Itinerary dan Biaya Road Trip dengan Campervan di South Island, Winter 2019

Kembali lagi ke detail cerita road trip kami di New Zealand. Kali ini road trip kedua kami, di musim dingin tahun lalu, sekaligus road trip pertama kami dengan campervan.

Pertama kali pakai campervan, di road trip ini kami banyak sekali belajar seluk-beluk bagaimana liburan dengan campervan. Learning by doing. Dan berakhir dengan nagih pakai campervan ituh, hihi.

Baca juga: Seri Campervan: 15 Hal Yang Harus Diketahui Seputar Campervan di New Zealand

Road trip ini dilakukan tanggal 28 Juni hingga 3 Juli 2019. Saat itu di New Zealand sudah masuk musim dingin, tapi masih awal banget, belum di puncak musim dinginnya.

Mengikuti format tulisan tentang road trip sebelumnya di North Island, kali ini fokus ke itinerary dan biayanya dulu yaa. Cerita lengkap tentang tempat wisata dan pengalaman ber-campervan-nya nanti ditulis terpisah. 😉

Itinerary Road Trip 6 Hari 5 Malam di South Island

Road trip kali ini diputuskan dalam waktu singkat banget karena pas ada tiket promo Jetstar. Suatu hari suami dapat info ada promo tiket Auckland-Queenstown. Harganya NZ$39 saja. Belum termasuk bagasi memang, tapi segitu pun udah murah banget! Soalnya sebelumnya saya pernah cek tiket Auckland-Wellington, harganya paling murah NZ$49, lah ini Queenstown lebih jauh, beda pulau, fix murah!

Suami langsung cek kapan jadwal ujian dan liburnya, lalu tiket pun langsung kami pesan. Kami pesan tiket PP bertiga, tambah bagasi 2×20 kg, totalnya NZ$312 “saja”. Masih jauh lebih murah ini dibanding tiket PP Bandung-Padang kami kalau mudik, wkwk.

Tiket sudah di tangan, tapi kami masih buta dengan South Island, haha. Belum pernah sama sekali browsing sebelumnya. Tapi yaa itinerary kan bisa disusun belakangan, hehe.

Itinerary yang disusun pun sempat berubah-ubah, mengingat kami mempertimbangkan kondisi cuaca. Awalnya dari Queenstown kami pengen road trip ke arah utara, menyusuri danau-danau hingga Tekapo. Tapi ramalan cuaca bilang di wilayah itu banyakan mendung atau hujan, hiks. 

Saya merasa bakal ga puas deh kalau ke wilayah sana saat cuaca kurang bagus, jadi kami pilih rute lain aja. Tekapo dkk. disimpan untuk road trip berikutnya. Dan pada akhirnya, rute yang kami tempuh seperti pada peta ini. Zoom aja ya biar lebih jelas, hehe. Total driving saat itu 1.439 km.

Begini detailnya.

Day 1: Auckland – Queenstown – Te Anau

Kami berangkat dengan penerbangan jam 8.30 pagi dari Auckland Airport. Kami berangkat dari rumah naik SkyBus, berhubung khawatir telat kalau naik bus biasa.

Baca juga: Transportasi Publik di Auckland: Pilihan Kendaraan Umum

Sampai di Queenstown Airport, kami mengontak kantor Britz, yang campervan-nya sudah kami booking. Kami dijemput lalu mengikuti segala prosedur pengambilan campervan.

Campervan sudah didapat, kami pun memulai road trip kami, yay. Tujuan kami di hari pertama itu adalah driving sampai ke Te Anau, ga ada tempat wisata khusus yang dituju. Kami menginap di sebuah holiday park di Te Anau, langit malam cerah, pertama kali lihat Milky Way. Luv.

Day 2: Te Anau – Milford Sound – Winton

Agenda utama kami adalah ke Milford Sound dan naik cruise di sana. Ke Milford Sound ini memang kami alokasikan waktu sehari karena perjalanan ke sana terbilang jauh, melewati jalan di pegunungan dan berbelok-belok. 

Kami ambil cruise jam 10 pagi, tapi perjalanan ke sana mengejar cruise ini sungguh drama, huhu. Kapan-kapan ya cerita lengkapnya, haha.

Cruise di Milford Sound masih terasa menyenangkan walau cuaca hujan. Beres cruise, kami kembali ke Te Anau, mampir bentar di sana, lalu lanjut driving ke campground berikutnya di Winton.

Day 3: Bluff – Invercargill – The Catlins

Hari ketiga kami mulai menyusuri The Catlins. The Catlins adalah area di tenggara South Island. Ada apa aja di sana? Lengkapnya bisa gugling “Southern Scenic Route”, huehe. Kami cuma mampir di beberapa spot.

Pagi-pagi dari Winton kami cicil perjalanan ke Invercargill, sekalian charge campervan yang udah mati listriknya, haha. Di Invercargill kami cuma parkir untuk sarapan dan siap-siap, lalu kami lanjut ke Stirling Point di kota Bluff.

Dari Stirling Point kami balik kanan lagi ke Invercargill, buat belanja atau apa gitu, lupa. Berikutnya kami menuju Slope Point. Saya suka sekali Slope Point ini, titik paling selatan di South Island.

Kami masih punya waktu sedikit sebelum gelap, jadi sambil driving ke campground berikutnya, kami sempatkan mampir ke Curio Bay. Kami menginap di campground di Balclutha.

Day 4: Nugget Point – Dunedin

Masih ada satu spot lagi di The Catlins yang ingin kami kunjungi, yakni Nugget Point. Nugget Point ini berupa sebuah semenanjung dan ada lighthouse di ujungnya. Konturnya menarik, jadi asa keren aja lihat lighthouse-nya dari kejauhan.

Berikutnya kami driving menuju Dunedin. Saat nyusun itinerary, kami sama sekali belum menentukan mau ke mana aja. Bingung soalnya karena kalau ditelusuri ya banyak pilihan yang bisa dikunjungi di Dunedin itu, wkwk.

Karena kami cuma punya waktu sekitar 3 jam di Dunedin sebelum gelap, kami cuma mampir ke beberapa landmark kota, yakni Dunedin Railway Station, Baldwin Street, dan seuprit bagian Otago Peninsula. Kami menginap di campground di luar Dunedin, ke arah perjalanan balik ke Queenstown. Di campground ini rezeki banget bisa lihat langit malam cerah penuh bintang, lengkap dengan Milky Way, aaaa.

Day 5: Coronet Peak – Queenstown – Glenorchy

Hari kelima di South Island, kali ini destinasinya ga pernah ada dalam itinerary. Tapi karena dengan campervan kita bisa fleksibel, ganti itinerary itu sangat memungkinkan, hehe.

Udah empat hari road trip, kami baru ingat kalau kami belum main salju sama sekali, padahal kan ini ceritanya winter road trip, gimana sih, wkwk. Sempat sih ketemu salju saat perjalanan ke Milford Sound, tapi salju dari pinggir jalan aja.

Baca juga: Road Trip di New Zealand di Musim Dingin, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Kami memutuskan ke Coronet Peak, biar Akas bisa main salju. Itu tempat ski atau snowboard, tapi bisa juga untuk sightseeing doank.

Puas main salju, kami melanjutkan perjalanan ke Queenstown. Di Queenstown kami cuma mampir sebentar di pinggir Lake Wakatipu, lalu lanjut driving ke Glenorchy. Kami memilih menginap di Glenorchy karena di sana kami dapet campground dengan powered site yang murah banget.

Day 6: Glenorchy – Queenstown

Road trip kami segera berakhir, huhu. Kami akan kembali ke Auckland dengan penerbangan jam 17.40, jadi kami masih punya cukup waktu untuk mampir ke beberapa tempat.

Dari campground, kami menuju Glenorchy Wharf. Berikutnya kami mampir ke dua spot yang jadi lokasi syuting Lord of The Rings, yakni Glenorchy Lagoon dan Isengard Lookout. 

Dari Glenorchy Lagoon tadi hujan udah mulai turun rintik-rintik. Sepanjang perjalanan kami balik ke Queenstown, kami berasa keejar-kejaran dengan awan hujan. Tapi kami kalah cepat dengan awan. Sampai di Queenstown hujan udah turun. Tadinya mau foto-foto di lake esplanade, batal deh.

Kami segera beberes campervan, balikin campervan, lalu diantar kembali ke bandara. Di pesawat kami langsung ketiduran. Berakhirlah road tip kami kali ini.

Biaya Road Trip 6 Hari 5 Malam di South Island

Menurut catatan kami, road trip ini menghabiskan biaya total NZ$2189.86. Silakan dikonversi sendiri ke rupiah ya kalau mau tahu, hehe.

Biaya paling gede untuk road trip dengan campervan itu tentu saja biaya sewa campervan plus diesel-nya, fufufu. Biaya bahan bakar memang meningkat drastis dibanding biaya bensin untuk road trip dengan mobil dulu.

Karena sebelumnya kami sewa mobil, pas sewa campervan ini rasanya mahal bangeet biayanya, apalagi ditambah asuransinya. Tapi buat kami asuransi mending diambil sih, ga mau ambil risiko. Tapi begitu tahu biaya sewa campervan di musim panas berapa, percayalah yang di musim dingin itu memang muraaah. 

Satu hal yang baru saya sadari belakangan adalah, ternyata biaya sewa campervan itu lebih murah kalau ngambilnya dari Christchurch ketimbang Queenstown (asumsi tempat ambil dan balikinnya sama ya). 

Kami berhubung penerbangannya ke Queenstown, jadi mau ga mau ambil campervan dari Queenstown. Dulu waktu beli tiket pesawat mah mana kepikiran soal ini, wkwk. Tapi ga nyesel juga sih ambil pesawatnya ke Queenstown, karena view Queenstown dari pesawat di musim dingin itu bagus banget!

Selanjutnya untuk biaya akomodasi, jauh menurun dibanding saat road trip dengan mobil dulu. Ini bisa ditekan lagi kalau ga sering-sering ke campground berbayar. Biaya ke tempat wisata juga ga terlalu banyak, karena yang berbayar itu cuma cruise di Milford Sound serta tiket di Coronet Peak. Cruise pun udah dapat yang murah dari promo di bookme.co.nz, hehe. Sisanya gratis semua.

Kalau biaya makan, di campervan lebih banyak masak sendiri, jadi jauh lebih hemat dibanding makan di luar. Dibanding road trip kami sebelumnya, biaya makannya ternyata cuma selisih sedikit. Tapi diingat-ingat lagi, di road trip sebelumnya itu makannya sering menyedihkan sih memang, haha.

Baca juga: Itinerary dan Biaya Road Trip di North Island NZ, Autumn 2019

Berikut rincian biayanya. Langsung embed dari Google Spreadsheet-nya aja ya, ribet ketik ulang di blog, hehe.

Demikian rincian itinerary dan biaya road trip kami di South Island dengan campervan winter lalu. Dari segi itinerary, bisa dibilang bukan itinerary mainstream. Kalau turis dari Indonesia jarang deh kayaknya yang ambil rute ini, kebanyakan ke wilayah antara Christchurch dan Queenstown.

Ada yang mau road trip ke South Island winter nanti? Feel free ya kalo mau nanya-nanya. 😉

Salam,

Reisha Humaira

One thought on “Itinerary dan Biaya Road Trip dengan Campervan di South Island, Winter 2019

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: