Pengalaman Migrasi Hosting dan Transfer Domain ke Niagahoster

Setelah beberapa tahun bertahan di hosting yang saya beli pertama kali, akhirnya saya memutuskan untuk pindah rumah ke Niagahoster. Saya kira prosesnya bakal ribet, tapi dari pengalaman saya migrasi hosting sekaligus transfer domain ke Niagahoster, ternyata tidak lho.

Sebelum bahas lebih lanjut, perlu digarisbawahi bahwa saya migrasi hosting dan transfer domain ini udah cukup lama. Cuma baru kepikiran aja ditulis sekarang, haha. Tapi mestinya saat ini prosesnya juga ga jauh beda ya.

Walau ini spesifik pengalaman pindahan ke Niagahoster, mungkin di penyedia hosting lain juga mirip-mirip aja prosesnya. Dan disclaimer juga, bahwa ini bukan tulisan berbayar. Tapi ga nolak juga sih kalau dibayar sama Niagahoster, haha.

Alasan Pindah dari Hosting Lain ke Niagahoster

Dulu ketika beli hosting pertama kali, saya cuma memperhatikan kapasitas disk dan harganya. Saya ga paham aspek-aspek lain yang ada pada sebuah hosting. Saya kira selama disk-nya ga penuh, ya ga bakal ada masalah. Tapi ternyata saya salah.

Dulu beberapa kali blog saya ini error, tidak bisa diakses. Padahal disk-nya belum penuh. Setelah dicek, ternyata masalahnya karena ada penggunaan inode yang melebihi kapasitas. Pemicunya penggunaan plugin cache, yang membuat banyak sekali cache files. Tapi saya butuh, jadi saya ga mau uninstall plugin itu.

Nanya ke CS, solusinya saya mesti upgrade paket hosting yang saya pakai, biar dapat kapasitas yang lebih gede. Upgrade berarti kudu keluar biaya lebih untuk hosting. Saya pun ragu.

Beberapa waktu kemudian, saya baru tahu bahwa ada Niagahoster yang menyediakan kapasitas hosting unlimited. Kebetulan juga hosting sebelumnya bakal expired dalam waktu 3 bulan. Dan setelah ditimbang-timbang, daripada saya upgrade paket hosting sebelumnya, mending saya pindah aja ke Niagahoster.

Apa saja yang jadi pertimbangan saya untuk migrasi hosting?

Biaya yang Lebih Murah (Karena Ada Promo)

Saat itu di Niagahoster ada promo diskon 75% untuk langganan paket hosting selama 3 tahun, plus gratis domain. Total biaya yang diperlukan sekitar 1 juta rupiah. Nah berarti setahun cuma bayar 300 ribuan ya untuk hosting.

Saya bandingkan dengan harga upgrade hosting saya saat itu, beda-beda tipis aja sebenarnya. Hanya saja kapasitas di Niagahoster ini unlimited. Mending yang unlimited lah ya.

Nah, tentu saya juga mempertimbangkan ya, ini murahnya kan karena promo, gimana donk nanti kalau perpanjang? Biaya perpanjangnya sendiri untuk 3 tahun bakal sekitar 3.8 juta rupiah, haha. Jauh banget bedanya.

Tapi yaa dipikir-pikir lagi, paling tidak saya aman dulu lah ga mikirin biaya hosting untuk 3 tahun. Saya cukup bayar domain aja di tahun kedua dan ketiga karena ternyata gratis domain-nya hanya untuk satu tahun pertama. Setelah 3 tahun nanti kita pikirkan lagi gimana caranya, wkwk.

Kapasitas Hosting yang Unlimited

Soal kapasitas ini sebenarnya karena faktor paket hosting-nya juga sih. Yang ada promo diskon gede untuk 3 tahun itu adalah paket Personal, yang memberikan unlimited disk space, unlimited bandwidth, unlimited database, dan sebagainya.

Walau banyak hal yang ditulis unlimited, saya yakin ada aspek lain yang tetap limited di hosting-nya. Kalau ga apa bedanya toh paket yang dibeli ini dengan paket yang lebih mahal.

Namun demikian untuk kebutuhan saya saat ini, fitur yang tersedia dalam paket Personal ini udah cukup. Saya ga perlu khawatir kapasitas disk-nya cepat penuh karena saya banyak upload foto untuk tulisan blog misalnya. inode-nya juga jauh lebih banyak dibanding hosting lama.

Layanan Support via Chat, Tidak Perlu Buat Tiket

Sebagai orang introvert, maka bantuan via chat adalah andalan saya. Penyedia hosting umumnya sudah menyediakan layanan bantuan via live chat 27/7. Namun setelah mencoba sejumlah penyedia hosting, kebanyakan kalau sudah saya chat, saat ada kendala dan butuh bantuan teknis, berikutnya masih disuruh untuk membuat support ticket untuk hal tersebut.

Ketika saya mencoba pakai Niagahoster pertama kali, saya merasa takjub karena kalau ada masalah ya bakal diselesaikan via chat saat itu juga. Ga ada tuh disuruh bikin support ticket.

Ini sih memudahkan banget buat saya. Kalau kudu bikin support ticket lagi, kita kan harus jelasin lagi masalahnya apa karena yang handle bisa aja beda orang. Kadang kesel aja gitu kalau sebelumnya udah chat panjang lebar.

Advertisement

Proses Migrasi Hosting dari Hosting Lain ke Niagahoster

Setelah memutuskan untuk pindah hosting, saya langsung membeli paket hosting Personal yang ada di Niagahoster.

Proses migrasi dari hosting lain ke Niagahoster bisa dibantu oleh CS, jadi kita ga perlu pusing sendiri mindah-mindahin. Migrasi hosting ke Niagahoster bisa dibantu oleh CS dengan syarat:

  • Menggunakan cPanel
  • Tersisa space minimal 50%
  • Ada fitur full backup

Disk usage saya di hosting lama saat itu 45.32%. Semua syarat terpenuhi.

Oh iya, awalnya CS meminta saya untuk order transfer hosting di halaman ini. Tapi karena saya udah beli hosting duluan, saya ga order lagi di situ.

Setelah itu CS meminta saya untuk menginformasikan URL login cPanel, username cPanel, dan password cPanel di hosting lama. Jadi sepertinya CS-nya nanti yang akan login sendiri ke sana dan memproses migrasinya. Mungkin dia akan melakukan full backup lalu meng-upload-nya ke Niagahoster.

Oia saran saya, sebelum memproses migrasi sebaiknya:

  • Jika password yang digunakan sebelumnya mau dipakai lagi nanti, atau juga digunakan di akun lain, gantilah password terlebih dahulu sebelum kasih password ke CS.
  • Lakukan juga full backup sendiri untuk jaga-jaga. Bisa akses dari menu Backup di cPanel.

CS mengkonfirmasi dulu apakah migrasi hosting-nya mau diproses segera. Setelah saya konfirmasi, barulah diproses oleh CS. Selanjutnya kita tinggal tunggu dikabari.

Saat itu saya minta pindahin hostingnya jam 11 siang. Jam 13.40 saya dikabari bahwa proses migrasi hosting-nya sudah selesai dilakukan. Wah cepat juga ternyata.

Selanjutnya saya dikasih info URL cPanel yang baru, diminta login dan mengecek apakah data hosting-nya sudah sama dengan data di hosting sebelumnya. Alhamdulillah aman. Sampai pada tahap ini, hosting baru saya sudah terisi, tapi domain saya masih mengarah ke hosting lama.

Proses Transfer Domain ke Niagahoster

Ketika kita pindah hosting, sebenarnya kita tidak harus melakukan transfer domain. Domain masih bisa tetap dipertahankan di penyedia sebelumnya, tinggal mengarahkan nameserver domain-nya ke penyedia yang baru. Opsi ini bisa dipilih misalnya ketika harga domain di penyedia lama ternyata lebih murah, hehe.

Untuk kasus saya, kebetulan harga domain di penyedia lama itu lebih mahal, heu. Mayan jauh pula bedanya. Di penyedia lama harganya sekitar 250 ribu, sementara di Niagahoster masih di bawah 200 ribu.

Mahal yeee. Gini nih nasib punya domain .net, harganya memang lebih mahal dibanding .com, heuu. Apa daya reisha.com udah ada yang punya.

Baca: Serba-Serbi Domain dan Cara Memasangnya di Blog

Jadi makin mantap lah saya untuk sekalian transfer domain. Selain lebih murah, saya juga cukup berurusan dengan satu penyedia aja, hehe.

Sebelum melakukan transfer domain, saya diminta CS untuk mengganti nameserver domain saya ke ns1.niagahoster.com dan ns2.niagahoster.com. Ini mesti dilakukan sendiri di penyedia yang lama agar domain kita dapat segera mengarah ke hosting yang baru di Niagahoster.

Lalu untuk melakukan transfer domain, CS Niagahoster meminta saya untuk memastikan persyaratan berikut di hosting lama.

  • Domain dalam status unlock
  • Domain telah aktif selama minimal 60 hari
  • Sisa masa aktif domain minimal 30 hari
  • Masukkan kode EPP / Transfer Secret dengan benar
  • Nonaktifkan WHOIS Privacy Protection

Hal-hal di atas lagi-lagi mesti dilakukan sendiri di hosting lama. Kalau bingung, paling tanya ke CS penyedia lama juga. Ini ga bisa dibantuin CS Niagahoster, dugaan saya karena itu dilakukan di dashboard akun kita di penyedia lama, bukan dari cPanel. Tapi ga rumit juga sebenarnya, tinggal ubek-ubek halaman kelola domain, hehe.

Berikutnya saya diminta CS untuk melakukan order transfer domain. Aih, ternyata mesti order lagi dan bakal ada tagihan lagi. Untuk transfer domain ini memang default-nya dikenakan biaya. Tapi waktu itu saya masih digratiskan.

Ketika order transfer domain ini, kita akan diminta memasukkan kode EPP. Pastikan kode yang dimasukkan sudah benar ya. Setelah order, saya infokan ke CS nomor tagihannya. Kemudian CS pun segera memproses transfer domain-nya.

Setelah dicek, CS bilang ke saya bahwa domain saya masih dalam status clientTransferProhibited, yang artinya belum di-unlock pada penyedia lama. Hoalah. Untuk melakukan unlock ini kalo ga salah saya mesti bikin support ticket lagi ke penyedia lama, huft.

Begitu domain udah di-unlock, saya langsung kabarin CS lagi. Akhirnya bisa diproses juga transfer domain-nya.

CS kemudian memberi tahu bahwa saat ini domain saya dalam status “Inactive – Transfer Waiting For Losing Registrar Approval”. Status ini berarti bahwa domain akan otomatis ditransfer dalam 5 – 7 hari kerja.

Saya juga perlu menunggu masa propagasi domain-nya. Masa propagasi domain adalah waktu yang diperlukan sebuah domain untuk tersambung dengan server hosting. Masa propagasi ini bervariasi, mulai dalam hitungan menit maupun hari tapi biasanya hanya berlangsung 1Ɨ24 jam.

Selama menunggu, kita bisa cek status domain di Member Area Niagahoster. Jika statusnya sudah berubah menjadi “Active”, itu artinya si domain sudah berpindah ke Niagahoster.

Saya ga merhatiin lagi berapa lama sampai statusnya berubah jadi “Active”, jadi saya ga bisa infokan total butuh berapa lama untuk transfer domain ini, hehe.

Advertisement

Masalah yang Timbul Setelah Migrasi Hosting dan Transfer Domain

Dulu saya kira selama proses migrasi hosting dan transfer domain ini, blog kita tidak akan bisa diakses sampai semua proses selesai. Jadi ketika blog saya masih ga bisa diakses, ada error 503, saya kira itu hal yang wajar.

Tapi karena merasa ga tenang, saya tanya CS lagi. Katanya selama domain-nya dihubungkan ke hosting aktif maka domain-nya akan dapat diakses dengan baik. Walah, jadi mestinya blog saya ga error donk?

Saya coba browsing lagi, kemungkinan ada masalah di WordPress-nya. Akhirnya ketemu juga masalahnya, yakni di plugin cache. Solusinya saya tinggal nonaktifkan plugin tersebut. Namun karena dashboard WordPress tidak bisa diakses, cara menonaktifkannya adalah dengan login ke cPanel lalu mengubah nama folder plugin tersebut. Solved deh.

Saya juga sempat melakukan kebodohan dink di hosting saya, wkwk. Waktu itu saya merasa terganggu dengan file-file yang sebelumnya tidak saya temukan di hosting lama. Alhasil saya hapus lah file-file itu. Selanjutnya? Blog saya ga bisa diakses lagi, haha.

Saya ga tahu gimana solusinya, jadi CS to the rescue lagi, hehe. Memang lah kalau ada masalah apapun di hosting, mending langsung tanya CS-nya aja.

Rupanya itu file-file sistem yang sebelumnya hidden di hosting lama, tapi cPanel di hosting baru saya rupanya diset untuk menampilkan hidden files. Haha. Akhirnya di-restore deh sama CS. Terima kasih sekali wahai para CS.

Sebuah kebodohan di dalam pengalaman saya migrasi hosting, tapi jadi belajar untuk ga sembarangan hapus-hapus file di hosting.

Dua itu aja sih masalah yang saya temukan setelah migrasi hosting. Tapi kasus khusus dan kesalahan pribadi sih itu. Mestinya secara umum ga ada masalah berarti yang ditemui setelah migrasi hosting.

Begitulah pengalaman saya migrasi hosting dan transfer domain ke Niagahoster. Ga susah kok, apalagi udah ada gambaran prosesnya kan di tulisan ini, hehe. Percayalah lebih cape migrasi blog ke platform berbeda ketimbang migrasi hosting, hihi.

Baca: Pertimbangan Memilih Platform Blog, Mending Blogspot atau WordPress?

Kalau ada yang minat beli hosting di Niagahoster juga, silakan order dari link ini ya. Gunakan kode kupon a-reisha untuk dapetin tambahan diskon 5%, ahey. Lumayan lho, diskon 75% di Niagahoster-nya masih ada, bisa tambah lagi diskon 5%, hehe.

Ada yang mau cerita pengalaman migrasi hosting juga? Share yuk di komen. šŸ˜‰

Salam,

Reisha Humaira

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: