Diari Kehamilan Kedua: Kontrol Kandungan Ke-8 (Trimester 3, 36-37 Weeks)

Rabu, 9 Maret 2022

Udah mendekati lahiran, kontrol ke dokter pun dilakukan 2 minggu dari kontrol sebelumnya.

Cerita Kontrol Kandungan Ke-8

Memasuki usia kehamilan sekitar 36-37 minggu, di kontrol kali ini rasanya saya hanya ingin memastikan kondisi si janin sehat. Jika tidak ada masalah, berarti alhamdulillah masa-masa kehamilan sudah dilewati dengan baik dan insyaAllah bayinya siap lahir kapan aja dengan kondisi tidak prematur.

Kontrol Keenam dengan dr. R

Ga jauh beda dengan kontrol sebelum-sebelumnya, saya di-USG lagi dan dr. R mengukur-ukur. dr. R lalu nanya dulu Akas berat lahirnya berapa, saya jawab 3.35 kg. Lagi-lagi dr. R bilang ini janinnya agak gendut karena saat itu perkiraan beratnya udah mencapai 3.2 kg. Wadaw.

Terkait perkiraan berat ini, dulu itu beberapa minggu sebelum Akas lahir, beratnya pernah diperkirakan 3.4 kg. Namun nyatanya lahirnya ga sampai segitu. Jadi perkiraan USG ini belum tentu benar juga. Tapi yaa ada baiknya juga tetap jaga-jaga supaya bayi ga terlalu gede, karena ntar bisa lebih susah ngeluarinnya, heuheu.

Di kontrol sebelumnya dr. R bilang posisi tali pusarnya ngalung (seperti kalung di leher), kali ini saya tanya lagi apakah sudah berubah. Kan ga pengen juga ya kalau tali pusarnya ntar melilit trus jadi susah lahirnya.

dr. R bilang posisinya masih sama, ga ada masalah. Justru menurut dr. R posisi tali pusar di bagian depan badan bayi itu bagus dan lebih aman. Kalau posisi tali pusarnya di dekat pantat misalnya, ada kemungkinan kan tali pusarnya kejepit di antara janin dan dinding rahim ketika dia gerak-gerak. Trus dengan bertambahnya ukuran dan berat janin, berarti ga ada masalah dengan penyaluran makanan dan oksigennya.

Kali ini juga difotoin foto wajah, tapi udah ga terlalu jelas.

Karena udah masuk masa-masa bisa lahiran kapan aja, kontrol pun dilakukan tiap 1 minggu. Jadi biar ga ribet, setelah beres urusan di kasir, saya langsung booking jadwal untuk minggu berikutnya.

Bertanya Tentang Birth Plan

Saya lupa persisnya kapan saya kenal istilah birth plan, entah sebelum melahirkan Akas atau setelahnya. Kalaupun sebelumnya, saat melahirkan Akas saya ga ada bikin birth plan karena saya memang ga pasang ekspektasi tinggi untuk lahiran di rumah sakit di Bukittinggi.

Di kontrol kali ini, saya nanya soal birth plan. Tadinya saya kira udah ada formnya dari klinik, jadi saya tinggal menandai poin-poin penting yang perlu diperhatikan saat persalinan. Eh ternyata dr. R bilang bikin dulu aja, lalu minggu berikutnya didiskusikan. Weleh.

Kata dr. R sih kalau prosedur semacam pro normal, penundaan pemotongan tali pusar, IMD, bayi rawat gabung, dan sejenisnya itu udah standar, jadi ga usah khawatir.

Sejujurnya saya juga ga pernah browsing soal birth plan ini. Tahu nama aja tapi ga tahu isinya seperti apa, haha. Abis dari situ barulah saya browsing, dan merasa wow dengan contoh birth plan orang-orang.

Wow-nya bukan karena kagum dengan detailnya ya, tapi malah bingung kok perlu sedetail itu amat, udah kayak me-micro-manage tugasnya dokter kandungan. Entahlah, hehe. Saya pribadi merasa ga perlu sedetail itu, karena saya percaya aja ke nakes dan prosedur di BWCC Bintaro. 

Catatan Kontrol Kandungan Ke-8

Catatan Kontrol

  • Tanggal: 9 Maret 2022
  • Tempat: Bintaro Women And Children Clinic (dr. R)
  • Tensi Ibu: 128/66
  • Berat Ibu: 74.3 kg (naik 1 kg dalam 2 minggu)
  • Suplemen: tidak ada

Hasil USG

  • BPD (diameter kepala): 9.15cm, 37w1d ± 74.3%, 29-03-2022
  • AC (ukuran lingkar perut): 33.67cm, 37w4d ± 83.6%, 26-03-2022
  • FL (panjang tulang paha): 7.10cm, 36w3d ± 39.0%, 03-04-2022
  • EFW (perkiraan berat janin): 3.223g, 38w0d ± 74.3%, 23-03-2022

Biaya Pemeriksaan Kehamilan

  • Administrasi pasien: Rp52.800
    Konsultasi dokter spesialis: Rp282.000
    Prosedur USG dengan print: Rp180.000
    Set alat periksa dokter: Rp49.200
  • Total = Rp564.000 (ditanggung asuransi)

# Ditulis di Bintaro, 10 Maret 2022 #

Salam,

Reisha Humaira

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: