Medical Check Up untuk Mengurus Visa New Zealand

Karena akan tinggal di NZ lebih dari 1 tahun, maka kami harus melakukan medical check up untuk memenuhi kelengkapan pengajuan visa. Medical check up ini dilakukan untuk membuktikan bahwa kita dalam kondisi sehat sesuai standar pemerintah NZ.

To come to New Zealand you must have an acceptable standard of health, or be granted a medical waiver. We’ll consider you have an acceptable standard of health if you’re:

  • unlikely to be a danger to the health of the people already in New Zealand
  • unlikely to cost New Zealand’s health or special education services a lot of money
  • able to work or study if this the reason for your visa.

Info selengkapnya soal persyaratan medical check up visa bisa baca di website imigrasi NZ yaa.

Lokasi Medical Check Up untuk Visa New Zealand

Medical check up untuk visa NZ tidak bisa dilakukan di sembarang tempat, harus dilakukan di tempat yang sudah ditunjuk oleh imigrasi NZ. Di Indonesia sendiri saat ini hanya bisa dilakukan di 6 tempat sebagai berikut:

  • RS Premier Jatinegara
    Jl. Raya Jatinegara Timur No. 85-87, Jakarta
    Telp. +62-21-280-0888 (ext 7890)
  • RS Premier Bintaro
    Jl. M. H. Thamrin B3 No. 1 Sektor 7, Bintaro Jaya, Tangerang
    Telp. +62-21-745-5500
  • Laboratorium Klinik Pramita Medan
    Jl. Pangeran Diponegoro No. 37, Medan
    Telp. +62-61-4525925
  • St. Elisabeth Hospital Semarang
    Jl. Kawi No.1, Semarang
    Telp. +62-24-8310076 (ext. 7646 / 7643)
  • RS Premier Surabaya
    Jl. Nginden Intan Barat Blok B, Surabaya
    Telp. +62-31-5993211 (ext 3028)
  • BIMC Hospital Kuta
    Jl. Bypass Ngurah Rai No. 100X, Kuta
    Telp. +62-87-760-367-919

Berhubung saat itu kami tinggal di Bandung, paling dekat kami harus ke Jakarta atau Tangerang untuk melakukan medical check up. Kami memilih ke RS Premier Jatinegara.

Membuat Appointment untuk MCU Visa New Zealand

Karena lokasinya yang jauh, kami menghubungi RS Premier Jatinegara terlebih dahulu sebelum ke sana. Biar ga rugi di ongkos, huehe. Informasi seputar medical check up di sana sebenarnya tersedia di website RS-nya, tapi saya merasa infonya kurang lengkap dan jelas.

Kami menghubungi nomor telepon yang tertera untuk medical check up, yakni 1500908. Menelepon RS Premier Jatinegara ini sungguh ujian kesabaran. Nunggu tersambung ke operatornya lama banget, dan kadang ga cukup sekali nelepon karena tiba-tiba di tengah-tengah teleponnya terputus. Ulang lagi nunggu, sampai bisa hafal deh itu jingle RS-nya yang diputar saat menunggu. Jadi siapin aja pulsa yang banyak kalau menelepon dari nomor prabayar, fyuuuh.

Di telepon kami menanyakan apa saja yang mesti dibawa serta membuat appointment kapan ke sananya. Sempat kesel juga saya pas bikin appointment ini, apes karena ditanya data pribadi, udah dijawab lengkap, trus diulang lagi karena yang sebelumnya ga kesimpen atau apalah.

Kesimpulan dari teleponan ini:

  • Jadwal untuk medical check up antara jam 08.00-15.00. Tapi walau sudah bikin appointment, nanti antrean di sana tetap tergantung kedatangan.
  • Dokumen yang harus dibawa untuk dewasa adalah paspor dan KTP asli. Untuk anak harus membawa paspor dan akta kelahiran.
  • Bawa kacamata jika menggunakan kacamata.
  • Di web tertulis keterangan “Jika memiliki foto rontgen yang lama, mohon dibawa”. Kebetulan sekitar 2 bulanan sebelum saya medical check up untuk visa ini, saya dapat medical check up dari kantor yang juga termasuk rontgen. Udah puyeng nanyain apa boleh pinjam foto rontgen dari kantor, tapi pas ditanya lagi ke RS Premier Jatinegaranya, katanya ga perlu, karena saat medical check up tetap harus rontgen lagi. Wew. Saya tanya apa tidak membahayakan rontgen dalam waktu berdekatan, katanya ga apa-apa. Yo wes.
  • Untuk perempuan harus dalam kondisi tidak haid dan minimal 7 hari setelah bersih dari haid sebelumnya. Ini supaya tidak mengaburkan hasil tes urine nantinya.

Oia untuk yang sedang hamil coba tanyakan juga apakah ada tambahan yang mesti dibawa. Saya ga nanya soalnya tidak sedang hamil, hehe.

OK lanjut ya ke pengalaman medical check up-nya. Saya bagi aja bagaimana prosedurnya untuk dewasa dan anak-anak.

Medical Check Up Dewasa untuk Visa New Zealand di RS Premier Jatinegara

Saya dan suami melakukan medical check up pada jadwal yang berbeda. Saat itu suami saya duluan yang medical check up. Kenapa ga barengan aja? Kami memilih nunggu visa suami kelar dulu. Soalnya kalau sampai suami ga dapet visa, artinya saya dan Akas kan ga jadi berangkat juga, jadi ga rugi deh. Biaya medical check up-nya lumayan soalnyaaa.

Baca juga: Sudah Lolos Seleksi Beasiswa Luar Negeri? Jangan Terlalu Senang Dulu..

Suami medical check up tanggal 10 Desember 2018, saya sendiri baru ke sana tanggal 1 Februari 2019. Prosedur yang saya jalani saat itu sebagai berikut:

Siap-siap melakukan medical check up untuk visa NZ
Siap-siap melakukan medical check up
  • Begitu sampai di ruangan medical check up, langsung saja lapor ke resepsionis. Di sana kita dimintai paspor dan KTP. Setelah itu bakal disuruh menunggu. Saat itu lumayan banyak yang mau medical check up. Dan ternyata RS Premier Jatinegara ini juga melayani medical check up untuk visa Australia.
  • Berikutnya kita dipanggil lalu masuk ke ruangan untuk pengecekan data. Sambil ngobrol ditanya ini itu. Pada tahap ini pastikan nama dan nomor paspornya ga salah ketik oleh petugasnya ya. Saat itu juga sekalian ukur tensi kalau tidak salah. Plus difoto untuk rekam medisnya. Selanjutnya menunggu lagi.
  • Dipanggil lagi, kali ini untuk timbang berat dan ukur tinggi badan. 
  • Lalu saya dipanggil untuk foto rontgen. Rontgen ini wajib bagi WNI karena angka kejadian TB di Indonesia masih tinggi. Kalau punya TB katanya ga bakal deh dapet visa NZ. Selama ini sepengalaman saya rontgen itu cukup sekali foto, tapi kali ini fotonya 2x. Yang pertama standar aja, berdiri trus difoto. Yang kedua disuruh nempelin sesuatu ke puting payudara, baru difoto.
  • Selanjutnya saya dipanggil untuk ambil darah dan urine. Sekalian dikasih baju pasien gitu dan disuruh ganti baju.
  • Berikutnya pemeriksaan fisik oleh dokter. Awal-awal ditanyai dulu seputar riwayat kesehatan, selanjutnya cek fisik. Pemeriksaannya lumayan lengkap, seperti cek dengan stetoskop, cek rongga mulut, cek telinga, serta cek refleks lutut dengan palu.
  • Beres dari ruangan dokter, saya dipanggil ke ruangan untuk pemeriksaan mata. Cepet aja sih prosesnya kalau ini.
  • Selanjutnya saya disuruh menunggu lagi lalu dikabari terkait hasil tes urine. Jadi jika hasil tes urine-nya bermasalah, kita bakal disuruh ulang lagi. Disuruh banyak-banyak minum dulu sebelumnya. Jadi saran saya, dari awal langsung aja minum yang banyak yaa.

    Apesnya saya kebagian disuruh ulang tes urine, huhu. Sebelumnya saya memang merasa kurang minum. Setelah minum cukup banyak, saya ambil urine lagi. Nunggu lagi deh. Dan ternyata hasil tes urine kedua ini masih bermasalah. Tapi pengulangannya ternyata sekali aja. Tadinya saya kira ulang terus sampai berhasil. Saya tanya masalahnya apa, katanya ada darah samar, bisa jadi karena bakal haid atau memang ada masalah pada urine. Dugaan saya sih bakal haid karena sudah mulai ada tanda-tanda saat itu. Benar aja, besoknya dapet.

    Katanya sih kalau bermasalah gini ada kemungkinan bakal disuruh ulang tes lagi, tapi tunggu dikabari dulu. Alhamdulillah-nya saya ga disuruh ulang tes urine. Soalnya males aja kan kudu ke Jakarta lagi cuma buat setor urine, heuheu.

  • Jika semua sudah selesai, bisa ganti baju lagi, lalu melakukan pembayaran di kasir. Biaya medical check up untuk dewasa ini adalah Rp2.795.000 per orang. Lumayan yaa, tapi ya harus dilakukan. Suami sebagai penerima beasiswa NZAS sih ditanggung biayanya (reimburse tapi), kalau saya mesti bayar sendiri.
  • Dari medical check up ini kita bakal dikasih lembar e-Medical. Di sana ada nomor e-Medical-nya di bawah barcode. Nomor inilah yang nanti kita masukkan saat apply visa.
  • Hasil medical check up-nya bisa diketahui keesokan harinya. Bisa datang langsung ke sana atau via telepon. Saya sih nanya via telepon aja. Alhamdulillah hasilnya baik-baik aja. Sementara untuk imigrasi, hasilnya langsung dikirim oleh RS.
e-medical medical check up visa NZ
Lembar e-medical dan kuitansi pembayarannya

Overall prosesnya sebenarnya ga lama. Yang bikin lama adalah nunggu antreannya, hehe. Jadi amannya alokasikan aja waktu 1 hari khusus untuk medical check up ini. Oia proses di atas bisa jadi beda-beda urutannya, tergantung ruangan mana yang lagi kosong.

Medical Check Up Anak untuk Visa New Zealand di RS Premier Jatinegara

Akas waktu itu barengan medical check up-nya sama saya. Untuk anak di bawah 10 tahun ternyata medical check up-nya cukup pemeriksaan fisik oleh dokter aja. Jadi prosedurnya lebih simpel.

  • Di resepsionis bakal dimintai paspor dan akta kelahirannya. Selanjutnya sama, cek data dan foto juga.
  • Selain timbang berat dan ukur tinggi, Akas juga diukur lingkar kepalanya serta lingkar lengat atas bawahnya.
  • Pemeriksaan fisik mirip aja dengan pemeriksaan pada orang dewasa. Cuma saat itu Akasnya sulit kooperatif, nangis-nangis dia karena ga mau dicek. Huft.
  • Biaya medical check up Akas adalah Rp386.000. Lebih murah karena pemeriksaannya cuma sedikit. Untuk anak di bawah 14 tahun katanya ada tes urine juga, jadi biayanya bakal nambah.

Itu aja sih bedanya, hehe.

Oia kalau pergi medical check up bareng anak, saran saya sebaiknya ada satu orang lagi yang menemani. Jangan pergi berdua aja sama anak kecuali anaknya sudah besar. Kasian soalnya saat kita rontgen atau cek fisik ga ada yang menemani. Rontgen jelas anaknya ga boleh masuk, pas cek fisik riweuh kalau dia ribut, hehe.

Demikian pengalaman kami melakukan medical check up untuk persyaratan visa NZ. Ada yang lagi mau urus ini juga? Semoga lancar yaa. Jangan lupa banyak-banyak minum air putih, hehe.

Salam,

Reisha Humaira

2 tanggapan untuk “Medical Check Up untuk Mengurus Visa New Zealand

Leave your comment