kan di sana, hihi

Ketika melihat jalanan yang sepi, kami pun tergoda untuk berfoto di tengah jalan yang kosong, hihi. Bikin foto di tengah jalan gini kudu gerak cepat dan ekstra hati-hati. Kendaraan yang lewat memang ga banyak, tapi kalau lewat pasti melaju dengan kecepatan tinggi. Jadi pastikan kondisi jalan dari kedua arah terlihat. Dan sebaiknya ga bawa anak untuk foto nekat begini. Saat itu Akas kami minta menunggu di campervan, alhamdulillah nurut.

berfoto di tengah jalan
Kalau di kota sih susah ya foto di jalanan kosong, hehe

Mirror Lakes

Setelah puas foto-foto, kami melanjutkan perjalanan. Udah sore, kami pengen sampai di Te Anau sebelum gelap. Singkat sekali memang waktu siang di musim dingin ini, jam 5 udah gelap. Niatnya mau langsung ke Te Anau aja, etapi pas lihat plang Mirror Lakes, kami pun memutuskan untuk mampir. Bentar aja buat fotoin dikit. Untungnya jalan ke Mirror Lakes dari pinggir jalan raya ga begitu jauh.

Jalan ke mirror lakes
Track jalan menuju Mirror Lakes

Dari namanya, saya yakin pada kondisi yang sempurna, danau ini akan memantulkan bayangan dari pemandangan di sekitarnya bagai cermin. Tapi saat itu ada sejumlah tumbuhan liar di permukaan danau, ditambah dengan bebek-bebek berenang yang bikin air jadi sedikit bergelombang.

Mirror Lakes
Mirror Lakes yang ga begitu kayak cermin

Namun demikian pemandangan sekitarnya bagus juga, jadi kondisi danau bisa dimaafkan deh, hehe.

pemandangan Mirror Lakes
Pemandangan di sekitar Mirror Lakes

Satu hal yang menarik di sini adalah plang nama danaunya. Ditulis terbalik donk, sehingga tulisan normalnya bisa dibaca dari bayangannya di danau. Yaa, disesuaikan sekali ini dengan nama danaunya, hehe.

Mirror Lakes
Plangnya yang bener yang mana?

Te Anau

Mirror Lakes adalah spot terakhir kami berhenti di antara Milford Sound hingga Te Anau. Setelahnya kami segera meluncur ke Te Anau.

Baca: Road Trip NZ: Perjalanan dari Auckland ke Queenstown Hingga Te Anau

road trip south island
Pemandangan dari jendela campervan

Tadinya rencana kami adalah muter-muter Te Anau dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke campground berikutnya. Tapi waktu kami udah terlalu mepet sebelum gelap. Akhirnya kami memutuskan ke satu tempat aja, yakni Marakura Yacht Club. Tentu saja kami ga ada kepentingan dengan yacht club-nya, cuma kami tu pengen moto jetty yang selalu muncul kalau lagi googling tentang Te Anau. Tahu lokasinya pun dari hasil ubek-ubek TripAdvisor deh kalo ga salah. Dan di sanalah jetty itu, di tempat yang ditunjuk Google Maps sebagai Marakura Yacht Club.

jetty te anau
Main lempar batu ke danau

Di sana kami jalan-jalan sebentar, foto-foto, lalu sekalian aja siap-siap makan malam, mumpung masih parkir di sana. Jadi setelahnya kami bisa melanjutkan perjalanan dengan perut kenyang, hehe.

Demikian potongan perjalanan kami dari Milford Sound hingga Te Anau. Kalau browsing, kebanyakan bikin urutan tempatnya dari Te Anau, yaa tinggal dibalik aja urutannya dari apa yang saya tulis, hehe.

Untuk perjalanan panjang menuju Milford Sound ini, tips saya cuma satu: jangan tidur, hehe. Pemandangan Te Anau hingga Milford Sound itu sayang sekali untuk dilewatkan.

Salam,

Reisha Humaira

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: