Pengalaman Klaim (Mengambil Alih) Username Twitter yang Tidak Aktif

Hari ini tepat 1 bulan saya punya akun Twitter. Yeah, saya baru resmi punya akun Twitter @reisha bulan lalu. Follow yaa, hihi. Bertahun-tahun saya bertahan tanpa akun Twitter, akhirnya bikin juga. Itupun karena Twitter mengabulkan permintaan saya untuk klaim username/handle Twitter @reisha. Gimana ceritanya? Bentar ya, saya jawab dulu pertanyaan ini.

Kok Tiba-Tiba Bikin Akun Twitter?

Ga heran sih ada yang nanya begini, karena selama ini saya tidak pernah tertarik untuk menggunakan Twitter. Pernah sih saya bikin akun Twitter, tapi namanya ngasal karena cuma dipakai buat testing kerjaan, jadi ga saya anggap sebagai akun media sosial saya.

Sejak ikut komunitas blogger, saya jadi belajar banyak hal. Salah satunya bahwa media sosial itu adalah aset penting para blogger, dan mayoritas punya akun Twitter dan Instagram. Saya udah punya akun Instagram dari tahun 2011, tapi saya belum punya akun Twitter pribadi saat itu. Trus kok jadi pengen punya juga ya.

Baca: Perubahan Setelah Mengikuti Komunitas Blogger

Lalu, saya belajar juga kalau lebih baik mempunyai nama akun media sosial yang seragam. Kenapa? Karena lebih mudah diingat. Penjabaran panjang lebar coba baca blognya Teh Shanty ini.

Domain saya reisha.net, saya dulu beli .net karena yang .com udah ada yang punya, tapi website-nya ga pernah di-update donk, copyright di footer-nya aja masih tahun 2005, zzz. Instagram saya @reisha. Kalau saya bikin akun Twitter, tentu lebih kece kalau username-nya juga @reisha ya. Tapi sayangnya username @reisha ini udah ada yang pakai, dibuat pada Januari 2009, tapi ga pernah nge-twit, ga pernah follow, ga pernah update profil. Model begini ngeselin ya, kalau emang ga mau dipakai ya ga usah dibikin. Follower akun itu ada 35, ada seorang yang saya kenal, mungkin dia mengira itu akun saya. Sisanya saya ga tau siapa.

Pilihan lain sih kalau mau saya bikin akun Twitter dengan nama @reishahumaira, karena akun Facebook saya pakai nama itu. Tapi saya merasa namanya kepanjangan buat akun Twitter.

Advertisement

Bisakah Akun Twitter yang Tidak Aktif Diambil Alih?

Saya pun mencoba browsing, bisa ga sih kita klaim username Twitter yang ga aktif itu? Ternyata bisa dan ada beberapa cara:

  1. Cari tahu siapa pemilik akun Twitter itu trus minta baik-baik. Ini enak banget sih kalau bisa, hihi. Tapi saya ga bisa karena saya ga tau siapa yang punya akun Twitter @reisha. Coba masukin username-nya ke form forgot password pun saya ga bisa nebak emailnya apa, cuma bisa nebak belakangnya @hotmail.com.
    Ada yang bisa menebak emailnya apa?
  2. Report a trademark issue. Ini bisa digunakan oleh brand untuk mengambil alih username yang sama dengan brand-nya. Tentu saya ga bisa pakai cara ini karena akunnya buat personal.
  3. Report an account for impersonation. Ini nih yang banyak digunakan untuk mengklaim akun Twitter personal.

Cara lain, hack akun Twitter-nya, haha. Tapi jangan dilakukan ya, ilegal. Beli akun juga dilarang sama Twitter.

Iseng Mencoba Melaporkan Impersonation

Langkah mengklaim akun Twitter dengan melaporkan impersonation sebenarnya sangat sederhana.

  1. Buka formnya lalu pilih “An account is pretending to be me or someone I know.”
  2. Akan keluar beberapa pilihan, pilih “I am being impersonated.”
  3. Isi formnya dengan lengkap.
  4. Tunggu balasan dari Twitter dan ikuti prosedur yang diberikan.
report impersonation di twitter
Form untuk melaporkan impersonation

Pagi-pagi tanggal 6 Januari 2018 saya iseng mencoba mengisi form itu. Hanya saja di bagian “Anything else you’d like to tell us? (optional)” tidak saya isi, toh opsional, dan saya males ngemeng alasan dll.

konfirmasi laporan impersonation twitter
Pemberitahuan setelah mengisi form

Sorenya sudah dibalas, cepat banget. Sesuai dugaan, pasti ditolak lah, haha. Kalau prosesnya semudah itu ntar semua orang bisa dengan mudah mengklaim akun milik orang lain. Ya sudahlah ya.

penolakan laporan klaim username twitter
Ditolak #1
Advertisement

Mencoba Lebih Serius Mengajukan Klaim Username Twitter

Sebulan lebih saya melupakan soal Twitter ini. Lalu kemudian saya teringat lagi dan mencoba browsing lagi. Saya pun nemu tulisan dari Joseph Liu ini, satu-satunya tulisan yang saya temukan yang menjabarkan dengan detail pengalamannya, langkah-langkah yang dilakukannya, dan hasilnya.

Ini saya rangkum ya langkah-langkah yang dilakukannya dan perbedaannya dengan kondisi saya.

  1. Miliki domain .com untuk username yang diinginkan. Kalau saya kebetulan ga bisa beli reisha.com lagi, tapi saya sudah punya reisha.net.
  2. Tambahkan domain .com tersebut pada profil akun Twitter Anda. Kalau saya kebetulan belum punya akun Twitter, jadi saya ga melakukan langkah ini.
  3. Pastikan akun Twitter dengan username yang diinginkan itu tidak aktif. Twitter punya ketentuan sendiri akun tidak aktif itu seperti apa, bisa dibaca di sini. Tapi katanya kalau foto profil Twitter-nya masih gambar telur, artinya akunnya tidak aktif. Pas saya buka Twitter @reisha, foto profilnya bukan telur, tapi seperti ini.
    foto profil akun twitter tidak aktif
    Foto profilnya bukan gambar telur

    Duh, aktif ga ya kira-kira? Saya browsing lagi soal foto telur ini, maksudnya apa sih. Ternyata itu foto profil default akun Twitter dulunya, dan sejak 2017 ternyata Twitter sudah mengganti desain foto default tersebut. Dan ternyata gambar baru ini saya persis dengan foto akun @reisha saat itu. Wah, masih ada harapan nih berarti.

  4. Ajukan klaim impersonation kepada Twitter. Langkah-langkahnya sama seperti yang saya sebut sebelumnya, tapi baiknya si bapak ini, dia kasih screenshot penjelasannya kepada Twitter kenapa dia merasa berhak untuk memiliki username yang dia inginkan. Lumayan banget ini jadi ada contekan. Wohooo!
  5. Tunggu email dari Twitter. Joseph Liu dapat email dalam waktu 3 hari, klaimnya dikabulkan.
  6. Balas email dari Twitter tersebut dengan pilihan yang diinginkan. Selesai. Tinggal nunggu diproses sama Twitter.

Bermodalkan contekan itu, pagi-pagi tanggal 24 Februari 2018 saya coba ajukan klaim lagi, kali ini saya isi lengkap formnya. Di bagian pesan saya ngemeng aja nyebut-nyebut personal branding #sokkeren, haha.

alasan klaim username twitter
Isi form saya untuk klaim username Twitter

Setelah submit form, Twitter mengirimkan email menyuruh meng-upload ID untuk mengkonfirmasi identitas. Saya meng-upload foto paspor saya.

email konfirmasi dari twitter
Disuruh upload ID sama Twitter
upload ID di form twitter
Form untuk upload ID

Sorenya, saya langsung dapat balasan. Daaan hasilnya, ditolak. Fyuh.

email penolakan klaim username twitter
Ditolak #2

Agak sedih juga, haha. Besoknya saya balas emailnya, bilang:

Hello,
Thanks for your information. So sad 🙁 I plan to create an account on Twitter if only I could get username @reisha. I understand I can’t have it if it’s an active Twitter account, but it’s inactive for long time until now.
Regards.
Reisha Humaira

Ngarep, barangkali Twitter-nya kasihan lalu menerima permintaan saya, tapi setelah itu ga ada balasan lagi, haha.

Dipikir-pikir, wajar Joseph Liu ini dikabulkan klaimnya oleh Twitter, karena profilnya kuat. Dia konsultan karir dan personal branding. Dia pernah jadi pembicara di TEDx. Lah saya ini siapa, cuma ibu rumah tangga yang mencoba agak serius ngeblog, heuheu.

Apa Di-hack Aja Yaa?

Somehow saya sempat merasa pengen banget punya Twitter @reisha itu secepatnya, tapi kalau ikutin cara legal kok kayaknya ga memungkinkan lagi. Apa saya hack aja ya? Eh tapi saya mah ga ada skill hacking. Mau bayar orang juga males banget kan. Udahlah ilegal, keluar duit, untuk hal yang ga terlalu penting banget pula, haha.

Saya sempat browsing ada jasa hack akun Twitter gitu di Kaskus, tapi rata-rata butuh tau email dan nomor HP si pemilik akun Twitter itu. Lah ini akun Twitter-nya ga tau punya siapa, berarti kemungkinan besar ga bisa.

Saya juga sempat coba cara lain, yakni ngaku-ngaku ke Twitter kalau saya lupa password tapi saya udah ga punya akses ke email yang saya pakai untuk akun itu, kira-kira bisa diganti ga emailnya. Tapi tentu saja ga bisa, haha. Kalaupun kasusnya beneran seperti itu, yang ada malah Twitter nyuruh kita untuk ganti password dari aplikasi, atau kontak email provider-nya supaya kita bisa pakai email itu lagi.

Baca: Pengalaman Mendaftar dan Memasang Google AdSense di Blog

Advertisement

Mencoba Mengajukan Klaim Lagi

Beberapa hari kemudian saya teringat adegan di film The Shawshank Redemption, di mana Andy tiap minggu rutin mengirimkan surat untuk meminta dana bantuan untuk perpustakaan penjara. Tiba-tiba saya terinspirasi. Coba aja kali ya, ajukan berulang-ulang sampai cape, barangkali nanti dapat orang Twitter Support yang berbeda yang bersedia mengabulkan. Atau barangkali lama-lama mereka lelah dan mereka kasih aja daripada dikirimi klaim terus. Atau malah saya di-banned total dari Twitter? Haha.

Nothing to lose, coba aja deh. Toh form klaim impersonation itu ga ribet ngisinya. Pesan yang dulu saya kirim udah saya save juga, tinggal copy-paste.

Siang hari tanggal 2 Maret 2018, saya ajukan klaim lagi. Isi formnya sama persis. Sama seperti sebelumnya, setelah isi form saya dapat email dan disuruh upload ID. Saya upload lagi foto paspor saya. Sorenya saya dapat email dan permintaan saya DIKABULKAN! Wow. Alhamdulillah.

email konfirmasi bahwa klaim username twitter berhasil
Diterima!

Sesuai dengan penjelasan di email, pertama-tama saya mesti bikin akun Twitter sementara dulu. Langsung deh saya bikin akun @reishanet. Setelah itu saya balas email dari Twitter tadi dengan pesan singkat berikut.

Hello,
Thank you very much for considering my request. 🙂
I’ve created a new placeholder account, @reishanet (https://twitter.com/reishanet). I want this account to be renamed with @reisha.
Best regards 🙂
Reisha Humaira

Malamnya saya dapat email pemberitahuan dari Twitter kalau akun saya sudah diganti jadi @reisha. Wohooo!

email pemberitahuan twitter bahwa username sudah diganti
Welcome @reisha 😀

Akhirnya tercapai juga keinginan punya akun media sosial yang seragam, jadi bisa pajang bio begini deh di Facebook, hehe.

bio facebook reisha

Saya jadi penasaran apa yang terjadi dengan akun @reisha sebelumnya. Saya cek lagi, rupanya username-nya sudah berganti menjadi @re_15199920502, hihi. Kirain akunnya dihapus, ternyata masih ada, cuma diganti username-nya.

Kesimpulan dari Pengalaman Klaim Username Twitter

Begitulah sejarah asal-usul akun Twitter saya. Kesimpulan saya dari pengalaman ini, barangkali ada yang mau klaim juga.

Baca: 8 Rahasia Blogging di Balik Para Blogger Sukses

  • Sebelum mengajukan klaim, pastikan dulu username yang diinginkan itu tidak aktif di Twitter. Kalau akunnya aktif nge-twit, ya salam, lupakan aja, ga bakal dikabulkan, mending pakai username lain aja.
  • Kalau akun Twitter-nya memang tidak aktif, milikilah domain sesuai username yang diinginkan, sepertinya lebih bagus .com. Tapi jangan sekedar beli domain, pastikan juga diisi domain-nya dengan content yang sesuai.
  • Saat mengajukan klaim impersonation, isi form dengan lengkap, terutama penjelasan/alasan/argumen kenapa kita merasa berhak untuk memiliki username itu. Walaupun di form opsional, tapi pesan ini punya peranan penting.
  • Tiap kali saya mengajukan klaim, saya selalu cepat dapat email balasan, masih dalam hari yang sama. Tapi ini ga selalu begitu. Joseph Liu itu katanya nunggu 3 hari. Jadi sabar aja pas nunggu email balasan.
  • Kalau Twitter ga mengabulkan klaim yang diajukan, nanti coba lagi aja. Coba lagi terus sampai cape, kalau mau. Hehe. Tapi ga ada jaminan ya kalau nanti bakal berhasil juga, heuheu.
  • Kalau Twitter mengabulkan klaim kita, Twitter akan mengubah username dari akun yang tidak aktif tadi, lalu melepas username itu kepada kita. Akun Twitter yang tidak aktif itu masih ada, jadi bukan dikasih ke kita. Prosesnya sekedar rename username akun kita aja.

Sebulan punya akun Twitter, sebenarnya saya masih belum bisa mengikuti flow-nya, gimana biar akun Twitter-nya bermanfaat, ga sekedar dimiliki. Ada saran buat si newbie ini? Hihi. Follow Twitter saya yaaa #teteup, nanti saya folback #berasaalay.

Salam,

Reisha Humaira

54 thoughts on “Pengalaman Klaim (Mengambil Alih) Username Twitter yang Tidak Aktif

    • 5 April 2018 pada 15:58
      Permalink

      Hehe, terima kasih mbak 🙂

      Balas
      • 6 Januari 2020 pada 04:04
        Permalink

        kak kalau domainnya dari blogspot bisa ga ya?

        Balas
        • 6 Januari 2020 pada 21:48
          Permalink

          Kayaknya sih ga bisa. Tapi kalau mau dicoba, silakan aja, hehe.

          Balas
    • 5 April 2018 pada 16:02
      Permalink

      Hehe, terima kasih mbak 🙂

      Balas
  • 4 April 2018 pada 03:06
    Permalink

    Baru tahu kalau bisa klaim username Twitter dengan cara tersebut 😀

    Balas
    • 5 April 2018 pada 16:00
      Permalink

      Hehe iya, terima kasih sudah berkunjung 🙂

      Balas
  • 5 April 2018 pada 14:33
    Permalink

    kayaknya di twitter saya pernah lihat kicauan orang yang ngeluh pengen username nama lengkapnya tapi sudah dipakai orang dan sayangnya orang itu nggak aktif lagi. Ternyata bisa ya diklaim begitu 😀 saya dulu pernah punya akun twitter udah tiga ribuan followers tapi saya hapus karena waktu itu mikirnya nggak bakal main twitter lagi. Tapi semenjak serius ngeblog jadi nyesel dan sayangnya nggak bisa balik lagi akunnya, huhu.

    Balas
    • 5 April 2018 pada 16:04
      Permalink

      Waaa 3000 followers, sayang sekali ya mbak. Saya juga rada nyesel kok ga dari dulu bikin akun Twitter dan kok ga dari dulu serius ngeblog, hehe.

      Balas
  • 7 April 2018 pada 13:55
    Permalink

    Wah ribet juga ternyata ya mbak buat mengambil alih. Untung saya dulu mengamankan @nifqi diwaktu yang tepat saat akun pemilik lamanya udah ganti namapengguna 😀

    Balas
    • 8 April 2018 pada 12:52
      Permalink

      Wah beruntung banget mbak bisa dapet pas pengguna sebelumnya ganti nama, jadi ga perlu repot2 ya 😉

      Balas
  • 8 April 2018 pada 12:44
    Permalink

    Wah baru tau bisa… terima kasih atas informasinya. saya juga coba claim twitter @irfan_id yang gak dipakai sejak 2010 silam. semoga bisa dapat 🙂

    Balas
    • 8 April 2018 pada 12:53
      Permalink

      Selamat mencoba mas, semoga dapat yaa 🙂

      Balas
  • 8 April 2018 pada 19:57
    Permalink

    Wah, keren. Baru aja tadi iseng2 nyari akun twitter @nia. Dan ada. Aku mupeng penge. Dia juga udah gak aktif lagi. Tapi, ribet ya cara ngambil alihnya. Huhuhu… :)))

    Balas
  • 25 April 2018 pada 16:41
    Permalink

    Menarik mbak sharingnya, baru tau kalau kita bisa klaim username begini. Aku jadi tertarik buat nyamain ke Instagram hehe Cuma masih dilema dududu~~~ Makasi ya mba, infonya bermanfaat 🙂

    Balas
    • 26 April 2018 pada 05:08
      Permalink

      Hehe sama-samaa 🙂

      Balas
  • 7 Juni 2018 pada 22:34
    Permalink

    Terimakasih mbak Reisha. Berkat membaca tutorial dari mbak Reisha beberapa minggu lalu saya berhasil klaim username Twitter dengan nama depan pacar saya.

    Kebetulan tanggal 19 Juni 2018 nanti pacar saya akan ulang tahun dan saya ingin memberi kado untuknya username Twitter karena pacar saya pernah bilang ingin mengubah username twitternya dengan nama depan dia seperti username saya. Tapi sayangnya username yang dia inginkan sudah dipakai orang lain.

    Sebagai pacar yang baik tentunya saya diam2 melakukan berbagai cara untuk mendapatkan username yang dia inginkan. Dan berkat browsing sana-sini saya menemukan blog mbak Reisha dan langsung menerapkan tutorialnya. Alhamdulillah setelah mengikuti tutorial dan mengajukan klaim ke Twitter, 7 hari kemudian klaim saya diterima dan username tersebut sudah pindah ke akun yang baru saya buat khusus untuk transfer username tsb.

    Perasaan saya sangat senang ketika berhasil mendapatkan username tersebut dan ingin segera memberikannya ke pacar saya tepat pada hari ulang tahunnya. Namun rasa senang tersebut kandas, 3 hari yang lalu hubungan saya dan pacar saya harus putus karena pacar saya selingkuh. Naasnya, pacar saya selingkuh dengan teman dekat saya sendiri:(

    Sekarang saya bingung harus saya apakan username tersebut. Ingin saya berikan ke dia tapi rasa benci dan kecewa masih ada. Oh ya kalo menurut mbak Reisha, lebih baik username tersebut saya berikan ke mantan pacar saya agar dia menyesal atau mending saya simpan sendiri aja?

    Balas
    • 8 Juni 2018 pada 11:27
      Permalink

      Halo Mas Rizal. Wah bisa juga ya klaim username-nya. 🙂

      Saya turut prihatin atas masalahnya. Tapi alhamdulillah masih pacar mas, kalau sudah jadi istri lebih sakit lagi rasanya, hehe. Semoga nanti mas dapat pengganti yang lebih baik dan lebih setia, aamiin.

      Kalau menurut saya, sebaiknya mas kasih aja username-nya biar mas lebih tenang. Kalau tetap mas simpan, ada semacam unfinished business dengan dia, ntar bisa-bisa mas keingat mulu. Kasih aja usernamenya dengan niatan sedekah, mudah-mudahan jadi pahala.

      Balas
      • 8 Juni 2018 pada 21:24
        Permalink

        Iya mbak untungnya masih pacar. Padahal waktu itu keluarganya dan keluarga saya udah punya rencana juga buat nikahin kita diusia muda. Alasannya, keluarganya tidak mau anaknya zina karena pacaran. Saya pribadi saat itu mau-mau aja nikah diusia muda karena saya sudah lama pacaran dengannya dan sangat mengenal baik pribadi pacar saya dan keluarganya. Selain itu juga yang mendasari saya nikah muda karena saya sepakat pacaran itu memang haram dalam hukum Islam.

        Baiklah kalau saran mbak sebaiknya usernamenya dikasihkan aja.
        biar saya bisa lebih tenang.
        biar saya bisa melupakan secara ikhlas.
        Lagian, makna “KITA” sudah tergantikan dengan “MEREKA” :’)

        Balas
    • 4 Oktober 2020 pada 19:26
      Permalink

      bang rizal,boleh bantu saya mengkalim usn Twitter? nanti saya bayar, saya ga berhasil terus 🙁

      Balas
    • 30 Oktober 2020 pada 06:08
      Permalink

      Bang Rizal bantu saya dong klaim usn , Saya nggak berhasil terus:(

      Balas
  • 29 Juni 2018 pada 06:11
    Permalink

    Wow mbakk.. aq baca dr awal sampe akhir berasa nonton drama yg tokoh utamanya berjuang mendapatkan sesuatu dengan gigih. Awalnya kalah, akhirnya menang. Entah kenapa aku ikut senang. Selamaatttt ya mbak hehe

    Balas
  • 28 September 2018 pada 08:32
    Permalink

    Kalo akun twitter yang inactive tersebut di kunci, bisa tidak ya?

    Balas
    • 18 Oktober 2018 pada 16:25
      Permalink

      Halo mbak, maaf baru dibalas. Kalau akun yang dikunci itu rada tricky menurut saya, karena kita tidak bisa melihat aktivitasnya. Bisa saja memang akunnya tidak ada following atau follower dan tidak pernah post, tapi mungkin aja dia pakai akunnya untuk browsing2 di Twitter. Nah yang begini berarti akunnya active. Kalau akun active sulit sih.

      Paling dicoba aja mbak, kalau ga dicoba kita ga pernah tahu bisa atau tidaknya, hehe.

      Balas
  • 30 Oktober 2018 pada 15:52
    Permalink

    kalau akun yg kita mau sudah ke suspend apakah bisa di ambil alih juga?

    Balas
    • 31 Oktober 2018 pada 22:00
      Permalink

      Halo mas, untuk akun yang di-suspend maaf saya tidak tahu. Tapi coba aja dulu, hehe.

      Balas
  • 31 Desember 2018 pada 03:10
    Permalink

    ka kalo wordpress bisa ga sih? kan itu gratis

    Balas
    • 1 Januari 2019 pada 07:37
      Permalink

      Saya ga yakin euy kalau blog gratisan, soalnya asumsi siapapun bisa bikin blog di layanan gratisan apapun. Tapi kalau mau dicoba dulu silakan 🙂

      Balas
  • 2 Januari 2019 pada 11:30
    Permalink

    assalamualaikum mba reisha, apa mba ada informasi cara ngambil alih nama akun instagram yg udah gak aktif?

    Balas
    • 3 Januari 2019 pada 15:39
      Permalink

      Waalaikumsalam mba,

      Sepemahaman saya baca artikel ini, klaim akun instagram lebih susah sejak Instagram diakuisisi oleh Facebook.

      Untuk bisa klaim, kita harus punya trademark. Kalau ga punya trademark, kayaknya harus nunggu sampai Instagram bersih2 database mereka dan menghapus username yang tidak aktif itu, cuma ini ga tau kapannya.

      Balas
  • 2 April 2019 pada 12:43
    Permalink

    Assalamualaikum, mba raisha bisa bantu aku buat ambil uname yg mau ndaa? Syarat nya udah memenuhi ko. Cuma aku masih belum paham dan suka gasabaran :((
    Nanti aku kasih tarif ko mba, pls (‘:

    Balas
  • 12 April 2019 pada 11:30
    Permalink

    Aku udah 2x coba tapi gak berhasil 🙁

    Bahasannya:
    Hello,

    Thank you for taking the time to submit your report. After carefully investigating the reported account, we have determined that it is not in violation of Twitter’s impersonation policy.

    Balas
    • 16 Mei 2019 pada 15:18
      Permalink

      Halo, coba ajukan sendiri aja ya ke Twitter-nya 🙂

      Balas
  • 16 Mei 2019 pada 02:39
    Permalink

    Assalamu’alaikum mbak Reisha :).. Maaf saya mau bertanya. Apakah akun twitter yang sudah tidak aktif lebih dari 30 hari akan di hapus secara permanen oleh pihak twitter? dan apakah akun yang sudah di hapus secara permanen itu bisa kita claim usernamenya? Terima kasih. Mohon penjelasannya.

    Best Regard

    Mr. Lol

    Balas
    • 16 Mei 2019 pada 15:19
      Permalink

      Waalaikumsalam mas. Akun twitter yang tidak aktif lebih dari 30 hari setahu saya tidak dihapus oleh Twitter, kecuali kalau mereka sedang bebersih database, tapi entah kapan jadwalnya. Kalau beruntung akunnya sudah dihapus permanen, tentu bisa saja kita klaim username-nya.

      Balas
      • 16 Mei 2019 pada 16:38
        Permalink

        Wah keren banget penjelasannya. Terima kasih banyak mbak Reisha.
        Oh iya ini saya mau menautkan screenshot kok gk bisa ya mbak?
        Perlu penjelasan sedikit mbak, karena baru saja saya cek username yg ingin saya claim gk nampak fotonya sama sekali alias blank.. Dan disitu tertulis “This account doesn’t exist” Try searching for another.

        Balas
  • 28 Juli 2019 pada 09:16
    Permalink

    Kak mau nanya dong, itu masukin formnya terus kita milih yang mana ya? Yang plagiat nama brand atau yg mana? Aku bingung pas mau masukin form harus kirim yg mana

    Balas
    • 28 Juli 2019 pada 14:23
      Permalink

      Formnya di https://help.twitter.com/forms/impersonation

      1. Buka formnya lalu pilih “An account is pretending to be me or someone I know.”
      2. Akan keluar beberapa pilihan, pilih “I am being impersonated.”
      3. Isi formnya dengan lengkap.
      4. Tunggu balasan dari Twitter dan ikuti prosedur yang diberikan.

      Udah saya jelasin di atas sebenarnya, hehe.

      Balas
  • 5 Januari 2020 pada 11:20
    Permalink

    Hallo kak, harus banget ya kita ngeupload pake paspor? sedangkan aku tdk punya. Apa ada cara lain yaa kira2

    Balas
    • 6 Januari 2020 pada 21:45
      Permalink

      Halo, kalau ga ada paspor, mungkin bisa coba upload foto KTP 🙂

      Balas
  • 24 Januari 2020 pada 11:46
    Permalink

    Mbk, kalau semisalnya ini username yang ingin aku pakai sudah digunakan oleh orang lain tpi akunnya dia dalam kondisi dibanned oleh twitter gimana ya? Bisa gk ya kira-kira

    Balas
    • 24 Januari 2020 pada 05:58
      Permalink

      Halo mas. Saya ga tahu kebijakan Twitter terhadap akun yang banned gimana. Jadi yang bisa dilakukan adalah mencoba, hehe. Coba aja dulu, lalu lihat nanti hasilnya gimana.

      Balas
  • 3 Maret 2020 pada 00:38
    Permalink

    assalamulaikum mbak…
    pada penjelasan mbak diatas tertulis bahwa kita hanya dapat mengklaim username itupun jika disetujui. lalu akun yang telah lama tidak aktif itu bagaimana? jika di akun twitter yang diklaim ada foto profil atau yang sejenisnya, apakah itu akan terhapus otomatis atau bagaimana? saya ingin masuk lagi ke akun twitter saya yang lama, tetapi email dan nomor hp saya yang digunakan waktu itu lupa. sebenarnya tidak apa apa jika akun itu sudah tidak aktif lagi. tetapi setelah saya searching nama saya yang muncul pertama adalah foto saya yang tidak berhijab:( saya kecewa sama diri saya mbak. saya sudah hijrah tetapi belum sepenuhnya karena masih ada foto tersebut. saya juga sudah berkali kali mengirimkan report kpd email twitter, tetapi semuanya ditolak. jika berkenan, maukah mbak membantu saya menemukan solusinya? saya akan sangat berterima kasih dengan hal itu^^

    Balas
    • 31 Maret 2020 pada 08:35
      Permalink

      Waalaikumsalam mbak, maaf baru dibalas.

      Untuk kasus mbak ini, menurut saya akunnya masih dianggap aktif sama Twitter, jadi mereka biarin aja. Dan untuk bisa masuk ke akun yang lama itu, solusinya hanya mbak harus bener-bener ingat lagi email yang dipakai untuk akun itu apa. Coba diklik opsi forgot password di Twitter, masukin username-nya, biasanya ada clue-nya kok emailnya apa. Misal: Email a link to hu******@y****.***.

      Balas
  • 28 Maret 2020 pada 13:03
    Permalink

    kak klo twitternya bilang

    Halo,

    Terima kasih atas laporan Anda. Tampaknya laporan Anda terkait dengan kasus aslinya yang bernomor 0148242785, sehingga kami menambahkannya ke laporan pertama tersebut.

    Kami akan melanjutkan peninjauan dengan informasi ini.

    Jika Anda memiliki informasi lainnya yang seharusnya kami ketahui, silakan balas email ini untuk mengirimkannya kepada kami. Kami menghargai bantuan Anda.

    Terima kasih,

    Twitter

    itu kenapa ya?

    Balas
    • 10 April 2020 pada 17:14
      Permalink

      Halo Azizah, maaf baru sempat balas. Sepertinya sebelumnya udah pernah lapor ya? Lalu kemudian lapor lagi. Jadi CS-nya menggabungkan kedua laporan tersebut.

      Balas
  • 28 Maret 2020 pada 13:07
    Permalink

    kak klo balasannya kaya gini kenapa ya

    Halo,

    Terima kasih atas laporan Anda. Tampaknya laporan Anda terkait dengan kasus aslinya yang bernomor 0148242785, sehingga kami menambahkannya ke laporan pertama tersebut.

    Kami akan melanjutkan peninjauan dengan informasi ini.

    Jika Anda memiliki informasi lainnya yang seharusnya kami ketahui, silakan balas email ini untuk mengirimkannya kepada kami. Kami menghargai bantuan Anda.

    Terima kasih,

    Twitter

    Balas
  • 11 September 2020 pada 14:14
    Permalink

    Sangat membantu .. artikel yang tidak cukup dalam sehari tuk ditulis dan dikaji. Terimakasih & sangat senang membacanya.

    Balas
  • 18 Oktober 2020 pada 15:05
    Permalink

    Kata Twitter, “Suspended and deactivated usernames are not immediately available for use, so you’ll need to select a different username.”

    Balas

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: