Belanja Murah Meriah di Avondale Sunday Market, Auckland

Dulu saya sudah pernah menulis beberapa tulisan terkait belanja untuk kebutuhan sehari-hari di Auckland. Tadinya saya mau skip topik kali ini karena sejak pandemi saya jarang sekali belanja di Avondale Sunday Market, tapi kok ya sayang juga kalo ga jadi ditulis. Dulu saya udah niat foto-fotoin pasarnya buat bahan tulisan soalnya, wkwk.

Semoga aja di saat Auckland ga lockdown, kondisi pasarnya ga beda jauh ya, jadi tulisan ini masih relevan, hehe.

Sekilas Tentang Avondale Sunday Market

Sesuai namanya, Avondale Sunday Market ini adalah pasar kaget atau semacam pasar tradisional di daerah Avondale dan hanya ada di hari Minggu. Kata Google Maps bukanya jam 5-12 siang, tapi biasanya sampai jam 1 pun masih ada, walau udah pada beres-beres. Lokasinya di Elm St. dekat lapangan untuk berkuda.

Pasar ini gede dan luas, yang jualan ataupun yang berbelanja di sana banyak banget. Mayoritas orang-orang yang ada di pasar ini adalah orang Asia. Jadi ketika berbelanja di Avondale Sunday Market ini saya berasa lagi berada di benua Asia, bukan di negara yang banyak bulenya, wkwk.

Baca: 4 Hal Tentang Auckland Ini Tidak Seperti yang Dibayangkan

Selain orang Asia, di pasar ini juga banyak orang Pasifik/Polinesia. Kalau ada yang jualan trus pasang musik dengan suara speaker yang keras, biasanya orang sana tuh, hehe.

Dari City Centre, untuk ke Avondale Sunday Market ini biasanya saya naik bus 22N atau 22R, disambung jalan kaki dari halte. Perjalanan dari City Centre dengan bus butuh waktu sekitar 35-40 menit. Kalau punya mobil sih enak, karena bisa sampai sana dalam waktu 10-15 menit ajah.

Walaupun jauh, dulu saya bela-belain belanja ke sana karena harga bahan dapur di sana lebih murah dibanding belanja di supermarket. Namanya juga hidup ngandalin beasiswa dan kerja part time suami, jadi kudu berhemat, hehe.

Selain itu bahan yang tersedia juga lebih bervariasi. Ada sejumlah bahan makanan yang ga tersedia di supermarket tapi ada di pasar ini.

Dulu kalau saya belanja di Avondale Sunday Market, setelahnya saya lanjut belanja ke supermarket Pak ‘n Save Mt. Albert. Biasanya untuk beli daging atau ayam halal dan kebutuhan sehari-hari yang ga ada di pasar.

Baca: Membeli Daging dan Makanan Halal di Auckland

Jarak dari Avondale Sunday Market ke Pak ‘n Save Mt. Albert itu sekitar 2 km. Demi menghemat ongkos sekaligus “olahraga”, biasanya saya jalan kaki aja ke sana. Lumayan gempor juga karena jalannya mendaki-menurun, plus bawa belanjaan banyak dari pasar. Dipikir-pikir setrong juga ya saya dulu itu, haha.

Namun sejak corona datang ke Auckland Maret 2020, saya ga pernah lagi belanja ke sana. Saya ga tahu apakah ketika lockdown pasarnya tetap buka ataupun tidak. Kalaupun buka, saya khawatir datang ke sana karena kali aja ramai, jadi susah buat jaga jarak, apalagi dulu itu di New Zealand belum ada kewajiban pakai masker di tempat umum. Lama-kelamaan jadi mager buat ke sana walau Auckland udah hidup normal pun, hihi.

Advertisement

Apa Saja yang Dijual di Avondale Sunday Market?

Ada buanyak sekali yang dijual di Avondale Sunday Market ini. Yang paling utama buat saya dulu tentunya sayur, buah, bumbu dapur, dan bahan makanan lainnya.

avondale sunday market
Apel tergolong murah di sana

Ketersediaan sayur dan buah ada musimnya juga, tapi ga sebervariasi di Indonesia sih. Senang banget kalau udah musim kangkung tuh, karena kangkung itu ga selalu ada di New Zealand. Pas lagi musim pun, di supermarket jarang ada. Adanya ya di toko Asia atau ke pasar kayak gini.

pasar avondale hari minggu
Cabe juga ada!

Selain bahan makanan segar, di sana juga banyak yang jual bahan makanan kering. Jadi kalau mau cari kacang-kacangan, ketan hitam, kacang hijau, dan sebagainya bisa juga ke sana.

pasar avondale hari minggu
Yang butuh kacang-kacangan silakan merapat

Mau seafood dengan harga miring? Bisa juga didapatkan di Avondale Sunday Market. Banyak pilihan ikan atau seafood yang tersedia di sana. Hanya saja saya jarang beli karena kebanyakan ukurannya gede-gede, sementara kulkas saya dulu kecil banget dan freezer-nya ga mumpuni, heu.

avondale sunday market
Seafood segar dan gede-gede

Di pasar ini juga banyak yang menjual pakaian dan aksesoris murah meriah. Kualitasnya tentu di bawah barang yang ada di department store ya, tapi masih ok lah untuk harga segitu.

pasar avondale hari minggu
Pakaian murah meriah

Kalau mau cari alat masak, komponen elektronik, atau barang antik; di sana juga tersedia. Tinggal pilih-pilih mana yang kualitasnya lumayan.

avondale sunday market
Yang jualan alat masak dan perkakas lainnya

Mainan anak dengan harga murah pun ada yang jual di sana. Kalau udah lihat mainan-mainan ini saya berasa lagi belanja di Gasibu Bandung, wkwk.

avondale sunday market
Sayang anak… Sayang anak…

Yang jual barang bekas juga ada. Kadang kalau niat nyari dan ada rezekinya, kita bisa dapat barang kualitas bagus dengan harga yang murah banget.

pasar avondale hari minggu
Yang jualan barang bekas

Kalau merasa lapar saat belanja, bisa jajan dulu juga. Ada yang jualan makanan dan minuman, tapi ga semuanya halal tentunya. Jadi buat yang muslim agak terbatas pilihannya.

avondale sunday market
Monggo kalau mau jajan dulu

Di pasar ini juga tak jarang kita temukan ada yang mengamen. Dulu paling sering lihat kakek-kakek Chinese yang mainin alat musik tradisional kayak biola itu, karena beliau mangkal dekat jalur masuk pasar.

pasar avondale hari minggu
Bapak tua yang ngamen di Avondale
Advertisement

Tips Berbelanja di Avondale Sunday Market

Seperti halnya belanja di pasar tradisional di Indonesia, belanja di pasar butuh sedikit strategi, hehe. Berikut beberapa tips dari saya kalau mau belanja di Avondale Sunday Market.

  • Kalau tujuan utamanya untuk belanja bahan segar, datang lebih pagi lebih baik. Pagi-pagi kondisi sayur dan buahnya masih bagus dan segar, sementara makin siang kurang oke karena udah kena panas matahari.
  • Sebelum membeli sesuatu, sebaiknya keliling-keliling terlebih dahulu. Banyak pedagang yang menjual barang yang sama, tapi dengan harga dan kualitas berbeda. Jadi amati dulu mana yang harganya lebih murah dan mana yang kualitasnya lebih baik. Harga barang biasanya udah terpampang di barang dagangannya, jadi kita ga perlu repot nanya-nanya.
  • Belanja jangan terpaku ke satu pedagang, karena bisa aja di pedagang A, barang X lebih murah dan lebih bagus, namun untuk barang Y lebih baik di pedagang B. Pinter-pinter dan teliti dalam memilih, terutama untuk sayur dan buah.
  • Siapkan uang cash. Berbelanja di New Zealand mayoritas udah menggunakan sistem cashless, namun dulu ketika saya belanja di sana, kebanyakan penjual hanya menerima uang cash. Tapi saya ga tahu ya gimana sejak pandemi. Kalau bayar cash, bisa jadi kesempatan juga buat membelanjakan koin-koin yang mungkin udah numpuk dan menuh-menuhin dompet.
  • Kalau belanja dengan uang cash, sebaiknya simpan di kantong aja, ga usah pakai dompet. Ini biar ga ribet aja sih buka-tutup dompet ketika belanja.
  • Kalau mau beli bahan yang mudah hancur seperti tahu dan telur, sebaiknya bawa wadah kotak sendiri, karena penjual biasanya hanya membungkusnya dengan plastik.
  • Bawalah troli belanja yang ada rodanya itu. Ini memudahkan banget ketika keliling-keliling, jadi tangan ga lelah membawa belanjaan yang berat. Troli ini ada yang jual juga kok di sana, di dekat jalur masuk. Dulu harganya NZ$12, dan saya langsung beli ketika pertama kali ke sana.
troli belanja
Yang begini nih trolinya

Setelah belanja biasanya saya duduk dulu di lapangan rumput dekat pasar untuk istirahat sejenak sekaligus merapikan isi troli belanja. Tiap ke sana troli saya hampir selalu penuh dan ketika belanja semua asal dimasukin aja. Setelah isinya rapi, si troli lebih enak dibawa jalan.

Demikian pengalaman saya berbelanja di Avondale Sunday Market. Semoga bermanfaat ya. šŸ˜‰

Salam,

Reisha Humaira

One thought on “Belanja Murah Meriah di Avondale Sunday Market, Auckland

  • 14 Januari 2022 pada 20:22
    Permalink

    senengnya kalau pas belanja di luar negeri tapi kebanyakan pengunjungnya adalah berwajah Asia, rasanya udah bukan kayak di luar negeri lagi.
    dan berasa kayak ketemu tetangga sendiri gitu

    Balas

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: