Itinerary dan Biaya Road Trip dengan Campervan di North Island, Spring 2019

Sudah dua bulan lebih saya kembali ke Indonesia, tapi cerita road trip saya masih belum kelar-kelar, wkwk. Tapi udah niat mau beresin, jadi mari lanjut eksekusi. Sekarang akhirnya masuk juga ke cerita road trip ketiga kami di New Zealand, yay. Kali ini road trip-nya di North Island lagi.

Road trip ketiga ini dilakukan pada tanggal 5-8 September 2019, pake campervan lagi tapi ukuran campervan kali ini lebih kecil. Saat itu udah musim semi, cuaca di Auckland masih dingin tapi karena jalan-jalan kali ke utara, makin ke utara makin hangat terasa.

Seperti halnya tulisan tentang dua road trip sebelumnya, tulisan kali ini bahas itinerary dan biaya dulu aja ya. Tapi itinerary kali ini mungkin bukan itinerary yang bakal dipilih oleh turis-turis dari luar New Zealand, hehe. Itinerary ke wilayah pilihan turis banget nanti ya di edisi road trip keempat dan kelima.

Itinerary Road Trip 4 Hari 3 Malam di North Island

Ceritanya di musim semi itu pak suami ada mid-term break selama beberapa hari. Seperti biasa, waktu libur begini kami manfaatkan untuk jalan-jalan di New Zealand. Karena waktunya pendek banget, kami memilih North Island lagi aja, pergi ke ujung paling utara, menjelajah wilayah Northland.

Pertanyaan berikutnya, mau jalan-jalan pake apa nih? Karena masih berasa nagih dengan campervan abis dari South Island, kali ini kami sewa campervan dari Britz lagi. Begitu tanggalnya udah ada, kami langsung gercep booking campervan untuk empat hari. Waktunya udah semakin dekat soalnya, kalau telat khawatir udah ga kebagian campervan.

Baca: Itinerary dan Biaya Road Trip dengan Campervan di South Island, Winter 2019

Setelah booking, baru deh keinget untuk cek ramalan cuaca. Eh ternyata mayoritas hujan donk di North Island di hari-hari yang udah kami booking. Wkwk. Di situ saya merasa apes, kalau di-cancel pun pasti rugi. Jadi ya udah lah yaa, dieksekusi aja. Semoga cuacanya ga sesuai ramalan.

Akhirnya, beginilah peta rute yang kami tempuh di road trip ini. Total driving 1.125 km kalo ga salah.

Begini detailnya.

Day 1: Auckland – Whangarei

Hari pertama road trip dimulai dengan ogah-ogahan, heuheu. Packing pun malas sekali rasanya. Rencananya kami ambil campervan jam 10, tapi baru berangkat jam 11 dari rumah, wkwk.

Lokasi pengambilan campervan-nya tak jauh dari Auckland Airport. Kali ini karena mau irit, kami ke arah bandara ngeteng naik bus, lanjut kereta, lanjut bus lagi. Perjalanan ke bandara ini aja udah makan waktu 1 jam lebih, haha.

Baca: Transportasi Publik di Auckland: Rute, Zona, Ongkos, dan Kartu AT HOP

Beres ambil campervan, kami mampir belanja dulu, lalu langsung jalan menuju campground di Whangarei. Selow banget, baru bener-bener mulai jalan itu sekitar jam 3 sore.

Sebagian besar perjalanan hari pertama ini masih berada dalam wilayah Auckland Region. Luas banget ternyata wilayah Auckland ini. Tapi makin ke utara itu ternyata banyakan udah berupa farm. Ga nyangka aja, sebelumnya kirain wilayah Auckland itu udah perkotaan semua, hehe.

auckland whangarei
Auckland Region masih punya pemandangan begini ternyata

Malam itu kami menginap di sebuah free campground di Onerahi Beach Reserve, di pinggiran pusat kota Whangarei. Cuaca yang di perjalanan masih berawan atau gerimis, malamnya hujan dan berangin kencang.  Campervan segede itu aja sampai goyang-goyang.

Day 2: Whangarei – Tane Mahuta – Houhora

Pagi harinya cuaca masih labil. Karena angin masih cukup kencang, cuaca itu cepat sekali berubah-ubah. Sebentar mendung, sebentar cerah, eh ujug-ujug hujan, repeat.

Tujuan pertama kami hari itu yakni ke Whangarei Falls. Di perjalanan menuju sana cuaca alhamdulillah cerah, tapi begitu sampai malah hujan donk, aih. 

Kami coba tunggu beberapa saat, alhamdulillah hujannya reda. Kami langsung menuju arah air terjun. Alhamdulillah masih sempat melihat air terjunnya ketika cuaca cerah sesaat. Abis itu hujan lagi soalnya, wkwk.

whangarei falls new zealand
Whangarei Falls dilihat dari atas

Berikutnya kami melanjutkan perjalanan menuju Tane Mahuta, yakni tempat di mana ada pohon kauri raksasa, yang terbesar yang masih ada di New Zealand. Hari kedua ini ditutup dengan menginap di Houhora Heads (Wagener) Holiday Park.

tane mahuta new zealand
Tane Mahuta yang gede banget

Day 3: Houhora – Cape Reinga – Paihia

Hari ketiga di road trip ini adalah satu-satunya hari yang prakiraan cuacanya cerah, jadi hari itu sengaja disimpan buat destinasi utama kami. Alhamdulillah cuaca beneran cerah hari itu. Ada dua tempat utama yang mau kami datangi.

Tujuan pertama adalah ke Cape Reinga, ujung paling utara North Island yang bisa diakses. Di sana ada lighthouse serta plang penunjuk arah dan jarak ke beberapa lokasi di dunia.

Cape Reinga new zealand
Cape Reinga di ujung utara

Tujuan kedua adalah Te Paki Giant Sand Dunes, bukit yang isinya pasir semua, serasa di gurun. Ke sana mau sandboarding, kebayang bakal seru nih meluncur di pasir. 

Alhamdulillah seru memang, tapi bukan buat saya, ahaha. Akas hepi warbyasah main di sini walau sempat jatuh terguling. Tapi lihat anak senang sih emak mah ikut senang juga lah ya, hehe.

te paki sand dunes new zealand
Mendaki bukit pasir Te Paki

Beres main pasir kami kembali driving ke arah selatan menuju campground kami berikutnya di Waitangi Holiday Park, Paihia.

Day 4: Paihia – Russell – Auckland

Di hari terakhir road trip ini kami mesti mengembalikan campervan sebelum jam 4 sore. Sementara perjalanan dari Paihia hingga Auckland makan waktu sekitar 3.5 jam. 

Beberapa jam yang ada dari pagi hingga siang kami gunakan untuk menyeberang ke Russel, ibukota pertama New Zealand. Kami naik ferry sementara campervan ditinggal di parkiran di Paihia.

Di Russell kami cuma jalan-jalan di pinggir pantainya. Ga lama-lama di sana, cuma 1 jam. Setelah itu kami kembali nyeberang ke Paihia. 

russell new zealand
Russell, dulu namanya Kororareka

Sebelum meneruskan perjalanan ke Auckland, kami mampir sebentar ke Haruru Falls. Lalu sempat berhenti lagi untuk beberes campervan.

Satu hal yang cukup berkesan buat saya dari perjalanan ke utara ini adalah bahwa sepanjang jalan yang dilewati, mayoritas nama daerahnya masih nama-nama lokal, bukan nama-nama bule.

Advertisement

Biaya Road Trip 4 Hari 3 Malam di North Island

Di catatan saya, road trip ini menghabiskan biaya total NZ$947.05. Silakan dikonversi sendiri ke rupiah ya kalau mau tahu, hehe.

Seperti biasa, biaya paling besar tentulah untuk sewa campervan. Tiap sewa mobil atau campervan di New Zealand kami selalu pakai asuransi yang full, dan kali ini biaya asuransinya cuma beda tipis dengan biaya sewa harian campervan-nya, heuheu.

Biaya yang di luar ekspektasi kali ini adalah biaya akomodasi. Sebelumnya kami membayangkan bakal menginap di free campground terus, jadi ga perlu keluar uang sewa. Tapi ternyata di rute yang kami lewati agak susah cari free campground, huhu. 

Baca: Seri Campervan: Mencoba Berbagai Tipe Campground untuk Campervan di New Zealand

Lokasi free campground di Northland rata-rata agak jauh dari jalan utama, dan kalau kami memilih ke sana artinya kami kudu driving lebih jauh, makan waktu lebih lama, sementara waktu terbatas. Jadi ya udahlah ya.

Untuk belanja bahan makanan sendiri kali ini kami ga terlalu perhitungan. Berhubung kami sewa campervan dari Auckland, kalau ada bahan makanan berlebih, semua bisa kami bawa pulang. Ga perlu mikirin bagasi pesawat soalnya, hehe.

Berikut sheet rincian biaya road trip kali ini, 2 dewasa dan 1 anak balita.

Demikian rincian itinerary dan biaya road trip kami ke wilayah Northland, North Island, New Zealand. Bukan rute mainstream memang, tapi kali aja ada yang pengen tahu, hihi.

Ada yang pengen road trip ke New Zealand suatu saat nanti? Silakan ya kalau mau nanya-nanya. 😉

Salam,

Reisha Humaira

3 thoughts on “Itinerary dan Biaya Road Trip dengan Campervan di North Island, Spring 2019

  • 8 Mei 2021 pada 16:50
    Permalink

    Keren mbaa, aku belum pernah ke sana jadinya pengen. Hehehe, kalau mba pas tanggal segitu udah ke NZ, beda dengan aku tgl segitu baru ke Malay. Sebenarnya mau trip k Asia aja mba. Oiya, kalau biaya yang segitu NZ$947.05 untuk bertiga orang atau gimana mba?

    Balas
    • 9 Mei 2021 pada 00:00
      Permalink

      Semoga suatu saat bisa ke sana yaa.

      Iya betul, kami road trip selalu bertiga, 2 dewasa + 1 anak (masih balita waktu itu)

      Balas
  • 9 Mei 2021 pada 14:21
    Permalink

    yess tentu saja aku bercita cita pengen roadtrip kayak gini disana mbak
    meskipun bukan rute turis, tapi viewnya juga cakep cakep, ngilerrr dah

    Balas

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: